- Emas turun hampir 1,20% karena Dolar AS dan imbal hasil Treasury AS melanjutkan kenaikannya.
- Para pedagang menunggu Risalah rapat FOMC untuk petunjuk baru mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.
- XAU/USD bergerak menuju support di US$4.100 sambil bertahan di bawah SMA harian utamanya.
Emas (XAU/USD) bergerak lebih rendah pada hari Rabu, turun hampir 1,20% karena Dolar AS (USD) dan imbal hasil Treasury AS melanjutkan kenaikannya setelah pullback tipis pada hari sebelumnya. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.114, dengan pasar menunggu risalah rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) bulan September, yang akan dirilis pada pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 102,30, bertahan di dekat level yang terakhir terlihat pada April 2025. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun acuan naik ke sekitar 5,324%, mendekati puncak Senin di 5,349%, level tertingginya sejak 2002.
Risiko inflasi yang didorong minyak akibat konflik Timur Tengah, kekhawatiran atas meningkatnya utang pemerintah dan defisit fiskal, serta prospek pertumbuhan AS yang tangguh semuanya berkontribusi pada kenaikan biaya pinjaman. Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset-aset yang tidak berimbal hasil seperti Emas sekaligus memperkuat permintaan terhadap Dolar AS, membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Terlepas dari penurunan pada hari Rabu, logam kuning ini tetap terjebak dalam kisaran konsolidasi yang bertahan selama sebagian besar pekan lalu. Para pedagang menilai ulang jalur kebijakan moneter The Fed setelah angka ketenagakerjaan AS terbaru dan data inflasi Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) datang lebih lemah dari yang diprakirakan.
Pasar secara luas memprakirakan bank sentral AS akan membiarkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan 27–28 Oktober setelah kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp) pada bulan September. Namun, risiko inflasi yang persisten, sebagian didorong oleh harga energi yang tinggi, masih membuka kemungkinan kenaikan lagi pada bulan Desember.
Dalam latar belakang ini, para pedagang akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mendapatkan panduan baru mengenai kemungkinan pengetatan tambahan.
Prospek The Fed yang hawkish telah membebani Emas sejak konflik Timur Tengah meletus pada akhir Februari, membuat logam ini lebih dari 25% di bawah rekor tertinggi Januari di dekat US$5.600. Namun demikian, permintaan jangka panjang terus memberikan dukungan mendasar.
Rangkaian Pembelian Emas oleh Bank Sentral Berlanjut saat Tiongkok Memimpin Permintaan Agustus
Para analis di ING menyoroti bahwa selera sektor resmi terhadap bullion tetap kuat, dengan mengacu pada data World Gold Council (WGC) yang menunjukkan bahwa "bank-bank sentral tetap menjadi pembeli bersih pada bulan Agustus, menambah 39 ton dan membawa pembelian tahun berjalan menjadi 170 ton."
ING mencatat bahwa Tiongkok kembali mendominasi aktivitas, dengan PBoC "memimpin pembelian dengan 20 ton, memperpanjang rentetan pembeliannya menjadi 22 bulan berturut-turut," sementara tambahan yang lebih kecil namun signifikan datang dari pembeli lain di Eropa Timur dan Asia Tengah, karena "Polandia dan Uzbekistan masing-masing menambahkan 8 ton ke cadangan mereka." Akumulasi yang stabil ini menggarisbawahi peran emas yang berkelanjutan dalam diversifikasi cadangan bank sentral.
Analisis Teknis: XAU/USD Konsolidasi dengan Bias Bearish di Bawah SMA Utama

Pada grafik harian, XAU/USD bergerak turun menuju batas bawah kisaran konsolidasi US$4.100–US$4.200. Logam mulia ini masih berada jauh di bawah Simple Moving Average (SMA) 100-hari dan 200-hari, masing-masing di US$4.267 dan US$4.531, sehingga bias teknis yang lebih luas tetap cenderung ke sisi bawah.
Indikator momentum tetap bearish, tetapi menunjukkan tekanan jual yang terbatas. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 38 tanpa memasuki wilayah oversold, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap negatif, dengan histogram mencetak batang merah yang semakin memudar.
Di sisi bawah, level psikologis US$4.100 menjadi support terdekat. Penembusan berkelanjutan di bawah level tersebut dapat menyeret Emas menuju level terendah tahun ini di area US$4.000–US$3.950.
Di sisi atas, resistance awal berada di US$4.200, diikuti SMA 100-hari di sekitar US$4.267. Pemulihan yang lebih kuat dapat membawa resistance horizontal US$4.400 menjadi perhatian, sementara SMA 200-hari di dekat US$4.531 tetap menjadi hambatan utama bagi para pembeli.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Jatuh saat Dolar AS, Imbal Hasil Treasury Rebound Menjelang Risalah Rapat The Fed
Sinyal Peringatan: Kegagalan Emas di Moving Average 200-Hari Membuka Risiko Penurunan ke US$3.940
Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda Menjelang Risalah Rapat FOMC
Dogecoin Melanjutkan Koreksi dan Momentum yang Melemah Meningkatkan Risiko Penurunan
Dogecoin melanjutkan pelemahannya, diperdagangkan di sekitar $0,090 turun lebih dari 5% sejauh pekan ini. Tekanan bearish menguat, dengan posisi jual mencapai level tertinggi satu bulan dan para pedagang berada dalam kondisi terlalu panas. Sementara itu, indikator momentum yang melemah juga mengisyaratkan pelemahan lebih lanjut pada DOGE. Data derivatif menunjukkan sinyal hati-hati di kalangan para pedagang.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 7 Oktober:
Indeks Dolar AS tetap di wilayah positif di dekat 102,00 pada pagi Eropa hari Rabu setelah ditutup di wilayah negatif pada hari Selasa. Kemudian di sesi Amerika, Federal Reserve akan menerbitkan risalah rapat kebijakan bulan September dan Departemen Keuangan AS akan mengadakan lelang surat utang 10 tahun.