Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 19 Agustus:
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar 99,62 pada awal perdagangan sesi Asia, setelah menunjukkan kenaikan 0,08% sepanjang hari kemarin. Greenback masih berada dalam kisaran sideways sejak akhir Juli di tengah data inflasi dan penjualan ritel yang lemah baru-baru ini yang mengakibatkan menurunnya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September.
Pada akhir perdagangan sesi domestik Selasa, Rupiah ditutup melemah 0,12% ke wilayah Rp17.851 per Dolar AS. Pagi ini, perdagangan offshore menunjukkan pasangan mata uang USD/IDR bergerak di sekitar Rp17.832.
Fokus utama pasar domestik tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) bulan Agustus yang dijadwalkan diumumkan sekitar pukul 07:30 GMT (14:30 WIB). Kalender ekonomi mencantumkan konsensus BI-Rate tidak berubah di 5,75%, disertai suku bunga Deposit Facility tetap di 4,75% dan Lending Facility di 6,5%. RDG berlangsung pada 18-19 Agustus.
Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) memprakirakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% untuk pertemuan kedua setelah pengetatan sebesar 100 bp sejak bulan Mei. Ia melihat BI memiliki ruang untuk melanjutkan jeda di tengah meredanya kemerosotan IDR dan inflasi dalam kisaran target 1,5%-3,5% bank sentral.
Apabila BI mempertahankan suku bunga sesuai konsensus, ini merupakan penahanan suku bunga untuk dua bulan berturut-turut menyusul dua kenaikan suku bunga yang mengejutkan pada bulan bulan Juni masing-masing sebesar 25 bp. Pertemuan ini juga merupakan pertemuan pertama usai ditinggalkan Perry Warjito sebagai Gubernur dengan alasan pribadi.
Selain keputusan suku bunga, BI dijadwalkan menerbitkan data pertumbuhan kredit perbankan bulan Juli. Kredit pada Juni tumbuh 12,67% secara tahunan, meningkat dari 11,51% pada Mei, melanjutkan pertumbuhan selama empat bulan berturut-turut. Data Juli akan memberikan gambaran mengenai perkembangan intermediasi perbankan setelah akselerasi pada bulan-bulan sebelumnya.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Agu 19, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 5.75%
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Stabil di Bawah US$4.350 saat Lonjakan Imbal Hasil Imbangi Dukungan dari Prakiraan Suku Bunga The Fed
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Bergerak di Rp17.832 saat Tunggu Keputusan BI-Rate
Fokus utama pasar domestik tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) bulan Agustus yang dijadwalkan diumumkan sekitar pukul 07:30 GMT (14:30 WIB). Kalender ekonomi mencantumkan konsensus BI-Rate tidak berubah di 5,75%, disertai suku bunga Deposit Facility tetap di 4,75% dan Lending Facility di 6,5%. RDG berlangsung pada 18-19 Agustus.
Prakiraan Harga Dolar Australia: Kenaikan Tambahan Tampak Mungkin
Volatilitas Bitcoin Turun di Bawah Nasdaq saat Aktivitas Pasar Mencapai Level Terendah Multi-Tahun
Ethereum melanjutkan pola konsolidasinya selama sepekan terakhir dengan beberapa metrik on-chain dan derivatif utama menunjukkan para pedagang masih ragu untuk kembali ke pasar. Kepemilikan di beberapa kelompok dompet sebagian besar tidak berubah selama sepekan terakhir. Dompet yang menyimpan 10 Ribu-100 Ribu ETH, yang juga diklasifikasikan sebagai paus, mencatat arus masuk moderat hanya 10 Ribu ETH.