• EUR/JPY turun ke dekat 185,50 menjelang hitung mundur data HICP Zona Euro untuk bulan Agustus.
  • Tekanan inflasi meningkat di Jerman, Prancis, dan Spanyol pada bulan Agustus.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade di tengah ekspektasi BoJ yang cenderung hawkish.

Euro (EUR) diperdagangkan lesu di sekitar 185,50 terhadap Yen Jepang (JPY) selama sesi perdagangan Eropa pada hari Selasa. Mata uang utama ini berada di bawah tekanan ringan menjelang data kilat Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) Zona Euro untuk bulan Agustus, yang akan dipublikasikan pada pukul 09:00 GMT (16:00 WIB).

Menjelang data inflasi Zona Euro, angka HICP dari Jerman, Prancis, dan Spanyol menunjukkan bahwa tekanan harga meningkat.

Eurostat diprakirakan akan menunjukkan bahwa pertumbuhan HICP utama tetap lebih kuat di 3,3% Year-on-Year (YoY) dibandingkan 2,9% pada bulan Juli. HICP inti—yang tidak termasuk komponen volatil seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau—tumbuh dengan laju stabil 2,5% YoY.

Data HICP Zona Euro kemungkinan akan berdampak signifikan terhadap ekspektasi suku bunga Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Untuk saat ini, para pelaku pasar melihat ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan ini.

ECB Dipandang akan Memberikan Kenaikan Asuransi meskipun Tekanan Putaran Kedua Tetap Lemah

Para ahli strategi ING berpendapat bahwa, "meskipun hanya ada sedikit bukti adanya efek putaran kedua yang berkelanjutan, Bank Sentral Eropa hampir pasti akan kembali menaikkan suku bunga minggu depan." Menurut pandangan mereka, langkah ini masih sesuai dengan klasifikasi kenaikan "asuransi", yang bertujuan memperkuat narasi disinflasi alih-alih merespons lonjakan inflasi baru. Namun, mereka memperingatkan bahwa "pengetatan lebih lanjut dari sana—yang secara luas sudah diprakirakan oleh pasar—justru akan mengindikasikan bahwa ECB melihat kebijakan restriktif sebagai suatu keharusan, sebuah langkah yang jauh lebih berani kecuali data menunjukkan tren kenaikan inflasi inti."

Di sisi Tokyo, melonjaknya Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang memberikan bantalan bagi Yen Jepang.

Imbal Hasil Obligasi Jepang Mencapai Tonggak Sejarah saat Pasar Meningkatkan Taruhan Kenaikan BoJ

Para analis di Danske Bank menyoroti bahwa di Jepang, perhatian tertuju pada imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun, yang “naik ke 3% untuk pertama kalinya sejak 1996,” sebuah pergerakan yang mereka kaitkan dengan komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyatakan bahwa BoJ seharusnya “menaikkan suku bunga lebih agresif.” Danske Bank mencatat bahwa pasar sebelumnya sudah “memprakirakan probabilitas tinggi kenaikan 25 basis poin ke 1,25% pada pertemuan September,” tetapi pernyataan Bessent telah “menambah tekanan,” dengan investor kini “memprakirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 70%.”

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Thn/Thn)

Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) mengukur perubahan harga sekeranjang barang dan jasa yang representatif di Uni Moneter Eropa. HICP, yang dirilis oleh Eurostat setiap bulan, diharmonisasikan karena metodologi yang sama digunakan di semua negara anggota dan kontribusinya ditimbang. Pembacaan YoY membandingkan harga pada bulan referensi dengan tahun sebelumnya. Secara umum, pembacaan yang tinggi dianggap sebagai bullish bagi Euro (EUR), sementara pembacaan yang rendah dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Sep 01, 2026 09.00 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 3.3%

Sebelumnya: 2.9%

Sumber: Eurostat

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Turun ke Hampir Terendah Dua Pekan, di Bawah US$4.400

Emas Turun ke Hampir Terendah Dua Pekan, di Bawah US$4.400

Emas (XAU/USD) melemah lebih lanjut di bawah level US$4.400, menyentuh level terendah hampir dua minggu selama paruh pertama sesi Eropa pada hari Selasa. Para pedagang meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga pada bulan September menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh pada hari Jumat lalu.
USD/IDR: Rupiah Bertahan di Rp17.710, Surplus Dagang Imbangi Minyak jelang ISM dan JOLTS AS

USD/IDR: Rupiah Bertahan di Rp17.710, Surplus Dagang Imbangi Minyak jelang ISM dan JOLTS AS

Rupiah Indonesia (IDR) mengakhiri perdagangan Selasa tanpa perubahan terhadap Dolar AS (USD), dengan pasangan mata uang USD/IDR ditutup di Rp17.710, sama dengan posisi Senin. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia (BI), di sisi lain, menguat 19 poin menjadi Rp17.727 dari Rp17.746.
Valas Harian: Dolar Sulit Melepaskan Diri dari Tema Debasement Trade

Valas Harian: Dolar Sulit Melepaskan Diri dari Tema Debasement Trade

Dolar gagal mempertahankan kenaikan pasca-Jackson Hole. Kami menduga kinerja yang lebih lemah pada imbal hasil AS tenor panjang menjaga pasar tetap waspada terhadap lebih banyak intervensi Treasury, sehingga mendorong debasement trade.
Emas Turun ke Hampir Terendah Dua Pekan, di Bawah US$4.400

Emas Turun ke Hampir Terendah Dua Pekan, di Bawah US$4.400

Emas (XAU/USD) melemah lebih lanjut di bawah level US$4.400, menyentuh level terendah hampir dua minggu selama paruh pertama sesi Eropa pada hari Selasa. Para pedagang meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga pada bulan September menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh pada hari Jumat lalu.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Selasa, 1 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Selasa, 1 September:

Aksi di pasar finansial tetap relatif tenang pada hari perdagangan pertama bulan September karena perhatian para investor beralih ke angka inflasi pendahuluan bulan Agustus dari Zona Euro dan rilis data makroekonomi tingkat menengah dari Amerika Serikat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA