- Emas Antam 1 gram naik ke Rp2.631.000, melonjak Rp54.000 dari Jumat, sementara 5 gram Rp12.930.000.
- Emas global menguat 1,6% ke USD 4.580-4.585/ons, mempertahankan tren naik jangka menengah di tengah volatilitas pasar.
- Risiko geopolitik & isu independensi The Fed menopang permintaan safe haven, dengan data tenaga kerja AS yang bercampur membuat pasar menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif.
Harga emas batangan Antam melanjutkan penguatan pada Senin, 12 Januari 2026, sejalan dengan tren naik emas global di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Harga emas Antam 1 gram tercatat di Rp2.631.000, naik Rp54.000 dibandingkan posisi Jumat di Rp2.577.000. Harga setelah PPh 0,25% berada di Rp2.637.578, sementara emas 5 gram dibanderol Rp12.930.000 atau Rp12.962.325 termasuk pajak.
Di pasar global, emas spot (XAU/USD) diperdagangkan menguat di kisaran USD 4.580-4.585 per ons troy, dengan kenaikan harian sekitar 1,6%, mempertahankan struktur tren naik jangka menengah. Pergerakan ini menegaskan minat terhadap aset lindung nilai masih kuat, meski pasar keuangan global diwarnai volatilitas lintas aset.
Dorongan terhadap emas datang dari eskalasi risiko geopolitik global, mencakup ketegangan Rusia-Ukraina, wacana intervensi AS di Venezuela, serta memburuknya hubungan Tiongkok-Jepang, yang mendorong investor mencari perlindungan nilai. Di sisi lain, polemik independensi Federal Reserve (The Fed) AS setelah tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell turut memicu kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan moneter, memperkuat daya tarik aset safe haven.
Dari sisi data, pasar tenaga kerja AS memberi sinyal bercampur. Nonfarm Payrolls (NFP) Desember yang dirilis Jumat lalu hanya bertambah 50 ribu, di bawah konsensus 60 ribu, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,4% dari 4,6%. Upah per jam meningkat 0,3% (MoM) dan 3,8% (YoY), menandakan tekanan upah masih bertahan. Kombinasi ini menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif dan membuat pasar menunggu konfirmasi lanjutan.
Presiden The Fed Richmond Tom Barkin menilai penurunan pengangguran sebagai sinyal positif, namun menekankan bahwa pertumbuhan tenaga kerja masih terbatas dan belum merata. Aktivitas perekrutan terkonsentrasi di sektor kesehatan dan AI, sementara proses penurunan inflasi diprakirakan membutuhkan waktu, membuat data ekonomi ke depan tetap menjadi fokus pasar.
Dengan minimnya katalis data besar di awal pekan, emas menjadi lebih responsif terhadap perkembangan geopolitik dan komentar pejabat bank sentral. Sikap pasar yang defensif secara global tercermin dari kehati-hatian terhadap aset berisiko serta rotasi sebagian portofolio ke emas fisik dan emas global.
Emas Global Uji Resistance Ascending Triangle, Bias Naik Masih Terjaga

Dari sudut pandang teknis, emas global (XAU/USD) bergerak dalam pola Ascending Triangle, dengan harga terakhir diperdagangkan di sekitar USD 4.580 per ons troy, menguat sekitar 1,6% secara harian. Struktur ini menampilkan rangkaian higher low yang terus menanjak, sementara area resistance horizontal di sekitar 4.580-4.600 kembali diuji.
Dari sisi struktur, pola ini mencerminkan akumulasi beli yang terkontrol. Tekanan jual di area atas masih muncul, namun setiap koreksi semakin dangkal, menandakan pembeli bersedia masuk di level yang lebih tinggi. Selama harga mampu bertahan di atas garis tren naik bawah, bias kenaikan tetap dominan.
Momentum masih mendukung skenario tersebut. Relative Strength Index (RS) harian berada di kisaran 69, mendekati area jenuh beli namun belum menunjukkan divergensi negatif yang tegas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa dorongan naik belum sepenuhnya kehilangan tenaga, meski pasar mulai memasuki fase menakar kelanjutan dorongan.
Sementara itu, posisi harga yang konsisten di atas Simple Moving Average (SMA) 50-hari (sekitar USD 4.012) memperkuat pandangan bahwa tren menengah masih berada dalam kendali pembeli. Selama support dinamis ini tidak ditembus, pelemahan yang muncul cenderung dipandang sebagai jeda teknis, bukan perubahan arah.
Secara keseluruhan emas global masih berada dalam fase konstruktif. Ascending triangle membuka peluang breakout lanjutan jika resistance berhasil dilewati secara bersih, namun selama konfirmasi belum muncul, pasar berpotensi bergerak konsolidatif dengan bias naik, sambil menunggu katalis makro berikutnya.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Merosot dari Rekor Tertinggi; Bias Bullish Utuh di Tengah Risiko Geopolitik dan Kekhawatiran The Fed
Rupiah Tertekan Awal Pekan, Pasar Berhati-hati di Tengah Geopolitik dan Isu The Fed
Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dalam tekanan, di tengah penguatan dolar AS yang kembali mengemuka seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan polemik terkait independensi bank sentral AS.
Hari di Mana The Fed Kehilangan Kekebalan Politiknya
Pasar dapat hidup dengan hampir apa saja kecuali ketidakpastian tentang siapa yang sebenarnya memimpin permainan. Lonjakan inflasi dapat dimodelkan. Resesi dapat diabaikan. Bahkan perang pada akhirnya menemukan harga.
Solana Pemulihan di Tengah Arus Masuk ETF yang Stabil, Hackathon Berfokus pada Privasi
Solana naik tipis sebesar 2% pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, menambahkan kenaikan hampir 3% dari hari Minggu. Aliran masuk yang stabil ke dalam Exchange Traded Funds (ETF) berbasis SOL Spot AS mencerminkan dukungan institusional yang lebih dalam untuk Solana.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 12 Januari:
Dolar AS memulai koreksi dari level tertinggi bulanan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin, tertekan oleh ancaman baru terhadap independensi Federal Reserve AS, meskipun taruhan untuk penurunan suku bunga tahun ini mulai surut.