- Euro turun ke dekat 1,1460 terhadap Dolar AS setelah memangkas kenaikan sebelumnya.
- Harga energi yang tinggi telah memunculkan kembali ekspektasi inflasi global lebih tinggi.
- Presiden AS, Trump, memperingatkan akan menyerang infrastruktur Iran.
Euro (EUR) diperdagangkan sedikit lebih rendah ke dekat 1,1460 terhadap Dolar AS (USD) selama perdagangan sesi Eropa pada hari Kamis setelah memangkas kenaikan sebelumnya. Pasangan mata uang EUR/USD berbalik arah saat Dolar AS bangkit kembali di tengah kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi akibat ketegangan di Timur Tengah akan membuat proyeksi inflasi global tetap tidak terjangkar.
Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan sedikit lebih tinggi ke dekat 100,57.
Harga minyak mentah kemungkinan akan tetap lebih tinggi karena pasokan energi global diprakirakan tetap terganggu di tengah kekhawatiran bahwa agresi militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan meluas. Pada hari ini, seorang juru bicara tentara Iran mengatakan bahwa AS terus menyerang beberapa wilayah, sambil memperingatkan bahwa perang akan menyebar ke arena-arena baru, lapor Islamic Republic News Agency (IRNA).
Pada hari Rabu, Presiden AS, Donald Trump, juga memperingatkan, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, bahwa ia akan mengizinkan pengeboman jembatan dan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan untuk negosiasi.
Dalam dua hari perdagangan terakhir, Dolar AS menghadapi tekanan jual saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) akibat meredanya tekanan inflasi AS pada bulan Juni.
Ke depan, para investor akan fokus pada data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Penjualan Ritel AS diprakirakan naik dengan laju moderat 0,2% Month-on-Month (MoM) dibandingkan 0,9% pada bulan Mei.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Bln/Bln)
Data Penjualan Ritel, yang dirilis oleh Biro Sensus AS setiap bulan, mengukur nilai total penerimaan toko ritel dan makanan di Amerika Serikat. Perubahan persentase bulanan mencerminkan tingkat perubahan dalam penjualan tersebut. Metode pengambilan sampel acak terstratifikasi digunakan untuk memilih sekitar 4.800 perusahaan ritel dan jasa makanan yang penjualannya kemudian ditimbang dan dijadikan tolok ukur untuk mewakili keseluruhan lebih dari tiga juta perusahaan ritel dan jasa makanan di seluruh negeri. Data disesuaikan dengan variasi musiman serta perbedaan hari libur dan hari perdagangan, tetapi tidak untuk perubahan harga. Data Penjualan Ritel diikuti secara luas sebagai indikator belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama ekonomi AS. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Kam Jul 16, 2026 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 0.2%
Sebelumnya: 0.9%
Sumber: US Census Bureau
Data Penjualan Ritel yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS merupakan indikator utama yang memberikan informasi penting tentang belanja konsumen, yang berdampak signifikan terhadap PDB. Meskipun angka penjualan yang kuat cenderung mendongkrak USD, faktor eksternal, seperti kondisi cuaca, dapat mendistorsi data dan memberikan gambaran yang menyesatkan. Selain data utama, perubahan dalam Grup Kontrol Penjualan Ritel dapat memicu reaksi pasar karena digunakan untuk menyiapkan perkiraan Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk sebagian besar barang.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Melemah, Inflasi akibat Kenaikan Harga Energi Jaga Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
IHSG Ditutup di Level Tertinggi 6.108 saat Mayoritas Bursa Asia Melemah
2,25% dan Ditahan: Mengapa BoC, Bukan Minyak yang Menggerakkan Loonie?
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 16 Juli
Pasangan mata uang utama tetap relatif tenang pada sesi Eropa hari Kamis karena Dolar AS menemukan pijakannya setelah aksi jual selama dua hari. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Penjualan Ritel Juni akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.