IHSG Menguat ke 7.192, Disokong Rally Teknologi, BI Rate Cut, dan Kesepakatan Dagang RI-AS


  • Teknologi memimpin rally: IDXTECHNO melonjak 6,10% dukung IHSG ke 7.192, sementara IDXLQ45LCL terkoreksi tipis.
  • BI longgarkan kebijakan ke 5,25%, memberi ruang likuiditas dan dorongan pertumbuhan.
  • Tarif RI-AS turun ke 19%: Kesepakatan dagang dengan komitmen pembelian besar dorong optimisme, meski risiko proteksionisme global masih membayangi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi Rabu dengan kenaikan 0,72% di level 7.192, bergerak stabil di kisaran 7.142-7.216. Sentimen pasar terlihat optimistis, ditopang lonjakan sektor teknologi, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta kabar kesepakatan dagang baru antara Indonesia dan Amerika Serikat yang membuka peluang ekspor dan arus modal di tengah ketidakpastian global.

Teknologi Memimpin, Likuiditas Besar Melemah Tipis

Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama. IDXTECHNO melonjak 6,10% ke 6.965, mendekati area psikologis 7.000, menegaskan minat beli yang kuat pada saham-saham berbasis digital. Sebaliknya, indeks likuiditas tinggi IDXLQ45LCL turun tipis 0,19% ke 110, menandakan sebagian investor memilih mengamankan keuntungan.

Pada daftar Top Gainers di jajaran LQ45, MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) naik 4,4% ke Rp705 disusul XL Axiata (EXCL) yang menguat 3,2% ke Rp2.570. Sementara itu, tekanan jual menekan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) turun 3,2% ke Rp2.150 dan Merdeka Battery Materials (MBMA) melemah 3,5% ke Rp545.

BI Rate Dipangkas jadi 5,25%

Optimisme pasar tak hanya datang dari sektor teknologi. Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%, penurunan yang keempat sejak September. Gubernur Perry Warjiyo menilai langkah ini tepat di tengah inflasi yang terkendali dan rupiah yang relatif stabil, membuka ruang lebih longgar bagi likuiditas domestik. Pemangkasan ini juga dibaca sebagai sinyal keberanian BI menjaga momentum pertumbuhan, terutama ketika sentimen positif kesepakatan tarif baru Indonesia-Amerika Serikat mulai memberi harapan pada arus modal asing.

Kesepakatan Dagang: Tarif RI Turun, Komitmen Pembelian Besar

Sentimen pasar kian menguat setelah Washington mengumumkan penurunan tarif ekspor Indonesia ke AS menjadi 19% dari 32%. Kesepakatan ini disebut rampung usai negosiasi panjang, dengan Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan berkomunikasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

Trump menyebut perjanjian ini bagian dari strateginya menekan defisit perdagangan AS. Tarif rata-rata efektif AS diprakirakan melonjak ke 19,7%-20,6%, tertinggi sejak 1933, sementara kesepakatan serupa dengan negara lain diprakirakan menyusul sebelum batas waktu 1 Agustus.

Sebagai imbal balik, Indonesia menyetujui paket komitmen besar sebagai bagian dari kesepakatan dagang: 50 pesawat Boeing, energi senilai US$15 miliar, dan produk pertanian senilai US$4,5 miliar akan dibeli dari Amerika Serikat. Kesepakatan ini tak hanya mempererat hubungan dagang, tetapi juga membuka peluang masuknya modal asing dan menopang neraca perdagangan. Sebagai bagian dari kebijakan proteksionis Trump, disepakati pula penerapan tarif penalti bagi barang asal Tiongkok yang masuk melalui Indonesia.

Optimisme Pasar Meningkat, Proteksionisme Global Tetap Jadi Bayangan

Meski rangkaian kabar positif mendominasi, analis mengingatkan risiko eksternal tetap membayangi. Kebijakan tarif AS terhadap Tiongkok – mitra dagang utama Indonesia – masih berpotensi memengaruhi rantai pasok dan harga bahan baku.

“Tarif 19% memang masih tinggi, tapi jauh lebih baik dibanding 32% dan relatif lebih rendah dari negara Asia Tenggara lain." kata Myrdal Gunarto, ekonom Maybank Indonesia, dikutip Reuters. Kondisi ini memperkuat alasan pelonggaran suku bunga domestik yang sudah mulai dilakukan BI dan dinilai berpotensi menarik lebih banyak investor asing.

Penguatan IHSG sejalan dengan pengumuman kesepakatan ini mencerminkan kepercayaan investor bahwa perjanjian dagang dapat menjadi pemicu aktivitas ekonomi yang lebih bergairah – meski bayang-bayang proteksionisme global tetap menjadi faktor penahan.

 

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Stabil saat Pedagang Seimbangkan Data Inflasi AS yang Lemah dengan Kenaikan Harga Minyak

Emas Stabil saat Pedagang Seimbangkan Data Inflasi AS yang Lemah dengan Kenaikan Harga Minyak

Emas (XAU/USD) stabil pada hari Rabu, menghapus kerugian intraday setelah data Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong Dolar AS (USD) dan imbal hasil Treasury AS lebih rendah. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.060, naik 0,15% pada hari ini, bangkit dari terendah intraday $4.017.
Ketua The Fed Warsh: Inflasi Tidak akan Bersifat Permanen

Ketua The Fed Warsh: Inflasi Tidak akan Bersifat Permanen

Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh mengatakan pada hari Rabu bahwa tekanan inflasi saat ini tidak akan bersifat permanen, sambil mengakui bahwa ukuran inflasi terbaru masih belum memuaskan. Warsh menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan kesaksian dalam Laporan Kebijakan Moneter Setengah Tahunan di hadapan Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan Senat AS.
2% dan Tidak Lebih: Mengapa Warsh Memberi Kongres Tiga Jam ala Greenspan

2% dan Tidak Lebih: Mengapa Warsh Memberi Kongres Tiga Jam ala Greenspan

Ketua Federal Reserve (The Fed) yang ingin lembaga itu berbicara lebih sedikit menghabiskan hari Selasa untuk secara hukum diwajibkan berbicara lebih banyak, pada satu pagi ketika data memberinya sesuatu yang menyenangkan untuk dikatakan. Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) bulan Juni turun 0,4% secara bulanan, penurunan satu bulan terdalam sejak April 2020.
Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, dan Ripple Terhenti Setelah Rally Ringan yang Didorong oleh IHK AS

Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, dan Ripple Terhenti Setelah Rally Ringan yang Didorong oleh IHK AS

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) berhenti sejenak pada hari Rabu, setelah reli singkat yang didorong oleh faktor makro pada hari sebelumnya. Bitcoin (BTC) berkonsolidasi di atas $64.500, menandakan memudarnya momentum bullish dan meningkatnya aksi ambil untung seiring kemunculan para penjual.

BoC mempertahankan suku bunga tidak berubah di 2,25%, seperti yang diharapkan

BoC mempertahankan suku bunga tidak berubah di 2,25%, seperti yang diharapkan

Bank of Canada (BoC) mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di 2,25% pada hari Rabu, seperti yang telah diantisipasi secara luas

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA