Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Kamis, 8 Oktober:
Indeks Dolar AS di 102,23 yang turun 0,05% pada basis harian, menyusul ditutup naik 0,43% kemarin di tengah Risalah Rapat FOMC terbaru yang dirilis kemarin pada pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Sebagian peserta menilai bahwa kenaikan suku bunga lainnya pada akhir tahun mungkin tepat. Meskipun demikian, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober semakin menyusut menjadi 19,4% berdasarkan CME FedWatch tool, terutama setelah data tenaga kerja AS September yang lebih lemah dari prakiraan.
Kalender ekonomi AS hari ini memuat data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Di samping data, para pedagang akan memperhatikan pernyataan pejabat The Fed, Waller dan Musalem, untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang keputusan suku bunga The Fed terdekat.
Sementara itu di sisi Rupiah, mata uang ini berada di area 17.892 per Dolar AS, melemah 0,18% setelah dibuka di 17.875. Pada dasarnya mata uang ini bergerak sideways setelah sempat menguat ke 17.830 pada akhir bulan lalu.
Sorotan beralih ke kalender ekonomi Indonesia hari ini. Bank Indonesia dijadwalkan akan merilis data Keyakinan Konsumen September pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Pada bulan sebelumnya, Keyakinan Konsumen Indonesia sebesar 118,5 dan tidak ada prakiraan konsensus untuk data ini.
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Tergelincir saat Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed Berhadapan dengan Risiko Minyak Timur Tengah
Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah di Area 17.892, Menantikan Data Keyakinan Konsumen
Emas Turun ke Terendah Dua Bulan Dekat US$4.100 di Tengah Penguatan Dolar AS
Mata Uang Kripto Menghadapi Risiko Keamanan Baru saat Peneliti Ethereum Memperingatkan Potensi Kerusakan ECDSA
Peneliti Ethereum (ETH) Justin Drake telah mendesak industri kripto untuk mulai bersiap menghadapi potensi terobosan yang dapat melemahkan sistem kriptografi yang mengamankan aset-aset digital. Dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu, Drake menyerukan agar industri dengan tenang memasuki apa yang ia sebut sebagai “bunker mode.”