• IHSG naik 0,37% ke 6.525, ditopang penguatan saham perbankan dan BUMN.
  • Rupiah menguat ke Rp17.685 per Dolar AS ketika USD melemah di pasar global.
  • Mayoritas bursa Asia menguat, tetapi tekanan dari Wall Street dan harga minyak yang masih tinggi tetap menjadi risiko menjelang PMI S&P Global AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan perdagangan 18–21 Agustus 2026 di zona hijau, ditutup menguat 0,37% atau 24 poin ke 6.525 pada Jumat. Saham-saham perbankan menjadi penopang utama, sementara penguatan Rupiah di tengah pelemahan Dolar AS turut mendukung sentimen terhadap aset domestik. Mayoritas bursa Asia juga bergerak positif meski Wall Street sebelumnya melemah, sedangkan harga minyak yang masih bertahan tinggi tetap menjadi faktor risiko.

IHSG dibuka di 6.524 dan sempat naik ke 6.551, sebelum memangkas sebagian kenaikannya menjelang penutupan. Indeks menyentuh level terendah 6.507 sepanjang sesi, tetapi tetap mempertahankan posisinya di atas area 6.500. Nilai perdagangan saham berdasarkan data BEI tercatat sekitar Rp17,45 triliun.

Saham Bank Menjadi Penopang IHSG

Penguatan terutama terlihat pada kelompok perbankan dan saham BUMN. INFOBANK15 melonjak 1,99% ke 862, PRIMBANK10 menguat 1,89% ke 158, dan IDXBUMN20 naik 1,47% ke 322. Di antara saham bank, BBNI naik 3,9% ke 3.730, BBRI menguat 2,9% ke 3.230, dan BRIS bertambah 2,0% ke 1.805.

Namun, beberapa sektor yang melemah menahan kenaikan IHSG. IDXHEALTH turun 0,89% ke 1.527, dengan KLBF melemah 1,8% ke 810 dan DVLA turun 0,3% ke 1.580, meski MIKA menguat 2,0% ke 1.825. IDXTRANS terkoreksi 0,48% ke 1.803 dan DBX melemah 0,47% ke 3.118. Di antara saham dengan aktivitas perdagangan tinggi, BUMI naik 3,2% ke 196, sementara BNBR turun 1,0% ke 103.

Perhatian pasar juga tertuju pada rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas harga minimum saham Rp50 di pasar reguler dan pasar tunai, sehingga harga saham nantinya dapat bergerak hingga Rp1. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa masih menghimpun masukan dari pelaku industri dan mengevaluasi kesiapan sistem sebelum menentukan perincian implementasinya.

Rupiah Menguat, Mayoritas Bursa Asia Positif

Di kawasan Asia, Hang Seng naik 1,21% dan KOSPI menguat 0,88%, sementara STI bertambah 0,32% dan Shanghai Composite naik tipis 0,04%. Sebaliknya, Nikkei turun 0,30% dan ASX melemah 0,27%. Pergerakan tersebut menyusul pelemahan Wall Street pada Kamis, ketika Dow Jones turun 1,32%, S&P 500 melemah 0,87%, dan Nasdaq terkoreksi 1,00% di tengah kenaikan kembali imbal hasil obligasi Pemerintah AS.

Dari pasar valuta asing, Rupiah ditutup menguat ke Rp17.685 per Dolar AS, dari Rp17.740 pada Kamis, ketika Dolar AS melemah di pasar global. Penguatan Rupiah membantu mengurangi tekanan nilai tukar terhadap aset domestik dan menjadi sentimen positif bagi IHSG. Namun, Bank Indonesia melaporkan defisit transaksi berjalan kuartal II 2026 melebar menjadi US$12,5 miliar atau 3,3% dari PDB, sehingga kondisi eksternal Indonesia tetap menjadi perhatian.

Harga minyak ikut menjadi bagian dari risiko tersebut. Bagi Indonesia, level minyak yang masih tinggi berpotensi memperbesar biaya impor energi dan menekan neraca eksternal, meski tekanannya sedikit mereda pada Jumat. WTI turun 0,84% ke US$86,10 per barel, sementara Brent melemah 0,74% ke US$93,09.

Malam ini perhatian investor akan beralih ke rilis awal PMI S&P Global AS bulan Agustus pada pukul 20.45 WIB. Data tersebut akan memberikan gambaran terbaru mengenai aktivitas manufaktur dan jasa AS setelah pada Juli PMI Manufaktur berada di 53,9 dan PMI Jasa di 54,6. Pasar akan mencermati apakah aktivitas ekonomi AS tetap kuat, karena hasil yang solid dapat kembali memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan Dolar AS, dan imbal hasil Treasury.

IHSG Tembus Ascending Triangle dan Bertahan di Atas 6.500

Pada grafik harian, penutupan harga di 6.525 membuat IHSG tetap berada di atas area psikologis 6.500 dan 6.511, yang merupakan batas atas pola Ascending Triangle hari ini. Level tertinggi perdagangan Jumat di 6.551 menjadi resistance terdekat, selanjutnya tertinggi 19 Mei di 6.635 menjadi pembatas kenaikan sebelum level psikologis di 6.600. Di sisi bawah, area 6.504–6.500 menjadi support awal, diikuti terendah 20 Agustus 6.444, kemudian terendah 19 Agustus di 6.373.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

PMI AS S&P Global Agustus Diprakirakan Sedikit Melambat, Masih Menunjukkan Pertumbuhan yang Kuat

PMI AS S&P Global Agustus Diprakirakan Sedikit Melambat, Masih Menunjukkan Pertumbuhan yang Kuat

S&P Global akan merilis angka pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Indices/PMI) Amerika Serikat untuk bulan Agustus, sebuah laporan yang mengumpulkan opini para eksekutif terkemuka sektor swasta tentang kondisi bisnis, untuk memberikan indikasi awal momentum di ekonomi terbesar dunia.
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.685 meski Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Tunggu PMI AS

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.685 meski Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Tunggu PMI AS

Rupiah Indonesia (IDR) menutup perdagangan Jumat di Rp17.685 per Dolar AS (USD), menguat 55 poin dari Rp17.740 pada Kamis. Sejak perdagangan Selasa, ketika pasar domestik kembali dibuka setelah libur Senin, Rupiah telah menguat 165 poin atau sekitar 0,92%. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga berada di Rp17.705.
Penyelamatan Bersejarah Yen Jepang Mulai Kehilangan Tenaga

Penyelamatan Bersejarah Yen Jepang Mulai Kehilangan Tenaga

Yen Jepang mencatat pemulihan tajam sekitar 900 poin setelah intervensi bersejarah AS–Jepang.setelah intervensi bersejarah AS–Jepang. Kurang dari tiga minggu kemudian, penyelamatan itu sudah menunjukkan tanda-tanda memudar. Yen memang sedikit diuntungkan oleh Dolar AS yang lebih lemah, tetapi tren penurunannya kemungkinan akan berlanjut karena tekanan mendasar pada mata uang ini belum hilang.
Kripto Hari Ini: Pembeli Bitcoin, Ethereum, XRP mempercepat rally di tengah meningkatnya arus masuk ETF

Kripto Hari Ini: Pembeli Bitcoin, Ethereum, XRP mempercepat rally di tengah meningkatnya arus masuk ETF

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) tetap bullish pada hari Jumat, dipimpin oleh lonjakan Bitcoin di atas $77.000. Altcoin, termasuk Ethereum dan Ripple, mengikuti prospek positif BTC, diperdagangkan di dekat $2.400 dan $1,35, masing-masing.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 21 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 21 Agustus:

Menyusul penurunan tajam yang terlihat di pertengahan pekan, Indeks Dolar AS berusaha keras untuk memulai rebound dan tetap sedikit di atas level terendah tiga bulan yang ditetapkannya di dekat 98,50 pada hari Kamis. Data awal Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur dan Jasa bulan Agustus dari Jerman, Zona Euro, Inggris, dan AS akan ditampilkan dalam kalender ekonomi pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA