• ICBP kesulitan memanfaatkan gap naik pembukaan Senin.
  • Perseroan berencana melakukan buyback saham.
  • RSI 14-Hari bertahan tepat di atas zona jenuh jual.

ICBP lebih tinggi 0,42% dari penutupan minggu lalu untuk menutup sesi I di 6.000. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur dibuka dengan gap atas di 6.050 dan naik untuk mencatatkan tertinggi harian 6.100 di menit-menit pertama pembukaan menyusul kabar bahwa perseroan akan melakukan buyback saham. Namun, saham ini kesulitan untuk mempertahankan kenaikan dan diperdagangkan di bawah level pembukaan hari.

Kinerja ICBP yang disebutkan di atas terjadi di tengah indeks LQ45 yang berpotensi mematahkan penutupan positif lima hari berturut-turut sebelumnya, -0,95% pada penutupan sesi I Senin. Indeks ini terutama ditekan oleh saham Solusi Sinergi Digital (WIFI, -4,48%), Merdeka Copper Gold (MDKA,-5,48%), dan Merdeka Battery Materials (MBMA,-4,26%).

Perseroan akan Buyback Saham

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pasca-penutupan pasar Jumat lalu, perseroan mengungkapkan perincian mengenai rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan.

Perseroan menganggarkan dana maksimal Rp750 miliar yang termasuk biaya-biaya lainnya. Dana ini berasal dari kas internal perseroan. Jumlah saham yang direncanakan dibeli tidak lebih dari 20% dari modal disetor perseroan.

Periode buyback akan berlangsung selama 26 Oktober 2026 sampai 31 Desember 2026. Namun, aksi korporasi ini bisa lebih cepat selesai jika jumlah maksimum pembelian telah dicapai.

Buyback saham diprakirakan tidak akan menurunkan pendapatan. Namun, aksi ini menyebabkan total aset berkurang dari Rp143,98 triliun per Juni 2026 menjadi Rp143,23 triliun. Laba bersih per lembar saham diprakirakan meningkat menjadi Rp321 dari 317.

RSI 14-Hari Berhenti Sejenak setelah Jatuh ke Zona Jenuh Jual

Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 32,75 menunjukkan bahwa momentum bearish karena berada di bawah level netral 50. Namun, indikator momentum ini telah keluar dari zona jenuh jual menyusul kejatuhan ICBP ke terendah baru 2026 pada Selasa pekan lalu. Secara teknis, tren saham ini tetap turun saat berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari.

Resistance signifikan ICBP muncul di 6.300 (penutupan 16 Oktober untuk menutup gap besar pertama), 6.950 (penutupan 15 Oktober, untuk menutup gap besar kedua), dan 7.236 (SMA 200-hari). Sementara untuk sisi bawah, saham ini memiliki support terdekat di 5.500 (terendah 2026 yang diraih pada 20 Oktober), 5.450 (terendah 29 September 2015), dan 5.275 (terendah 31 Oktober 2014).

ICBP
Grafik harian ICBP

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Berusaha Keras Lanjutkan Pemulihan saat Taruhan Hawkish The Fed dan Risiko Iran Dukung USD

Emas Berusaha Keras Lanjutkan Pemulihan saat Taruhan Hawkish The Fed dan Risiko Iran Dukung USD

Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan intraday moderat di atas level psikologis US$4.000 sepanjang awal sesi Eropa, meskipun kurangnya tindak lanjut aksi beli menyarankan kehati-hatian sebelum mengantisipasi pemulihan yang berarti dari level terendah tiga bulan. Pejabat Federal Reserve (The Fed) baru-baru ini memberi sinyal bahwa tidak ada urgensi untuk segera menaikkan suku bunga.
Valas Hari Ini: Sentimen Membaik Sedikit untuk Memulai Pekan Penting Bank Sentral

Valas Hari Ini: Sentimen Membaik Sedikit untuk Memulai Pekan Penting Bank Sentral

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 26 Oktober: Tampaknya ada pergeseran positif dalam sentimen risk pada awal pekan seiring harga minyak mentah melemah. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data sentimen bisnis dari Jerman pada hari Senin.
Emas Menguat di Awal Pekan Kebijakan The Fed

Emas Menguat di Awal Pekan Kebijakan The Fed

Harga Emas menemukan penawaran beli di bawah US$4.000 pada perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Logam mulia ini memulai pekan Federal Reserve (The Fed) dengan bias positif, tetapi secara umum rentan, karena berada lebih dekat ke level terendah tiga bulan US$3.975. Minggu ini, pemicu utama bagi harga Emas adalah pengumuman kebijakan moneter The Fed pada hari Rabu.
Data derivatif dan on-chain Cardano mengonfirmasi penjual memegang kendali

Data derivatif dan on-chain Cardano mengonfirmasi penjual memegang kendali

Cardano melanjutkan pelemahannya, diperdagangkan di bawah US$0,202 setelah tiga pekan berturut-turut mengalami penurunan lebih dari 20% sejak awal Oktober. Tekanan jual terus meningkat seiring melemahnya metrik derivatif, sinyal on-chain bearish, dan prospek teknis yang memburuk mengarah pada risiko penurunan lebih lanjut. Data derivatif menunjukkan bias bearish untuk Cardano.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 26 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 26 Oktober:

Tampaknya ada pergeseran positif dalam sentimen risk pada awal pekan seiring harga minyak mentah melemah. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data sentimen bisnis dari Jerman pada hari Senin. Di akhir pekan ini, semua perhatian akan tertuju pada pertemuan kebijakan bank-bank sentral ekonomi utama, termasuk Reserve Bank of New Zealand, Bank of Canada, Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, dan Bank of Japan.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA