• IHSG melonjak 1,81% ke 6.521, setelah sempat turun hingga 6.376 dan menutup perdagangan tepat di level tertinggi harian.
  • IDXINDUST, IDXCYCLIC, dan IDXHEALTH memimpin kenaikan, sementara saham perbankan turut bergerak positif.
  • Bursa Asia bergerak beragam setelah laporan Nvidia, sementara inflasi AS dan rebalancing MSCI menjadi perhatian pasar berikutnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat tajam pada perdagangan Kamis, ditutup naik 1,81% atau 116 poin ke 6.521, tepat di level tertinggi hariannya, setelah sempat turun hingga 6.376 pada awal perdagangan. Kenaikan berlangsung luas dengan sektor industri, konsumen siklikal, dan kesehatan memimpin, membuat IHSG mengungguli sebagian besar bursa utama Asia meski Rupiah melemah tipis. Di luar negeri, pasar mencerna laporan kuat Nvidia dan data inflasi AS yang masih tinggi, sementara dari dalam negeri perhatian mulai beralih ke rebalancing MSCI pada akhir bulan.

Sektor Industri Memimpin, Saham Bank Ikut Menguat

Penguatan IHSG dipimpin IDXINDUST yang melonjak 3,95% ke 1.606, diikuti IDXCYCLIC yang naik 3,80% ke 959 dan IDXHEALTH yang menguat 3,76% ke 1.548. Saham perbankan juga bergerak positif, dengan PRIMBANK10 naik 0,84% ke 156. Di antara konstituennya, BMRI menguat 1,2% ke Rp4.210, BBNI naik 0,8% ke Rp3.710 dan BBCA bertambah 0,8% ke Rp6.400, sementara PNBN stagnan di Rp895.

Di antara saham dengan aktivitas perdagangan tinggi, DSSA melonjak 6,54% ke Rp1.140, sementara BBRI naik 0,64% ke Rp3.150 dan BBCA menguat 0,79% ke Rp6.400. Ketiganya mencatat nilai transaksi masing-masing sekitar Rp607,4 miliar, Rp515,4 miliar, dan Rp386,6 miliar.

IHSG Unggul di Tengah Pergerakan Asia yang Beragam

Kenaikan IHSG jauh melampaui sebagian besar pasar regional. KOSPI naik 1,53% dan Shanghai Composite menguat 1,13%, tetapi ASX 200 turun 0,98%, STI melemah 0,65%, Hang Seng terkoreksi 0,34%, dan Nikkei 225 turun 0,20%. Pada perdagangan semalam, Wall Street juga bergerak sedikit lebih rendah, dengan Dow turun sekitar 0,21%, S&P 500 melemah 0,02%, dan Nasdaq terkoreksi 0,08%.

Sentimen terhadap saham teknologi Asia mendapat dukungan dari laporan keuangan Nvidia yang kuat. Produsen chip kecerdasan buatan tersebut membukukan pendapatan kuartal kedua fiskal 2027 sebesar US$96,2 miliar, naik 106% YoY, sementara pendapatan Data Center melonjak 117% menjadi US$89 miliar. Nvidia juga memberikan prospek pertumbuhan yang kuat, membantu mengangkat saham teknologi global meski penguatan pasar Asia secara keseluruhan tidak merata.

Di dalam negeri, pasar juga mencermati aksi demonstrasi di kompleks DPR pada Kamis. Pimpinan DPR menerima perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan menyatakan komitmen menyelesaikan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Aksi tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar, meski penguatan IHSG pada Kamis lebih mencerminkan rebound setelah tekanan tajam sehari sebelumnya.

Pidato Warsh dan Rebalancing MSCI Menjadi Fokus Berikutnya

Dari eksternal, investor masih mencerna inflasi PCE AS Juli yang bertahan tinggi. Data utama PCE naik 0,2% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan, sementara PCE inti bertahan di 3,3% YoY. PDB AS kuartal kedua tidak direvisi dari pertumbuhan 1,5%, tetapi ukuran permintaan domestik swasta direvisi lebih tinggi. Data tersebut mendorong probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat tipis menjadi sekitar 38,1% dari 36,6% sehari sebelumnya, membuat pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat menjadi perhatian berikutnya.

Di pasar domestik, investor juga bersiap menghadapi rebalancing MSCI pada akhir bulan. MSCI akan mengeluarkan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dari MSCI Indonesia Standard Index, sementara CPIN akan masuk MSCI Indonesia Small Cap Index. Seluruh perubahan dalam review Agustus tersebut akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus, sehingga potensi penyesuaian portofolio dan arus dana pasif dapat menjadi perhatian menjelang akhir bulan.

Indikator Ekonomi

Pidato Ketua The Fed Warsh

Kevin Warsh menjabat sebagai ketua Dewan Gubernur Federal Reserve pada Mei 2026, untuk masa jabatan empat tahun yang berakhir pada tahun 2030. Masa jabatannya sebagai anggota Dewan Gubernur akan berakhir pada Mei 2040. Warsh, lahir di Albany (New York) pada 13 April 1970, adalah seorang ahli keuangan dan pengacara Amerika yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed dari tahun 2006 hingga 2011 dan sangat terlibat dalam respons bank sentral terhadap krisis keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Agu 28, 2026 14.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: -

Sumber: Federal Reserve

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Melemah saat Pedagang Menantikan Sinyal yang Lebih Jelas terkait Jalur Suku Bunga The Fed

Emas Melemah saat Pedagang Menantikan Sinyal yang Lebih Jelas terkait Jalur Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) menghapus kenaikan dalam perdagangan harian sebelumnya pada hari Kamis saat para pembeli menjadi berhati-hati setelah reli kuat bulan ini. Logam mulia ini naik ke US$4.697 sebelumnya pekan ini, level tertinggi sejak 14 Mei, dan masih naik sekitar 13% sejauh ini pada bulan Agustus.
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.715 saat Dolar Bertahan di Atas 99, Minyak Turun

USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.715 saat Dolar Bertahan di Atas 99, Minyak Turun

Rupiah Indonesia (IDR) menghentikan penguatan kemarin dan melemah tipis terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis, dengan pasangan mata uang USD/IDR ditutup di Rp17.715, naik 20 poin dari Rp17.695 pada Rabu. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia (BI) melemah lebih dalam ke Rp17.762 dari Rp17.717.
Emas Tetap Amati US$4.700 Jelang Pidato Ketua The Fed Warsh

Emas Tetap Amati US$4.700 Jelang Pidato Ketua The Fed Warsh

Emas berupaya untuk menguji kembali tertinggi 15 minggu di US$4.697 pada Kamis pagi. Para pedagang Emas memanfaatkan penurunan Dolar AS (USD) yang dipicu sentimen pasar yang positif, mengabaikan data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) inti AS yang panas untuk bulan Juli.
Bitcoin Bertahan di $78.000 di Tengah Kejutan PCE AS – SPX6900, VeChain Reli

Bitcoin Bertahan di $78.000 di Tengah Kejutan PCE AS – SPX6900, VeChain Reli

Ripple (XRP) dan Dogecoin (DOGE) menghadapi tekanan sisi bawah setelah kenaikan dua digit pekan lalu, sementara Solana (SOL) melanjutkan rally-nya ke $100. Prospek teknis untuk XRP, SOL, dan DOGE menunjukkan potensi sisi atas seiring pasar yang lebih luas mempertahankan sentimen risk-on.
Berikut yang perlu Anda ketahui untuk Kamis, 27 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui untuk Kamis, 27 Agustus:

Dolar AS (USD) menguat pada hari Rabu, dengan Indeks Dolar AS (DXY) naik menuju 99,20 saat para pedagang menutup posisi menjelang Simposium Jackson Hole. Sentimen risiko membaik setelah laporan mengenai gencatan senjata AS-Iran yang akan membuka kembali Selat Hormuz, yang mengurangi permintaan terhadap Emas saat Dolar AS menguat

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA