• IHSG naik 1,04% ke 6.409 dan berakhir tepat di level tertinggi harian.
  • Infrastruktur menguat 2,17%, sementara TPIA, BBRI, dan BUMI naik di antara saham dengan nilai transaksi terbesar.
  • Bursa Asia bergerak beragam ketika pasar menunggu NFP AS, sementara cadangan devisa Indonesia turun tipis pada Juli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Jumat, naik 1,04% atau 65,94 poin ke 6.409,65. Sektor infrastruktur memimpin kenaikan, sementara sejumlah saham aktif seperti TPIA, BBRI, dan BUMI bergerak lebih tinggi. IHSG mampu mempertahankan momentum meski Wall Street ditutup lebih rendah dan bursa Asia bergerak beragam menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS malam ini. Dari dalam negeri, pasar mencermati penurunan tipis Cadangan Devisa Juli serta perkembangan transformasi BUMN.

IHSG dibuka di 6.352,38 dan sempat turun ke 6.347,43 sebelum berbalik naik hingga berakhir tepat di level tertinggi harian 6.409,65. Sepanjang perdagangan, volume transaksi saham mencapai 36,88 miliar lembar dengan nilai Rp16,45 triliun dan frekuensi sebanyak 2,19 juta kali.

Sektor infrastruktur menguat 2,17%, indeks INFOBANK15 naik 0,99%, dan sektor kesehatan bertambah 0,11%, sedangkan barang konsumen siklikal melemah 0,69%. Sejumlah saham aktif mencatat kenaikan, dipimpin TPIA yang melonjak 4,7% ke 2.230, disusul BUMI 4,5% ke 187 dan BBRI 3,0% ke 3.130. DSSA dan BBCA masing-masing naik 0,5% dan 0,4%.

Cadangan Devisa Turun Tipis, Transformasi BUMN Berlanjut

Dari dalam negeri, Cadangan Devisa Indonesia turun menjadi US$145,3 miliar pada Juli dari US$145,6 miliar pada Juni. Indeks Harga Properti tumbuh 0,69% secara tahunan pada kuartal II, sedikit lebih cepat dibandingkan kenaikan 0,62% pada kuartal sebelumnya.

Pemerintah juga melaporkan perkembangan program transformasi BUMN. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan 274 entitas telah menjalani proses streamlining. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penyederhanaan 652 perusahaan yang nantinya akan menyisakan sekitar 250 entitas BUMN.

Bursa Asia Beragam Jelang NFP AS

Bursa Asia bergerak beragam pada Jumat ketika investor berhati-hati menjelang laporan ketenagakerjaan AS. Nikkei 225 turun 0,12%, KOSPI melemah 0,60%, dan ASX terkoreksi 0,09%. Di sisi lain, Shanghai Composite naik 1,02% dan Hang Seng bertambah 0,54%. Sentimen terhadap saham Tiongkok turut ditopang data ekspor Juli yang kuat, terutama berkat permintaan global terhadap produk teknologi terkait AI. Ekspor Tiongkok pada Juli tumbuh 23,9% secara tahunan, melampaui prakiraan, dengan ekspor semikonduktor dan produk teknologi tinggi mencatat kenaikan kuat.

Wall Street ditutup lebih rendah pada Kamis ketika investor berhati-hati menjelang NFP, sementara kenaikan harga minyak akibat meningkatnya kembali ketegangan terkait Selat Hormuz menambah tekanan. Dow Jones turun 0,85%, S&P 500 melemah 0,18%, dan Nasdaq Composite turun tipis 0,06%. Sejumlah saham teknologi juga tertekan setelah laporan keuangan yang mengecewakan. NFP AS malam ini akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).

IHSG Menembus Resistance 6.400

Secara teknis, kenaikan Jumat memperkuat momentum pemulihan IHSG setelah indeks menembus resistance psikologis 6.400 yang membatasi kenaikan pada perdagangan sebelumnya. IHSG ditutup tepat di level tertinggi harian 6.409, berbeda dari Kamis ketika gap naik gagal dipertahankan. Indeks juga tetap berada di atas garis tren naik yang menjadi batas bawah Ascending Triangle.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari naik dari 61,09 menjadi 64,23, masih berada di atas level netral 50 dan belum memasuki area jenuh beli. Resistance berikutnya berada di 6.454 (tertinggi 23 Juli), kemudian batas atas Ascending Triangle di sekitar 6.487. Level psikologis 6.400 kini menjadi support terdekat, disusul 6.340 level yang membatasi kenaikan pada 21 Juli dan 6.324–6.300 (terendah 6 Agustus dan level psikologis). Support berikutnya tetap berada di 6.238–6.200 (terendah 4 Agustus dan level psikologis).

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Nonfarm Payrolls AS Diprakirakan Naik 80 Ribu pada Juli

Nonfarm Payrolls AS Diprakirakan Naik 80 Ribu pada Juli

Bureau of Labor Statistics (BLS) Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk bulan Juli pada hari Jumat pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).
USD/IDR: Rupiah Menutup Pekan di Rp17.885, NFP AS Menjadi Fokus

USD/IDR: Rupiah Menutup Pekan di Rp17.885, NFP AS Menjadi Fokus

Rupiah Indonesia (IDR) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat hingga ditutup di Rp17.885 per Dolar AS (USD). Pergerakan tersebut menyeret pasangan mata uang USD/IDR turun 25 poin atau sekitar 0,14% dari Rp17.910 pada Kamis, setelah dibuka di 17.898. Sementara kurs referensi JISDOR Bank Indonesia ditetapkan di Rp17.913 per Dolar AS.
Pekan Depan – Data IHK AS, Ringkasan BoJ dan Keputusan RBA Jadi Sorotan

Pekan Depan – Data IHK AS, Ringkasan BoJ dan Keputusan RBA Jadi Sorotan

Dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya minggu ini, menyusul berita utama yang mengisyaratkan kemajuan dalam konflik Timur Tengah antara AS dan Iran. Greenback hanya menguat sedikit terhadap yen Jepang.
Prakiraan Harga Shiba Inu: SHIB berisiko mengalami penurunan lebih dari 10% di tengah menurunnya tingkat pembakaran

Prakiraan Harga Shiba Inu: SHIB berisiko mengalami penurunan lebih dari 10% di tengah menurunnya tingkat pembakaran

Shiba Inu bergerak lebih rendah, menghadapi tekanan sisi negatif di tengah sentimen risk-off yang lebih luas di pasar mata uang kripto (cryptocurrency), termasuk penundaan pemungutan suara CLARITY Act. Penurunan tingkat pembakaran token SHIB dan dukungan ritel memperingatkan potensi pelemahan yang lebih dalam pada koin meme ini.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 7 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 7 Agustus:

Dolar AS menjadi sangat tenang pada Jumat pagi karena para investor menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang laporan ketenagakerjaan bulan Juli yang sangat dinantikan, yang akan menampilkan Tingkat Pengangguran, Nonfarm Payrolls, dan data inflasi upah. Statistics Canada juga akan menerbitkan data pasar tenaga kerja untuk bulan Juli nanti pada hari itu.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA