Analis Commerzbank, Thu Lan Nguyen, mencatat bahwa optimisme pasar terhadap Perdana Menteri Inggris Burnham memudar dengan cepat, di mana penguatan Pound Sterling (GBP) terhadap Euro telah berbalik arah secara penuh. Pasar kini berfokus pada rencananya untuk menekan biaya hidup melalui keringanan pajak dan perluasan perumahan sosial, sekaligus tetap menghindari kenaikan pajak utama. Hal ini memicu kembali kekhawatiran terkait keberlanjutan utang Inggris dan mengindikasikan periode penuh gejolak bagi para investor Pound Sterling.
Kekhawatiran Utang Membebani Pound
"Pada hari Senin saya telah memperingatkan bahwa euforia pasar terhadap Burnham pada akhirnya akan berbalik menjadi kesadaran realistis. Hal tersebut ternyata terwujud lebih cepat dari prakiraan. Kemarin, Sterling sepenuhnya menghapus penguatannya terhadap Euro yang telah terakumulasi sejak pertengahan pekan lalu."
"Pemicunya adalah gambaran awal mengenai rencana kebijakan Perdana Menteri baru tersebut: salah satu prioritas utamanya adalah menekan biaya hidup. Antara lain, hal ini akan dicapai melalui keringanan pajak (penangguhan sementara PPN atas listrik serta peningkatan batas pembebasan pajak). Selain itu, ia berkomitmen menuntaskan masalah tunawisma dan membuka peluang perluasan perumahan sosial. Di saat yang sama, ia menegaskan tidak ada kenaikan pajak utama."
"Pertanyaan mendasar yang langsung timbul di ranah pasar adalah: siapa yang akan mendanai semua program ini? Dengan demikian, kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang jangka panjang Inggris kembali menjadi sorotan utama."
"Pertanyaan besarnya tetap: bagaimana pemerintahan baru ini mengelola keseimbangan yang rumit antara menjaga keberlanjutan fiskal dan menggejot pertumbuhan ekonomi?"
"Setidaknya, janji Burnham mengenai 'model ekonomi baru' bagi Inggris mengindikasikan bahwa ia tidak akan ragu mengambil langkah-langkah berskala besar. Hal ini, pada gilirannya, membawa risiko signifikan bagi sentimen pasar yang sudah terlanjur rapuh. Investor Pound Sterling kini berpotensi menghadapi periode yang volatil."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
Rupiah Indonesia Melemah saat BI Mempertahankan Suku Bunga di 5,75%
Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan
Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari perdagangan pada hari Rabu, diperdagangkan 1,5% lebih tinggi mendekati $4.140 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini pulih kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dari level terendah tiga minggu $3.959,80 saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Cardano: Pemulihan jangka pendek kurang didukung oleh ritel
Harga Cardano bergerak lebih rendah setelah Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di $1,770 membatasi dua hari pemulihan berturut-turut yang terlihat awal pekan ini. Kontrak berjangka ADA menunjukkan penurunan minat ritel karena Open Interest dan volume perdagangan menurun di tengah likuidasi posisi beli yang tinggi. Prospek teknis untuk ADA bearish, karena momentum tetap lemah di bawah resistance garis tren di sekitar $0,1782.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli
Pasar tetap waspada di pertengahan minggu seiring ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran terus saling melancarkan serangan. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi pada hari Rabu, memungkinkan para investor tetap fokus pada berita utama seputar geopolitik.