IHSG Ditutup Menguat ke 6.401 saat Berlangsungnya RAPBN 2027, Kesehatan dan Properti Pimpin Reli


  • IHSG ditutup melonjak 1,59% ke 6.401, tepat di level tertinggi harian setelah sempat turun ke 6.267.
  • Sektor kesehatan, properti, dan energi memimpin kenaikan, sementara saham-saham perbankan besar bergerak lebih terbatas.
  • Sentimen Wall Street yang positif memberikan dukungan eksternal, sedangkan RAPBN 2027 baru mulai disampaikan menjelang berakhirnya perdagangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat tajam pada perdagangan Jumat dan ditutup naik 1,59% atau 100 poin ke 6.401, setelah melemah 1,13% pada Kamis. Penguatan dipimpin sektor kesehatan, properti, dan energi, sementara kelompok saham perbankan besar tertinggal. Dari eksternal, rekor baru Wall Street memberikan dukungan bagi sentimen risiko, sedangkan penyampaian RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto baru dimulai menjelang berakhirnya perdagangan.

IHSG dibuka di 6.296, sedikit di bawah penutupan sebelumnya di 6.301, dan sempat turun hingga 6.267 sebelum berbalik menguat. Indeks terus naik hingga mencapai 6.401 dan mengakhiri perdagangan tepat di level tertinggi harian. Sepanjang sesi, volume transaksi saham mencapai 31,12 miliar lembar dengan nilai Rp12,43 triliun dan frekuensi sebanyak 1,73 juta kali.

Kesehatan dan Properti Pimpin Penguatan, Bank Besar Tertinggal

Penguatan berlangsung cukup luas, dengan IDXHEALTH melonjak 3,10%, diikuti IDXPROPERT 3,00% dan IDXENERGY 2,66%. Sebaliknya, indeks yang banyak diisi saham perbankan bergerak jauh lebih terbatas, dengan INFOBANK15 naik 0,28% dan PRIMBANK10 hanya menguat 0,24%. Di dalam PRIMBANK10, BBNI dan PNBN masing-masing naik 0,6%, sedangkan BBCA turun 0,4%.

Di antara saham yang aktif diperdagangkan, CUAN turun 1,8% ke 825 dan TPIA melemah 2,4% ke 2.010, sementara BNBR menguat 2,0% ke 101.

Wall Street Cetak Rekor, Deutsche Bank Soroti Meluasnya Reli

Dari pasar global, Wall Street menguat pada sesi sebelumnya, dengan S&P 500 naik 0,65%, Nasdaq 0,81%, dan Dow Jones 0,13%. Para ahli strategi Deutsche Bank menilai data inflasi AS yang lebih lunak dan harga minyak yang sebelumnya lebih rendah menciptakan arus berita yang lebih dovish bagi pasar, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga. “Semua arus berita dovish ini menguntungkan saham AS,” tulis mereka. Deutsche Bank juga menyoroti bahwa reli mulai meluas di luar saham-saham teknologi besar, menandakan partisipasi pasar yang semakin luas.

IHSG tetap melesat meski bursa Asia tidak bergerak searah, dengan sentimen pasar lebih sejalan dengan penguatan Wall Street serta kenaikan KOSPI dan Nikkei. KOSPI melonjak 2,42%, Nikkei naik 0,59%, dan STI menguat 0,41%, sementara Shanghai Composite nyaris datar dengan kenaikan 0,01%. Di sisi lain, Hang Seng turun 1,10% dan ASX melemah 0,80%.

Pelaku pasar selanjutnya menunggu Penjualan Ritel AS Juli dan data awal Sentimen Konsumen University of Michigan Agustus pada Jumat malam untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kekuatan konsumsi AS dan arah ekspektasi suku bunga The Fed.

RAPBN 2027 Baru Masuk Menjelang Penutupan

Di dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada penyampaian RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, dengan inflasi 2,5%, asumsi nilai tukar Rupiah Rp17.500 per Dolar AS, dan imbal hasil SBN 10 tahun 6,9%. Pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.426 triliun, sementara belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Defisit anggaran dipatok Rp671,2 triliun atau 2,40% terhadap PDB, lebih rendah dari proyeksi defisit 2026 sebesar 2,85% PDB.

Namun, pidato RAPBN tersebut baru dimulai sekitar 15.45 WIB, ketika perdagangan saham domestik tinggal menyisakan beberapa menit. Dengan demikian, sebagian besar kenaikan IHSG telah terjadi sebelum perincian RAPBN disampaikan, sehingga respons pasar terhadap arah fiskal dan asumsi makro pemerintah kemungkinan baru akan terlihat lebih jelas pada perdagangan pekan depan.

IHSG Kembali Tembus 6.400

Secara teknis, penutupan di 6.401 membawa IHSG kembali menembus level psikologis penting 6.400. Jika indeks mampu bertahan di atas area tersebut, resistance berikutnya berada di 6.459 (tertinggi 4 Agustus), kemudian batas atas Ascending Triangle di 6.504. Sebaliknya, jika kembali turun di bawah level psikologis penting, area 6.300 menjadi level utama yang perlu diperhatikan, di bawahnya terdapat area 6.238–6.230 (terendah 4 Agustus dan terendah 11 Agustus).

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Indeks Sentimen Konsumen UoM Diprakirakan Melunak saat Kekhawatiran Inflasi dan Pasar Tenaga Kerja Membayangi

Indeks Sentimen Konsumen UoM Diprakirakan Melunak saat Kekhawatiran Inflasi dan Pasar Tenaga Kerja Membayangi

University of Michigan (UoM) akan merilis estimasi pendahuluan Indeks Sentimen Konsumen bulan Agustus pada hari Jumat.
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.820; PPI AS Redakan Taruhan The Fed, RAPBN 2027 Disorot

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.820; PPI AS Redakan Taruhan The Fed, RAPBN 2027 Disorot

Rupiah Indonesia (IDR) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Jumat, dengan pasangan mata uang USD/IDR ditutup di Rp17.820, turun 40 poin dari Rp17.860 pada Kamis.
Emas Memantul dari Terendah Mingguan di Tengah Memudarnya Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Emas Memantul dari Terendah Mingguan di Tengah Memudarnya Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) rebound pada hari Jumat setelah membuka hari di wilayah negatif dan turun ke terendah baru mingguan di US$4.311. Pada saat berita ini ditulis, logam mulia diperdagangkan di sekitar US$4.350, didukung oleh Dolar AS (USD) yang lebih lemah dan memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Bitcoin SV Mencapai Tertinggi Tiga Bulan, Mengincar Penembusan EMA 200-Hari

Bitcoin SV Mencapai Tertinggi Tiga Bulan, Mengincar Penembusan EMA 200-Hari

Bitcoin SV naik hampir 2% memperpanjang tren naik yang stabil selama dua minggu terakhir. Kekuatan ritel meningkat di BSV di tengah berbagai kerentanan yang ditemukan dalam ekosistem Bitcoin. Prospek teknis Bitcoin SV bullish karena harga menguji penembusan ke sisi atas di atas Exponential Moving Average 200-hari di $15,39.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 14 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 14 Agustus:

Dolar AS berusaha keras untuk tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya, tetapi berhasil membatasi penurunannya saat para investor menilai ulang prospek kebijakan The Fed, sambil mengevaluasi perkembangan di Timur Tengah. Pada paruh kedua hari ini, data Penjualan Ritel bulan Juli dan Indeks Sentimen Konsumen pendahuluan dari Universitas Michigan dari AS akan diawasi dengan cermat oleh para pelaku pasar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA