• EMTK turun ke 498, menghapus kenaikan hari sebelumnya.
  • RUPS menyetujui pengunduran diri direktur perseroan.
  • Indikator momentum dalam EMTK tetap di wilayah bearish.

EMTK bergerak turun 1,96% ke 500 dari penutupan Rabu menuju akhir hari perdagangan Kamis. Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk dibuka 510 dan naik ke tertinggi harian 515. Namun, kenaikan itu tidak berlangsung lama karena saham ini berbalik turun sepanjang hari ke terendah harian 498, menghapus seluruh kenaikan kemarin. Ringkasan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang dirilis pasca penutupan perdagangan Rabu juga tidak memberikan dorongan apa pun untuk saham ini.

Penurunan EMTK terjadi di tengah penurunan 1,14% Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia hari ini. Indeks kesulitan memanfaatkan pergerakan positif kemarin, berisiko melanjutkan penurunan dari tertinggi Agustus di 6.462,73 yang diraih di awal minggu di tengah pelemahan Rupiah ke level 17.883 per Dolar AS menjelang data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) Amerika Serikat untuk bulan Juli yang akan dirilis pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) hari ini.

RUPS Menerima Pengunduran Diri Yuslinda Nasution

Dikutip dari risalah RUPS Luar Biasa, mayoritas pemegang saham menyetujui dan menerima pengunduran diri Yuslinda Nasution dari jabatan Direktur Perseroan. Itu merupakan satu-satunya agenda rapat. Direktur Utama tetap dijabat oleh Rd. Alvin W. Sariaatmadja dan Komisaris Utama oleh Rd. Eddy K. Sariaatmadja.

Tidak ada aksi korporasi lainnya yang bisa diinformasikan dari perseroan. Pengumuman signifikan terakhir perseroan baru-baru ini adalah laporan keuangan semester I 2026. Perseroan mengalami rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp320,60 miliar pada periode pelaporan dibandingkan laba Rp4,22 triliun pada semester I 2025. Dikutip dari CNBC, hal di atas salah satunya karena hasil dari rugi atas investasi sebesar Rp2,29 triliun. Dari sisi penerimaan, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan sebesar Rp10,81 triliun yang lebih tinggi dari Rp8,80 triliun di periode yang sama pada tahun lalu.

EMTK Sideways Setelah Turun Tajam

Secara teknis tren jangka panjang EMTK condong turun karena berada jauh di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 38,82 mengindikasikan momentum bearish karena bertahan di bawah level netral 50.

Namun, EMTK mencoba menahan penurunan jangka panjang dengan membentuk kisaran sideways yang semakin menyempit sejak awal Juni 2026. Saham ini perlu menembus salah satu sisi kisaran untuk dapat menegaskan arah pergerakan selanjutnya.

EMTK
Grafik harian EMTK

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Melemah di Bawah US$4.400 saat USD Menguat di Tengah Taruhan Fed dan Ketegangan Iran

Emas Melemah di Bawah US$4.400 saat USD Menguat di Tengah Taruhan Fed dan Ketegangan Iran

Emas (XAU/USD) melanjutkan penurunan koreksi harian dari level tertinggi sejak 5 Juni, di sekitar area US$4.450 yang disentuh sebelumnya pada hari Kamis ini, dan turun lebih jauh di bawah level US$4.400 menjelang sesi Eropa.
USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.860 saat Taruhan Kenaikan The Fed Mereda jelang PPI AS

USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.860 saat Taruhan Kenaikan The Fed Mereda jelang PPI AS

Rupiah Indonesia (IDR) berbalik menguat tipis pada perdagangan Kamis dan ditutup di Rp17.860 per Dolar AS (USD), naik 5 poin dari penutupan Rabu di Rp17.865. Pergerakan tersebut membawa pasangan mata uang USD/IDR sedikit lebih rendah, ketika meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah data inflasi AS memberi ruang bagi mata uang domestik.
Mengapa Harga Minyak Mentah Sudah Memperhitungkan Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran yang Belum Terjadi?

Mengapa Harga Minyak Mentah Sudah Memperhitungkan Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran yang Belum Terjadi?

Empat belas kapal melintasi Selat Hormuz pada hari Selasa. Sebelum perang, jumlahnya mendekati 120 per hari.
XRP Bertahan di Level Penentu, ADA dan SOL Berisiko Lakukan Penembusan EMA 50-Hari

XRP Bertahan di Level Penentu, ADA dan SOL Berisiko Lakukan Penembusan EMA 50-Hari

Altcoin teratas, termasuk Ripple, Cardano, dan Solana, menghadapi tekanan ke sisi negatif, bertahan di level-level support penting. Prospek teknis untuk XRP, ADA, dan SOL menunjukkan bias bearish ringan saat tekanan ke sisi negatif meningkat.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 13 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 13 Agustus:

Dolar AS (USD) telah melanjutkan pemulihannya pada hari Rabu setelah laporan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) tercatat sejalan dengan prakiraan. Indeks Dolar AS (DXY) telah kembali naik di atas level 100,00, dan permintaan telah meluas terhadap sebagian besar mata uang utama menjelang hari Kamis yang sarat data. Tabel di bawah ini menunjukkan perubahan persentase Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang tercantum hari ini.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA