Emas Antam 16 Juli Rp2.633.000, Turun Rp2.000


Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp2.633.000 hari ini. Harganya lebih rendah Rp2.000 dari harga kemarin di Rp2.635.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp2.633.000 dan 1 kg di Rp2.573.600.000.

Harga Emas Antam mengabaikan penutupan harga Emas dunia (XAU/USD) yang menguat 0,17% di $4.059 per troy ons kemarin. Emas melanjutkan kinerja positifnya karena pelemahan Dolar AS menyusul rilis data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) Amerika Serikat Juni sebesar 5,5% YoY, turun dari 6,0% pada bulan Mei dan lebih lemah dari prakiraan pasar 6,2%. Data tersebut lebih jauh melemahkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat terutama setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) yang menunjukkan nuansa serupa pada hari Selasa. Penurunan harga Emas Antam terlihat mencerminkan penurunan 0,45% dalam XAU/USD pada perdagangan sesi Asia hari ini, memangkas kenaikan hari kemarin.

Data Penjualan Ritel bulan Juni dan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS yang dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) hari ini diprakirakan menjadi pendorong jangka pendek untuk harga Emas. Selain itu, pernyataan para pejabat The Fed seperti Logan, Schmid, dan Jefferson, juga akan diamati untuk mencari petunjuk terkait arah kebijakan bank sentral ke depan, terutama mengingat hasil data inflasi yang dirilis pada pekan ini.

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Thn/Thn)

Data Penjualan Ritel, yang dirilis oleh Biro Sensus AS setiap bulan, mengukur nilai total penerimaan dari toko ritel dan makanan di Amerika Serikat. Penjualan Ritel mengukur perubahan nilai total barang yang dijual di tingkat ritel selama setahun. Data Penjualan Ritel secara luas diikuti sebagai indikator belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama ekonomi AS. Hasil yang lebih tinggi dari yang diharapkan biasanya dipandang sebagai positif atau bullish bagi USD, sedangkan hasil yang lebih rendah dari yang diharapkan dianggap negatif atau bearish bagi USD.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Jul 16, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 6.9%

Sumber: US Census Bureau

Data Penjualan Ritel yang diterbitkan oleh Biro Sensus AS merupakan indikator utama yang memberikan informasi penting tentang pengeluaran konsumen, yang berdampak signifikan pada PDB. Meskipun angka penjualan yang kuat kemungkinan akan meningkatkan USD, faktor eksternal, seperti kondisi cuaca, dapat mendistorsi data dan memberikan gambaran yang menyesatkan. Selain data utama, perubahan dalam Kelompok Kontrol Penjualan Ritel dapat memicu reaksi pasar karena digunakan untuk menyiapkan estimasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk sebagian besar barang.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

WTI Mendapatkan Traksi Mendekati $79,50 setelah Serangan AS ke Iran

WTI Mendapatkan Traksi Mendekati $79,50 setelah Serangan AS ke Iran

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $79,50 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. WTI naik tipis mendekati level tertinggi satu bulan setelah AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap aset-aset militer pesisir Iran dan memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran.
Yen Jepang Menguat di Tengah Peringatan Intervensi, Inflasi AS yang Mereda

Yen Jepang Menguat di Tengah Peringatan Intervensi, Inflasi AS yang Mereda

Pasangan mata uang USD/JPY kehilangan pijakan ke dekat 162,15 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Yen Jepang (JPY) menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah intervensi verbal dari otoritas Jepang. Para pedagang menunggu rilis data Penjualan Ritel AS bulan Juni pada hari Kamis ini untuk mendapatkan dorongan baru.
Emas akan Mempertahankan Kendali selama di Bawah SMA 21 Hari

Emas akan Mempertahankan Kendali selama di Bawah SMA 21 Hari

Emas mengulangi pelemahan yang terlihat dalam perdagangan sesi Asia Rabu, kembali bergerak negatif, sambil menuju ambang $4.000 pada awal hari Kamis. Tidak ada perubahan secara geopolitik bagi Emas, karena pasar melihat gelombang baru serangan saling balas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah AS memberlakukan kembali blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya di Selat Hormuz.
Titik terendah Bitcoin mungkin sedang terbentuk seiring meredanya tekanan jual — Glassnode

Titik terendah Bitcoin mungkin sedang terbentuk seiring meredanya tekanan jual — Glassnode

Pemulihan Bitcoin baru-baru ini mungkin menandai tahap awal dari proses pembentukan dasar karena data makroekonomi terus meningkatkan keyakinan investor, menurut laporan Glassnode pada hari Rabu. Bitcoin mengungguli ekuitas AS dan Eropa setelah laporan inflasi IHK AS pada hari Selasa, pulih dengan kuat setelah berminggu-minggu diperdagangkan sideways di dekat level terendah baru-baru ini

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk Kamis, 16 Juli

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk Kamis, 16 Juli

Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,5% menuju 100,40 seiring inflasi grosir Amerika Serikat (AS) yang lebih lembut dari perkiraan memperkuat tanda-tanda bahwa tekanan harga mereda. Indeks Harga Produsen (IHP) umum turun 0,3% MoM di bulan Juni, sementara tingkat tahunan melambat menjadi 5,5%, di bawah prakiraan 6,2%. IHP inti naik 0,2% MoM dan 4,7% YoY, juga meleset dari ekspektasi.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA