IHSG Melemah ke 8.103, Tekanan Global dan Kehati-hatian Investor Masih Dominan


  • IHSG turun 0,53% ke 8.103, dengan sektor energi, infrastruktur, dan industri memimpin pelemahan.
  • Rupiah melemah tipis ke sekitar Rp16.818 per dolar AS di tengah penguatan dolar global.
  • Sentimen eksternal, isu MSCI, serta dinamika kebijakan moneter AS masih membentuk arah pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih konsolidasi dan ditutup melemah pada perdagangan Kamis, turun 0,53% ke level 8.103 setelah sempat bergerak di kisaran 8.102-8.214 sepanjang sesi. Tekanan terutama datang dari sektor sektor energi (-1,20%), infrastruktur (-1,23%), dan industri (-1,35%), sementara sebagian indeks lain seperti saham non-siklikal (+0,79%), SRI-KEHATI (+0,37%), dan DBX (+0,27%) masih mencatat penguatan terbatas. Pelemahan pasar saham ini sejalan dengan pergerakan rupiah yang juga melemah tipis, dengan pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 16.818 dalam rentang 16.770-16.860, di tengah penguatan dolar global serta kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Data terbaru domestik menjadi penopang bagi fundamental pasar saham – menunjukkan ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil. Produk domestik bruto sepanjang 2025 naik 5,11%, sedikit melampaui ekspektasi pasar, sementara pertumbuhan kuartal IV mencapai 5,39% secara tahunan. Meski pertumbuhan kuartalan melambat ke 0,86%, aktivitas ekonomi dinilai masih terjaga.

Namun, sentimen struktural pasar modal masih menjadi perhatian. Upaya peningkatan transparansi kepemilikan saham dan free float terus dilakukan, meski risiko potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market oleh MSCI belum sepenuhnya hilang. Jika terjadi, Indonesia berpotensi bergabung dengan negara seperti Vietnam dalam kategori tersebut, walaupun sejumlah analis menilai reformasi yang sedang berjalan berada di jalur yang tepat untuk menjaga daya tarik investasi.

Dari eksternal, pasar sempat lebih berhati-hati menyusul laporan potensi hambatan negosiasi AS-Iran, meski kedua pihak kemudian memastikan dialog tetap berlangsung. Selain itu, pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve turut menjadi perhatian, mengingat pandangannya yang relatif hawkish terhadap inflasi namun tetap berbasis data ekonomi.

Sementara itu, kontrak berjangka saham AS bergerak terbatas dengan arah bervariasi. Dow Jones melemah tipis sekitar 0,05%, sedangkan kontrak S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik sekitar 0,14% dan 0,37% menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi besar serta data ketenagakerjaan terbaru. Pada sesi sebelumnya, S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq melemah 1,51%, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap dinamika sektor teknologi dan perkembangan AI.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

AUD/USD tetap Ditawarkan di Bawah 0,7000

AUD/USD tetap Ditawarkan di Bawah 0,7000

Penjualan yang luas di seluruh aset yang sensitif terhadap risiko membebani Dolar Australia pada hari Kamis, dengan AUD/USD menambah pullback hari Rabu dan tergelincir kembali di level kunci 0,7000 seiring Dolar AS melanjutkan kenaikannya. Melihat ke depan, fokus domestik berikutnya di Australia akan menjadi angka Belanja Rumah Tangga pada 9 Februari.

EUR/USD tetap lemah di dekat 1,1800

EUR/USD tetap lemah di dekat 1,1800

EUR/USD tetap melemah pada hari Kamis, diperdagangkan dekat support 1,1800 menjelang pembukaan pasar di Asia. Pullback pasangan ini terjadi di tengah kenaikan lebih lanjut pada Greenback, sementara para investor terus menilai keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah

Emas gagal mempertahankan kenaikan di atas $5.000 untuk hari ketiga berturut-turut

Emas gagal mempertahankan kenaikan di atas $5.000 untuk hari ketiga berturut-turut

Emas kembali berada di bawah tekanan pada hari Kamis, merosot kembali menuju wilayah $4.800 per troy ons. Dolar AS yang lebih kuat menekan logam kuning ini, meskipun sentimen secara keseluruhan tetap risk off. Meskipun demikian, penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS di seluruh kurva membantu membatasi sisi negatif dan, setidaknya untuk saat ini, membatasi kedalaman pullback.

Ethereum Terjun di Bawah $2.000 Saat Tingkat Pendanaan Kembali ke Wilayah Negatif

Ethereum Terjun di Bawah $2.000 Saat Tingkat Pendanaan Kembali ke Wilayah Negatif

Ethereum telah menembus di bawah $2.000 pada hari Kamis, memperpanjang penurunannya menjadi sekitar 30% selama seminggu terakhir. Langkah ini mengikuti jatuhnya tingkat pendanaan Ethereum, yang telah kembali ke wilayah negatif setelah sempat berbalik positif.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 6 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 6 Februari:

Pasar finansial berputar di sekitar keputusan kebijakan moneter bank sentral Eropa. Pertama, BoE memberikan keputusan dovish, memicu kelemahan jangka pendek pada Pound Sterling karena Komite Kebijakan Moneter memberikan suara 5–4 untuk mempertahankan Suku Bunga di 3,75%, dengan Gubernur Andrew Bailey mengatakan "seharusnya ada ruang untuk beberapa pelonggaran kebijakan lebih lanjut" di akhir tahun ini.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA