• IHSG melonjak 2,25% ke level 5.030 pada Kamis, membentuk bullish gap dan kembali merebut level psikologis 5.000 setelah tekanan jual dalam beberapa sesi sebelumnya.
  • Seluruh sektor utama menguat, dipimpin barang baku sebesar 3,78%, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47% pada kuartal III-2026 melampaui ekspektasi pasar.
  • Reli Wall Street setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS memperbaiki sentimen global, meskipun bursa Asia bergerak beragam dan harga minyak kembali naik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rebound kuat pada perdagangan Kamis, 5 November 2026, dengan melesat 2,25% atau sekitar 110 poin ke level 5.030, setelah sehari sebelumnya berakhir di 4.919. Indeks langsung membuka perdagangan dengan lonjakan ke 4.998, membentuk bullish gap yang menandakan peningkatan minat beli sejak awal sesi. Momentum tersebut sempat membawa IHSG menyentuh 5.072 sebelum sebagian kenaikannya terpangkas menjelang penutupan, dengan level terendah harian tercatat di 4.995.

Pemulihan pasar saham domestik mendapat dorongan dari kombinasi sentimen global dan fundamental ekonomi Indonesia. Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada 3 November memicu reli Wall Street dan menekan Dolar AS, sementara penurunan tajam harga minyak sehari sebelumnya membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi memberikan alasan tambahan bagi investor untuk kembali memburu saham setelah tekanan jual berkepanjangan sepanjang Oktober.

Penguatan Meluas, Saham Bank dan Barang Baku Memimpin

Seluruh sektor utama Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau, dipimpin sektor barang baku (IDXBASIC) yang melonjak 3,78%, disusul perindustrian (IDXINDUST) sebesar 2,81% dan barang konsumen primer (IDXNONCYC) sebesar 2,43%. Sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 1,36%, sedangkan kenaikan paling terbatas dicatatkan transportasi dan logistik (IDXTRANS) sebesar 0,05%, teknologi (IDXTECHNO) sebesar 0,17%, serta infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 0,18%. Penguatan juga menjangkau saham-saham unggulan, tercermin dari kenaikan indeks LQ45 sebesar 2,48% dan IDX30 sebesar 2,22%.

Di jajaran saham unggulan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat 3,95% ke Rp5.125, ditopang pembelian bersih investor asing (net buy) sebesar Rp303,9 miliar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan kenaikan lebih tajam sebesar 5,57% ke Rp1.990, dengan aliran dana asing masuk bersih Rp86,9 miliar. Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masing-masing menguat ke Rp2.710 dan Rp3.610, meski dibayangi penjualan bersih asing sebesar Rp176,3 miliar dan Rp171,8 miliar. Hal serupa terlihat pada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melonjak 4,62% ke Rp2.720, kendati mencatatkan net sell asing Rp7 miliar.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Ekspektasi

Optimisme domestik menguat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,47% secara tahunan pada kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,29% pada kuartal sebelumnya dan proyeksi 5,2%. Konsumsi rumah tangga meningkat 5,04% secara tahunan, sedangkan ekspor barang dan jasa tumbuh 4,59%, lebih cepat daripada kenaikan 4,13% pada kuartal II. Menurut ekonom Bank Danamon Irman Faiz, sebagaimana dikutip Reuters, permintaan domestik menunjukkan ketahanan yang lebih baik daripada prakiraan, sementara sektor eksternal memberikan tekanan yang lebih kecil terhadap pertumbuhan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Meski demikian, sejumlah indikator masih mengisyaratkan tantangan bagi prospek ekonomi. Konsumsi rumah tangga tercatat menyusut 0,57% secara kuartalan, sedangkan peningkatan persediaan barang, termasuk kendaraan yang belum terjual, menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan permintaan ke depan. Bank Danamon menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,35% dari sebelumnya 5,2%, tetapi memperingatkan potensi perlambatan pada kuartal terakhir apabila faktor-faktor sementara yang menopang ekspansi mulai memudar. Dengan demikian, data PDB menjadi katalis positif bagi pasar, meskipun keberlanjutan pemulihan saham masih membutuhkan dukungan fundamental yang lebih luas.

Reli Wall Street Pascapemilu AS, Bursa Asia Bergerak Beragam

Dari pasar global, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS memicu reli Wall Street pada Rabu, dengan Dow Jones melonjak 3,03%, S&P 500 naik 1,58%, dan Nasdaq menguat 1,44%. Para ahli strategi Deutsche Bank mencatat S&P 500 membukukan kinerja harian terbaik dalam tiga bulan, sementara penguatan juga menjangkau bursa Eropa. Namun, sentimen di Asia lebih beragam akibat pergeseran aliran dana dari saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) dan pusat data menuju sektor lainnya. KOSPI Korea Selatan anjlok 5,28% dan Nikkei Jepang turun 1,79%, sedangkan Hang Seng Hong Kong melesat 3,67% berkat dukungan kebijakan baru Beijing.

Sementara itu, harga minyak kembali menguat pada Kamis setelah anjlok lebih dari 8% sehari sebelumnya di tengah harapan meredanya konflik Timur Tengah. Menurut Bloomberg, Brent naik 1,24% menjadi US$95,79 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) bertambah 0,26% ke US$88,35 per barel di sesi Eropa.

IHSG Membentuk Bullish Gap, Tren Bearish Belum Berakhir

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG

Secara teknis, IHSG menunjukkan pemulihan setelah melonjak 2,25% ke 5.030 dan membentuk bullish gap pada Kamis. Indikator Relative Strength Index (RSI) naik ke 32,46, keluar dari wilayah jenuh jual dan menandakan meredanya tekanan jual. Namun, indeks masih berada jauh di bawah SMA 5, 25, dan 200, sehingga tren bearish belum berubah. Kemampuan bertahan di atas level psikologis 5.000 menjadi kunci untuk menguji resistance 5.185 (sebelumnya merupakan support pada pertengahan Oktober), diikuti 5.400–5.500. Sebaliknya, penurunan di bawah 5.000 berisiko membawa IHSG kembali menuju support 4.900, 4.820 (terendah 24 September 2020), dan 4.754 (terendah 11 September 2020). Meski momentum membaik, kenaikan ini masih tergolong rebound teknis yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi yang terdapat pada halaman-halaman ini mencakup pernyataan berwawasan ke depan yang mengandung risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen keuangan yang dibahas pada halaman ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan sama sekali tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tersebut. Anda harus melakukan riset menyeluruh secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini sepenuhnya bebas dari kekeliruan, kesalahan, atau pernyataan keliru yang bersifat material. FXStreet juga tidak menjamin bahwa informasi ini selalu terkini. Berinvestasi di pasar terbuka melibatkan risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal investasi Anda, serta tekanan emosional. Seluruh risiko, kerugian, dan biaya yang berkaitan dengan investasi, termasuk kehilangan seluruh modal pokok, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Pandangan dan opini yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi FXStreet maupun para pengiklannya. Penulis tidak bertanggung jawab atas informasi yang terdapat pada tautan-tautan yang dicantumkan di halaman ini.

Kecuali dinyatakan secara tegas dalam isi artikel, pada saat penulisan, penulis tidak memiliki posisi investasi pada saham apa pun yang disebutkan dalam artikel ini dan tidak memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan mana pun yang disebutkan. Penulis tidak menerima kompensasi atas penulisan artikel ini selain dari FXStreet.

FXStreet dan penulis tidak memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Penulis tidak memberikan jaminan atau pernyataan mengenai keakuratan, kelengkapan, maupun kesesuaian informasi ini. FXStreet dan penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, maupun kerugian, cedera, atau kerusakan apa pun yang timbul akibat informasi ini serta penyajian atau penggunaannya. Segala kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi dikecualikan dari tanggung jawab.

Penulis dan FXStreet bukan penasihat investasi terdaftar, dan tidak ada satu pun bagian dari artikel ini yang dimaksudkan sebagai nasihat investasi.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Kenaikan di Atas US$4.100 saat USD Berjuang di Dekat Terendah Akhir September

Emas Pertahankan Kenaikan di Atas US$4.100 saat USD Berjuang di Dekat Terendah Akhir September

Emas (XAU/USD) mempertahankan bias positif selama dua hari berturut-turut pada hari Kamis, diperdagangkan di atas $4.100 di dekat level tertinggi dua minggu selama awal sesi Eropa.
BoE Diperkirakan Menaikkan Suku Bunga untuk Pertama Kalinya Tahun Ini

BoE Diperkirakan Menaikkan Suku Bunga untuk Pertama Kalinya Tahun Ini

Bank of England (BoE) dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya terbaru pada hari Kamis, bertepatan dengan pertemuan penetapan suku bunga ketujuh pada tahun 2026. Analis pasar memprakirakan ‘Old Lady’ akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar seperempat poin persentase menjadi 4,00%, level tertinggi sejak November 2025.
Dolar AS Menembus di Bawah 101,50 setelah Partai Demokrat Menang Telak di Kongres

Dolar AS Menembus di Bawah 101,50 setelah Partai Demokrat Menang Telak di Kongres

Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan jual yang kuat pada hari Rabu, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,5% dan diperdagangkan di dekat 101,35 setelah menembus ke bawah level 101,50.
Token TRUMP mencapai rekor terendah di tengah tekanan jual yang meningkat

Token TRUMP mencapai rekor terendah di tengah tekanan jual yang meningkat

Ripple dan Stellar melanjutkan pemulihan mereka seiring tekanan bearish mulai mereda untuk kedua altcoin tersebut. XRP diperdagangkan di atas $1,30 setelah menembus di atas garis tren atas dari pola falling channel, sementara XLM bertahan di atas $0,168 dan mendekati resistance di $0,173. Sementara itu, metrik derivatif yang membaik dan indikator momentum yang menguat mengisyaratkan potensi pemulihan lebih lanjut.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 5 November:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 5 November:

Tekanan jual yang mengelilingi Dolar AS menyusul hasil pemilu paruh waktu masih berlanjut pada hari Kamis, dengan Indeks USD memperpanjang penurunannya menuju 101,00 di awal sesi Eropa. Pada hari ini, Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya dan Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, akan berbicara mengenai prospek kebijakan dan menanggapi pertanyaan dalam konferensi pers yang dimulai pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA