- BRPT meraih terendah baru 2026 di pembukaan pasar hari ini.
- Perseroan akan melakukan buyback sebanyak-banyaknya Rp1 triliun.
- RSI 14-hari masuk lebih jauh ke zona jenuh jual.
BRPT lebih rendah 6,61% dari penutupan Jumat lalu untuk diperdagangkan di 1.130. Saham PT Barito Pacific dibuka dengan gap turun di 1.130 dan belum bergerak sejak saat itu. Level itu merupakan terendah baru 2026 dan level terendah sejak 26 Mei 2025. Kabar soal rencana pembelian kembali (buyback) saham oleh perseroan juga belum memberikan dorongan positif saat para investor masih mencerna pengumuman MSCI pada pekan lalu.
BRPT juga menekan indeks LQ45 yang mengalami penurunan lebih dari 5%. Namun, penurunannya lebih kecil dari Jumat lalu di tengah penyesuaian batasan Auto Rejection Bawah (ARB) menjadi 7% untuk saham-saham di atas harga Rp10 oleh Bursa Efek Indonesia efektif sejak 19 Oktober 2026 – 31 Desember 2026. Setelah itu akan ada evaluasi mengikuti perkembangan baru. Sementara itu, tidak ada perubahan pada batasan Auto Rejection Atas (ARA).
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis dini hari tadi, perseroan mengungkapkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham yang yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.
Perseroan mengalokasikan dana untuk aksi korporasi ini sebanyak-banyaknya Rp1 triliun termasuk biaya-biaya yang menyertainya. Sumber dana untuk buyback berasal dari saldo kas internal yang tidak akan menganggu kegiatan operasional.
Periode buyback berlangsung pada 19 Oktober 2026 – 31 Desember 2026. Total aset setelah aksi korporasi diprakirakan berkurang dari US$6,49 miliar per 30 Juni 2026 menjadi US$6,43 miliar. Namun, Laba per saham dasar diprakirakan meningkat menjadi US$0,00203 dari US$0,00205.
RSI Masih di Zona Jenuh Jual
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 25,58, masih bertahan di zona jenuh jual setelah masuk ke zona ini Jumat lalu. Kondisi ini mempertegas tren turun BRPT yang diindikasikan oleh Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang berada di atas harga.
Terkait level-level teknis, level teknis sisi atas terdekat yang perlu diperhatikan adalah 1.210 (penutupan Jumat lalu, untuk menutup gap pertama), 1.420 (penutupan 15 Oktober, untuk menutup gap kedua), dan 1.505 (tertinggi 6 Oktober). Sementara untuk di sisi bawah, support terdekat adalah 1.000 (level angka bulat), 910 (terendah 4 dan 6 Februari 2025), dan 815 (terendah 8 dan 9 Mei 2025).

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
IHK Kanada Diprakirakan Tunjukkan Kenaikan Inflasi pada September
Valas Hari Ini: Pasangan Mata Uang Utama Stabil di Awal Pekan Baru
US$4.200 Tetap Menjadi Tantangan Berat bagi Pembeli Emas
Cardano Berisiko Turun 15% karena Permintaan Ritel, Momentum Bullish Meredup
Cardano (ADA) diperdagangkan di atas $0,2200 pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, bertahan stabil setelah penurunan 12% pada pekan sebelumnya. Altcoin ini kehilangan minat ritel karena nilai nosional dari posisi futures ADA aktif menurun. Prospek teknis untuk ADA menunjukkan bias penurunan setelah penembusan bearish di bawah garis tren support jangka pendek pekan lalu.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Senin, 19 Oktober:
Aksi perdagangan di pasar finansial tetap tenang di awal minggu yang baru ini, dengan pasangan-pasangan mata uang utama tetap berada di dekat level penutupan minggu sebelumnya. Pada paruh kedua hari ini, data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan September dari Kanada akan ditampilkan dalam kalender ekonomi. Selain itu, Bank of Canada akan mempublikasikan Survei Prospek Bisnisnya.