IHSG Ditutup Melemah 0,17% ke 6.185, Saham Bank Batasi Tekanan di Tengah Sentimen BI


  • IHSG ditutup turun 0,17% atau 10 poin ke 6.185 setelah bergerak dalam rentang 6.144–6.219.
  • Sektor industri, keuangan, dan teknologi menguat, tetapi belum mampu mengimbangi koreksi infrastruktur dan properti.
  • IHSG tertinggal dari mayoritas bursa Asia ketika pasar domestik mencermati transisi kepemimpinan Bank Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% atau 10 poin ke 6.185 pada perdagangan Senin setelah sempat turun hingga 6.144, ketika kekhawatiran terhadap transisi kepemimpinan Bank Indonesia membuat pasar domestik tertinggal dari penguatan mayoritas bursa Asia. Kenaikan sektor industri, keuangan, dan teknologi, termasuk saham perbankan, membantu membatasi tekanan dari infrastruktur dan properti.

Indeks dibuka di 6.185 dan sempat naik ke level tertinggi 6.219, sebelum berbalik turun. Pemulihan dari level terendah harian membawa IHSG kembali ke posisi pembukaan, tetapi belum cukup untuk melampaui penutupan Jumat di 6.196.

Saham Bank Membatasi Tekanan

Pergerakan sektoral terlihat beragam. Sektor industri memimpin kenaikan sebesar 0,68%, disusul keuangan 0,44% dan teknologi 0,31%. Di kelompok perbankan, sejumlah konstituen PRIMBANK10 turut menguat, dengan BBTN naik 1,2% ke 1.220, BNGA 0,9% ke 1.655, BMRI 0,7% ke 4.160, dan BBCA 0,4% ke 6.300.

Di sisi lain, infrastruktur menjadi penekan terbesar setelah turun 1,26%, diikuti properti yang melemah 0,82%. Pasar juga mencermati pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat sementara, terutama terkait kesinambungan kebijakan dan persepsi terhadap independensi bank sentral. Pada hari yang sama, Rupiah melemah hingga di atas Rp18.000 per Dolar AS.

IHSG Tertinggal dari Bursa Asia

Pelemahan IHSG berlawanan dengan pergerakan positif mayoritas bursa Asia. ASX memimpin kenaikan sebesar 1,39%, disusul Shanghai Composite 1,15%, Hang Seng 0,98%, KOSPI 0,97%, STI 0,55%, dan Nikkei 0,50%. Sentimen regional terbantu oleh jeda serangan antara Amerika Serikat dan Iran yang menekan harga minyak serta mengangkat kontrak berjangka Wall Street.

Wall Street sebelumnya ditutup beragam pada Jumat, dengan Dow Jones menguat 0,46% dan S&P 500 naik tipis 0,05%, sementara Nasdaq turun 0,64%. Deutsche Bank mencatat S&P 500 secara mingguan melemah 0,61% dan membukukan penurunan pekan kedua berturut-turut. Perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon, yang akan membantu menentukan apakah antusiasme pasar terhadap investasi terkait kecerdasan buatan tetap terjaga.

Perhatian pasar pada Senin malam beralih ke Pesanan Barang Tahan Lama AS bulan Juni, terutama pesanan di luar transportasi dan barang modal nonpertahanan di luar pesawat. Fokus kemudian tertuju pada keputusan Federal Reserve hari Rabu, dengan seluruh ekonom dalam jajak pendapat Reuters memprakirakan suku bunga dipertahankan pada 3,50%–3,75%. Estimasi awal Produk Domestik Bruto AS Kuartal II dan Indeks Harga PCE bulan Juni dijadwalkan terbit pada Kamis.

IHSG Gagal Bertahan di Atas Batas Descending Channel

Dari sudut pandang teknis, IHSG masih bergerak di dalam pola descending channel. Indeks hanya mencapai level tertinggi 6.219 pada perdagangan Senin, masih berada di bawah batas atas pola yang terletak di sekitar 6.295–6.300, sebelum kembali turun dan ditutup melemah 0,17% di 6.185. Pergerakan tersebut menunjukkan pemulihan belum cukup kuat untuk kembali menguji batas atas pola.

Level terendah Senin di 6.144 menjadi support terdekat setelah sedikit melampaui level terendah Jumat di 6.159. Penurunan lanjutan akan mengarahkan perhatian ke area 6.000–5.900 yang membatasi sisi bawah pergerakan pada 10–15 Juli, sebelum support berikutnya di 5.600 dekat level terendah 1 Juli. Sebaliknya, IHSG perlu melewati level tertinggi Senin di 6.219, kemudian batas atas descending channel di sekitar 6.295–6.300, untuk membuka peluang menuju resistance psikologis 6.400. Relative Strength Index (RSI) harian turun tipis ke 53,79 dari 54,38 pada Jumat. Indikator tersebut masih berada di wilayah netral, tetapi penurunannya menunjukkan momentum kenaikan kembali melemah.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi yang terdapat pada halaman-halaman ini mencakup pernyataan berwawasan ke depan yang mengandung risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen keuangan yang dibahas pada halaman ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan sama sekali tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tersebut. Anda harus melakukan riset menyeluruh secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini sepenuhnya bebas dari kekeliruan, kesalahan, atau pernyataan keliru yang bersifat material. FXStreet juga tidak menjamin bahwa informasi ini selalu terkini. Berinvestasi di pasar terbuka melibatkan risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal investasi Anda, serta tekanan emosional. Seluruh risiko, kerugian, dan biaya yang berkaitan dengan investasi, termasuk kehilangan seluruh modal pokok, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Pandangan dan opini yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi FXStreet maupun para pengiklannya. Penulis tidak bertanggung jawab atas informasi yang terdapat pada tautan-tautan yang dicantumkan di halaman ini.

Kecuali dinyatakan secara tegas dalam isi artikel, pada saat penulisan, penulis tidak memiliki posisi investasi pada saham apa pun yang disebutkan dalam artikel ini dan tidak memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan mana pun yang disebutkan. Penulis tidak menerima kompensasi atas penulisan artikel ini selain dari FXStreet.

FXStreet dan penulis tidak memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Penulis tidak memberikan jaminan atau pernyataan mengenai keakuratan, kelengkapan, maupun kesesuaian informasi ini. FXStreet dan penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, maupun kerugian, cedera, atau kerusakan apa pun yang timbul akibat informasi ini serta penyajian atau penggunaannya. Segala kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi dikecualikan dari tanggung jawab.

Penulis dan FXStreet bukan penasihat investasi terdaftar, dan tidak ada satu pun bagian dari artikel ini yang dimaksudkan sebagai nasihat investasi.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Greenback Bertahan Kuat meskipun Kebuntuan Politik AS Membayangi

EUR/USD: Greenback Bertahan Kuat meskipun Kebuntuan Politik AS Membayangi

Pasangan mata uang EUR/USD mengakhiri pekan pertama November diperdagangkan di sekitar 1,1140 setelah menghabiskan hampir sebulan bergerak sideways di sekitar 1,1200. Berita utama yang penting sebagian tertutupi oleh ketidakpastian yang terus berlanjut, dengan pasangan mata uang ini condong bearish tetapi masih terjebak.
Emas: Reli yang Melegakan Pasca Pemilu Paruh Waktu Kehilangan Momentum

Emas: Reli yang Melegakan Pasca Pemilu Paruh Waktu Kehilangan Momentum

Emas (XAU/USD) mencatat rebound yang mengesankan setelah turun ke terendah baru 2026 di bawah US$3.900 pada akhir pekan sebelumnya. Meskipun logam mulia ini terkoreksi dari puncak dua minggu yang ditetapkannya di dekat US$4.150, emas berhasil menutup pekan dengan kenaikan yang meyakinkan. Data inflasi bulan Oktober dari Amerika Serikat dan geopolitik dapat memengaruhi kinerja XAU/USD dalam waktu dekat
Dolar Kanada Menatap 114,7 Ribu Lapangan Pekerjaan yang Hilang dan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar Kanada Menatap 114,7 Ribu Lapangan Pekerjaan yang Hilang dan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar Kanada (CAD) menghadapi tekanan dari dua arah. Pasar tenaga kerja Kanada terus memburuk, sementara penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat (AS) secara signifikan melampaui ekspektasi, memperkuat taruhan pasar pada kenaikan suku bunga lagi oleh Federal Reserve (The Fed). Divergensi ini menempatkan Loonie dalam posisi yang sangat sulit.
Bitcoin: Penjual memperketat cengkeraman saat BTC mengincar kerugian mingguan kelima

Bitcoin: Penjual memperketat cengkeraman saat BTC mengincar kerugian mingguan kelima

Bitcoin (BTC) masih berada di bawah tekanan, turun lebih dari 3% pekan ini, diperdagangkan di dekat $75.500 pada hari Jumat dan menuju penurunan mingguan kelima berturut-turut. Arus keluar yang terus berlanjut dari Exchange Traded Funds (ETF) spot BTC yang terdaftar di AS, aksi jual tajam pada saham teknologi AS, dan meningkatnya likuidasi pasar membebani sentimen dan membatasi upaya pemulihan Raja Kripto.
Breaking: Nonfarm Payrolls AS naik 165 Ribu pada Oktober versus 65 Ribu yang Diprakirakan

Breaking: Nonfarm Payrolls AS naik 165 Ribu pada Oktober versus 65 Ribu yang Diprakirakan

Nonfarm Payrolls (NFP) di Amerika Serikat (AS) naik 165 Ribu pada bulan Oktober, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angka ini menyusul kenaikan 60 Ribu yang tercatat pada bulan September (direvisi dari 29 Ribu) dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 65 Ribu dengan selisih yang cukup besar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA