• Saham DEWA menguat 2,17% ke 470 pada akhir sesi I setelah dibuka dengan gap naik di 476.
  • DEWA resmi menjadi konstituen IDX30 untuk periode 3 Agustus–30 Oktober 2026 dengan bobot awal sekitar 0,78%.
  • Momentum teknis masih positif, tetapi resistance 482–486 dan RSI yang mendekati jenuh beli membatasi kenaikan.

Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 2,17% atau 10 poin ke 470 pada akhir sesi I perdagangan Senin, bertepatan dengan hari pertama saham tersebut menjadi konstituen IDX30. DEWA dibuka dengan gap naik di 476 dan sempat mencapai 482, tetapi kemudian turun ke 468 sebelum mengakhiri sesi di 470. Volume perdagangan mencapai sekitar 590 juta saham senilai Rp282,5 miliar, dengan frekuensi 28.453 kali.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan DEWA ke dalam IDX30 untuk periode 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026, menggantikan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dengan bobot awal sekitar 0,78%. Masuknya DEWA ke indeks tersebut meningkatkan perhatian pasar, meski penyusutan kenaikan dari level tertinggi sesi menunjukkan tekanan jual masih muncul ketika harga mendekati resistance 482–486.

Kenaikan DEWA Menyusut setelah Mendekati 482

Penguatan Senin memperpanjang kenaikan DEWA setelah saham ditutup naik 2,22% ke 460 pada Jumat. Meski tetap bertahan di atas penutupan sebelumnya, posisi akhir sesi I di 470 berada di bawah harga pembukaan dan rata-rata transaksi sekitar 475, menunjukkan tekanan jual meningkat setelah saham mendekati 482.

DEWA memasuki perdagangan Senin setelah melonjak lebih dari 57% sepanjang Juli, dari 292 pada 1 Juli menjadi 460 pada akhir bulan. Reli tajam tersebut mencerminkan kuatnya minat pasar, tetapi sekaligus memperbesar risiko aksi ambil untung ketika saham kembali mendekati area resistance.

DEWA Kembali Menguji Resistance 482–486

Dari sudut pandang teknis, resistance terdekat kini berada di 482–486. Level 482 merupakan tertinggi Senin, sedangkan 486 menjadi puncak perdagangan 23 Juli. Penembusan dan penutupan yang meyakinkan di atas 486 dapat membuka ruang menuju level psikologis 500 dan tertinggi 13 Mei di 505.

Relative Strength Index (RSI) berada di 69,22 dan sangat dekat dengan ambang jenuh beli 70. Posisi tersebut menunjukkan momentum bullish masih terjaga, tetapi ruang kenaikan jangka pendek mulai dibayangi risiko konsolidasi atau aksi ambil untung.

Support awal berada di 468–460, mencakup terendah sesi I dan penutupan Jumat. Di bawahnya, garis SMA 200 di sekitar 457 menjadi penopang teknis berikutnya. Jika area 457–460 gagal dipertahankan, DEWA berisiko menguji 430, disusul garis SMA 100 di sekitar 419 dan zona support 399–392, SMA 20 dan terendah 21 Juli.

Grafik Harian DEWA
Grafik Harian DEWA
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Bertahan di Atas $4.050 saat Meredanya Kekhawatiran Inflasi Batasi Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Emas Bertahan di Atas $4.050 saat Meredanya Kekhawatiran Inflasi Batasi Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Emas (XAU/USD) kesulitan untuk memanfaatkan pembukaan gap bullish mingguan yang moderat dan tetap berada di bawah level $4.100 sepanjang perdagangan sesi Asia. Dolar AS (USD) mencatat pemulihan moderat dari level terendah sejak 17 Juni dan ternyata menjadi faktor utama yang bertindak sebagai penghambat bagi komoditas ini.
Rupiah Indonesia Mempertahankan Kenaikan saat PMI Manufaktur Meningkat pada Juli

Rupiah Indonesia Mempertahankan Kenaikan saat PMI Manufaktur Meningkat pada Juli

USD/IDR tetap tertekan untuk hari keempat berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 18.040 selama sesi perdagangan Asia pada hari Senin. Pasangan mata uang ini mengalami tekanan downside yang signifikan karena Rupiah Indonesia (IDR) menguat sebagai respons terhadap indikator ekonomi domestik yang menggembirakan.
Sepekan ke Depan: Risiko Kembali, saat Kita Menunggu Payrolls

Sepekan ke Depan: Risiko Kembali, saat Kita Menunggu Payrolls

Saham-saham berada dalam sentimen pasar yang optimis saat kita memulai Agustus. Futures berada di wilayah positif pada hari Senin, dengan indeks-indeks Eropa diprakirakan dibuka lebih tinggi hari ini, dan kontrak berjangka AS diprakirakan melanjutkan reli minggu lalu. Nasdaq saat ini diprakirakan dibuka lebih tinggi lebih dari 0,8%.
Bitcoin: Pembeli Bertahan pada Garis Pertahanan

Bitcoin: Pembeli Bertahan pada Garis Pertahanan

Bitcoin (BTC) sedikit turun, diperdagangkan di $64.300 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat tetapi bertahan kuat di atas zona support utama. Exchange Traded Funds (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS mendukung BTC karena terus menarik aliran institusional hingga hari Kamis, menunjukkan minggu keempat berturut-turut dengan arus masuk bersih.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 3 Agustus

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 3 Agustus

Suasana pasar membaik pada awal minggu baru karena Amerika Serikat dan Iran menghidupkan kembali upaya untuk solusi diplomatik atas konflik tersebut. Pada paruh kedua hari ini, data Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Institute for Supply Management untuk bulan Juli akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA