- Emas melanjutkan reli kuat pekan lalu dan naik ke level tertinggi sejak 15 Mei.
- Para pedagang menantikan data inflasi PCE AS dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada pekan ini.
- XAU/USD mempertahankan bias teknis bullish di atas Moving Average harian utama, meskipun RSI mengisyaratkan kondisi jenuh beli.
Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan hadian pada awal sesi perdagangan Amerika pada hari Senin, melanjutkan reli kuat yang terlihat pekan lalu setelah pengumuman buyback Treasury AS. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.658, naik hampir 1,2% pada hari ini di level yang terakhir terlihat pada 15 Mei.
Keputusan Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan buyback pendukung likuiditasnya untuk obligasi pemerintah bertenor lebih panjang membebani Greenback secara signifikan, dengan Indeks Dolar AS (DXY) anjlok ke level terendah tiga bulan. Emas mendapat dorongan ganda dari kebijakan tersebut, diuntungkan oleh USD yang lebih lemah sekaligus menarik permintaan aset safe-haven saat para investor fokus pada kekhawatiran seputar kebijakan fiskal AS dan meningkatnya utang pemerintah.
Para ahli strategi di OCBC menyoroti bahwa "debasement USD telah muncul kembali sebagai tema pasar" setelah Departemen Keuangan AS secara tak terduga memperbesar program buyback tenor panjangnya, sebuah langkah yang menurut mereka menandakan "ketidaknyamanan dengan kenaikan imbal hasil tenor panjang baru-baru ini." Mereka menambahkan bahwa "penutupan posisi steepener AS yang dihasilkannya kemungkinan telah memperkuat perdagangan debasement lainnya, termasuk USD yang lebih lemah, rebound pada emas, dan breakeven inflasi AS yang lebih tinggi."
Namun, imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang tetap tinggi meskipun ada pengumuman buyback pekan lalu, yang dapat menghambat kenaikan Emas. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 30 tahun diperdagangkan di sekitar 5,24%, dekat level tertinggi 19 tahun baru-baru ini di 5,33%. Imbal hasil yang lebih tinggi dapat membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil ini dengan meningkatkan biaya peluang memegang Emas.
Dolar AS juga lebih kuat pada hari Senin setelah penurunan tajam pekan lalu. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 98,97, naik sekitar 0,12% pada hari ini.
Perhatian pasar kini beralih ke peristiwa penting AS pada pekan ini, dengan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) bulan Juli akan dirilis pada hari Rabu sebelum Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, berbicara di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat.
Para investor akan mencermati laporan PCE dengan seksama untuk menilai apakah moderasi inflasi baru-baru ini cukup bagi The Fed untuk kembali mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan September, dengan CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas sekitar 38% untuk kenaikan suku bunga.
Namun, risiko inflasi yang didorong oleh energi tetap menjadi fokus karena ketegangan di Timur Tengah membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz. AS dijadwalkan mengumumkan sanksi baru "economic D-Day" terhadap Iran nanti pada hari Senin, sementara Teheran mengatakan akan menggunakan semua cara bilateral yang tersedia untuk melawan langkah tersebut.
Analisis Teknis: Pembeli Memegang Kendali saat RSI Berubah Jenuh Beli

XAU/USD mempertahankan bias bullish jangka pendek karena harga bertahan di atas simple moving average (SMA) 200-hari dan SMA 100-hari. Logam ini bergerak maju dalam tren naik yang kuat, didukung oleh Average Directional Index yang cukup kuat di 33, sementara Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian di 71 telah memasuki wilayah jenuh beli, mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan sudah meregang tetapi masih dominan.
Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang tetap positif memperkuat nada konstruktif, dengan struktur yang lebih luas masih mendukung kenaikan lebih lanjut selama harga bertahan di atas moving average utama dan level support Fibonacci
Di sisi atas, resistance awal terletak di Fibonacci retracement 78,6% di US$4.685, diikuti oleh puncak siklus di dekat retracement 100,0% di US$4.886. Di sisi bawah, support pertama terlihat di retracement 61,8% di US$4.528, yang didukung erat oleh SMA 200-hari di US$4.516, membentuk klaster permintaan terdekat.
Level support yang lebih dalam muncul di retracement 50,0% di US4.417 dan SMA 100-hari di US$4.379, dengan dasar struktural tambahan di retracement 38,2% di US$4.307 dan retracement 23,6% di US$4.170, di mana para pembeli kemungkinan akan berupaya mempertahankan tren bullish yang lebih luas jika pullback korektif terjadi.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Lanjutkan Reli saat Pasar Tunggu PCE AS dan Pidato Warsh di Jackson Hole
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.705 Jelang Perincian Sanksi Iran oleh Bessent
Sepekan ke Depan: Jackson Hole dan Hasil Nvidia akan Mengalihkan Fokus dari Trump
Inilah yang saya pelajari saat trading koin meme
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 24 Agustus:
Pasar keuangan tetap relatif tenang untuk memulai pekan baru karena para investor menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar menjelang agenda penting pekan ini. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 18:00 GMT (01:00 WIB) untuk mengumumkan sanksi Iran yang disebut sebagai 'economic D-Day'. Bessent menjelaskan bahwa AS bertujuan untuk “memutus setiap jalur kehidupan ekonomi” yang menopang Iran.