IHSG Mencatatkan Tertinggi Hari 7.204 di Tengah Sentimen Positif dari Timur Tengah


  • IHSG dibuka dengan gap atas dan berusaha bertahan di atas level pembukaan.
  • BMRI akan membagikan dividen pada akhir April.
  • BI memiliki tujuh strategi untuk memperkuat Rupiah.
  • Cadangan Devisa menjadi data penting selanjutnya untuk pasar Indonesia.

IHSG berada di area 7.169,67 yang lebih tinggi 1,09% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 7.160,78 dan sempat mencatatkan tertinggi hari 7.204,78 dalam satu jam pertama perdagangan untuk kemudian kembali ke level-level dekat pembukaan. Kinerja positif ringan ini terjadi di tengah kabar bari dari AS-Iran, meskipun perlu menantikan perkembangan baru untuk menetapkan sentimen pasar secara umum ke depan.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja positif di sesi pertama. INFOBANK15 (+1,53%) menjadi indeks yang menunjukkan kinerja menonjol, yang didorong oleh BRIS (+4,41%), BMRI (+1,77%), BBRI (+1,58%), BBCA (+1,26%), dan lain-lain.

BMRI dibuka dengan gap atas dan sempat mencatatkan tertinggi hari di 4.610 hari ini. Kenaikan saham ini terjadi menuju tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Maret 2026. Perseroan direncanakan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 dengan total nilai Rp35,14 triliun atau sekitar Rp376,95 per lembar saham. Dividen akan dibayarkan pada 25 Mei 2026.

Sentimen positif di pasar Indonesia tampaknya didorong oleh kabar baik dari Timur Tengah kemarin. Axios melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang bisa mencabut pembatasan Selat Hormuz oleh kedua pihak.

Kabar tersebut menekan harga minyak dunia di mana West Texas Intermediate (WTI) turun 6,59% kemarin dan sempat mencatatkan terendah hari di $86,92. Pada saat berita ini ditulis, minyak tersebut berada di area $92. Penurunan harga minyak dunia merupakan kabar baik bagi negara-negara pengimpor minyak seperti Indonesia, meskipun harganya masih di atas level-level pra konflik Timur Tengah. Ke depan, para investor akan menantikan perkembangan dari kabar ini untuk menentukan arah ke depan.

Perhatian juga akan tertuju pada nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah yang baru-baru ini mencapai rekor tertinggi. Untuk menanggulanginya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, sebelumnya pekan ini menyebut Rupiah undervalued karena fundamental ekonomi Indonesia kuat. Meskipun demikian, bank sentral memiliki tujuh strategi untuk memperkuat nilai tukar Rupiah.

Beberapa strateginya adalah penguatan intervensi di pasar valas baik di dalam maupun luar negeri; penguatan arus modal dan koordinasi fiskal-moneter dengan mendorong peningkatan arus masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menutup arus keluar dari Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, serta tetap melakukan pembelian SBN di pasar sekunder yang pada tahun berjalan sudah membeli sebesar Rp123,1 triliun.

Pembelian Dolas AS juga akan diturunkan di pasar domestik menjadi $50 ribu dolar per orang per bulan dari sebelumnya $100 ribu per orang per bulan. Perry juga menyebut memliki cadangan devisa yang cukup untuk melakukan stabilisasi Rupiah, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.

Kalender ekonomi Indonesia tetap kosong untuk hari ini. Namun, pasar bisa bersiap menghadapi data Cadangan Devisa Indonesia untuk April 2026 yang akan dirilis Jumat besok pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan untuk data ini setelah sebelumnya mencatatkan $148,2 miliar yang setara dengan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan imopr dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Itu tetap di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar tiga bulan impor.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,701% dan belum bergerak sejauh ini. Ini menyusul penurunan 1,77% kemarin, semakin menjauh dari tertinggi baru 2026 yang dicapai di 6,957% pada akhir bulan lalu.

Indikator Ekonomi

Cadangan Devisa

Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Mei 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: $148.2

Sumber: Bank of Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Melemah Moderat, Inflasi Energi Hidupkan Kembali Taruhan Hawkish The Fed

Emas Melemah Moderat, Inflasi Energi Hidupkan Kembali Taruhan Hawkish The Fed

Emas (XAU/USD) mempertahankan nada penawaran jualnya sepanjang sesi Asia pada hari Rabu dan saat ini diperdagangkan di dekat swing low hari sebelumnya, di sekitar wilayah $4.030-$4.025.
USD/IDR: Rupiah Menguat hingga di Bawah Rp18.000 per Dolar AS, Pasar Tunggu Penjualan Ritel AS

USD/IDR: Rupiah Menguat hingga di Bawah Rp18.000 per Dolar AS, Pasar Tunggu Penjualan Ritel AS

Rupiah melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut dan menembus level psikologis Rp18.000 per Dolar AS pada perdagangan Kamis, di tengah berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah data inflasi AS lebih lemah dari prakiraan. Meski demikian, ketegangan AS-Iran dan harga minyak yang masih tinggi tetap menjadi risiko bagi mata uang Indonesia.
Emas akan Mempertahankan Kendali selama di Bawah SMA 21 Hari

Emas akan Mempertahankan Kendali selama di Bawah SMA 21 Hari

Emas mengulangi pelemahan yang terlihat dalam perdagangan sesi Asia Rabu, kembali bergerak negatif, sambil menuju ambang $4.000 pada awal hari Kamis. Tidak ada perubahan secara geopolitik bagi Emas, karena pasar melihat gelombang baru serangan saling balas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah AS memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya di Selat Hormuz.
Prospek Ripple dan Stellar: XRP dan XLM Pulih Saat Momentum Bearish Melemah

Prospek Ripple dan Stellar: XRP dan XLM Pulih Saat Momentum Bearish Melemah

Ripple dan Stellar diperdagangkan lebih tinggi saat kedua altcoin melanjutkan pemulihan mereka setelah mempertahankan level-level support utama awal pekan ini. XRP naik lebih dari 2% sejauh pekan ini, sementara XLM telah rebound setelah menemukan support di sekitar $0,177. Metrik derivatif yang membaik dan indikator momentum bearish yang memudar menunjukkan pemulihan dapat berlanjut dalam waktu dekat

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 16 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 16 Juli

Pasangan mata uang utama tetap relatif tenang pada sesi Eropa hari Kamis karena Dolar AS menemukan pijakannya setelah aksi jual selama dua hari. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Penjualan Ritel Juni akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA