- IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271 setelah sempat menyentuh 8.328, mencerminkan fase konsolidasi.
- Infrastruktur dan perbankan menguat, sementara energi dan transportasi membebani indeks.
- Pasar menakar dampak kesepakatan dagang RI-AS di tengah risiko MSCI dan tekanan fiskal.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan kecenderungan bergerak mendatar pada Jumat, turun tipis 0,03% atau dua poin ke level 8.271 dari posisi sebelumnya 8.274. Indeks dibuka di 8.300, sempat menanjak ke 8.328 sebelum terkoreksi hingga 8.236, mencerminkan pola konsolidasi di tengah tarik-menarik antara akumulasi selektif dan realisasi keuntungan jangka pendek.
Rotasi sektor terlihat cukup tegas. Indeks infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,92% ke 2.328, sejalan dengan lonjakan SMinfra18 sebesar 1,54% ke 289. Indeks perbankan utama (PRIMBANK10) turut menguat 1,11% ke 184, mengindikasikan minat pada saham berkapitalisasi besar yang dinilai lebih stabil saat volatilitas meningkat. Sebaliknya, tekanan muncul pada sektor energi (IDXENERGY) yang turun 1,02% ke 4.296, transportasi (IDXTRANS) yang melemah 1,06% ke 2.215, serta konsumsi non-siklikal (IDXNONCYC) yang terkoreksi 1,54% ke 796.
Pergerakan tersebut berlangsung di tengah perkembangan hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif masuk AS atas produk Indonesia menjadi 19% dari ancaman 32%, dengan pengecualian untuk komoditas strategis seperti sawit, kopi, kakao, karet, dan rempah. Skema kuota bebas bea untuk tekstil juga disetujui. Kesepakatan ditandatangani di Washington oleh Airlangga Hartarto dan Jamieson Greer.
Sebagai timbal balik, Indonesia akan menghapus tarif atas lebih dari 99% produk AS serta melonggarkan hambatan non-tarif, termasuk penghapusan ketentuan kandungan lokal dan pengakuan standar regulator Amerika untuk sektor otomotif, alat kesehatan, dan farmasi. Paket tersebut juga mencakup komitmen pembelian energi, pangan, dan produk penerbangan AS senilai sekitar US$33 miliar, termasuk pesawat Boeing, dengan implementasi efektif 90 hari setelah proses legislasi rampung.
Meski sentimen dagang memberi ruang optimisme, investor belum sepenuhnya mengabaikan risiko struktural yang masih membayangi. Peringatan dari MSCI terkait potensi penurunan status Indonesia menjadi frontier market tetap menjadi perhatian. Bursa Efek Indonesia merespons dengan memperketat aturan transparansi serta menaikkan batas minimum free float menjadi 15% guna menjaga kredibilitas pasar.
Di sisi lain, ruang pemulihan indeks masih terbatas setelah koreksi sekitar 10-12% dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Kekhawatiran fiskal kembali mengemuka seiring risiko defisit yang berpotensi melampaui 3% PDB, sementara rupiah bergerak mendekati Rp17.000 per dolar AS. Moody’s telah menurunkan prospek menjadi negatif, sedangkan FTSE Russell dan S&P Dow Jones Indices masih melanjutkan pemantauan.
Dengan dinamika tersebut, arah pasar selanjutnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi reformasi struktural dan disiplin fiskal. Tanpa fondasi kebijakan yang solid, premi risiko dapat meningkat dan membebani biaya pendanaan, membatasi ruang penguatan indeks dalam jangka pendek.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD: Kembalinya Dolar AS Sedang Dalam Proses?
Dolar AS (USD) berdiri sebagai pemenang di akhir minggu lainnya, dengan pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan dekat terendah empat minggu di 1,1742, sementara USD mempertahankan kekuatannya meskipun ada beberapa data AS yang mengecewakan yang dirilis di akhir minggu.
Emas: Meningkatnya Ketegangan Geopolitik Membantu Membatasi Kerugian
Emas (XAU/USD) berusaha keras untuk melakukan pergerakan yang tegas ke arah mana pun minggu ini saat dengan cepat pulih di atas $5.000 setelah mencatatkan pelemahan pada hari Senin dan Selasa.
GBP/USD: Poundsterling Bersiap untuk Lebih Banyak Tekanan, Saat SMA 200-Hari Diuji
Pound Sterling (GBP) anjlok ke level terendah dalam sebulan terhadap Dolar AS (USD), karena level-level support penting dilanggar dalam minggu yang penuh dengan data.
Bitcoin: Tidak Ada Pemulihan yang Terlihat
Harga Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dalam zona terikat-kisaran, melayang di sekitar $67.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, dan sedikit turun sejauh minggu ini, tanpa tanda-tanda pemulihan.
