• BBNI mengalami kenaikan selama empat hari perdagangan berturut-turut.
  • Perseroan menghentikan buyback yang dilakukan sejak Maret 2026.
  • Momentum baru saja berubah bullish menurut RSI 14-hari.

BBNI diperdagangkan di 3.470 yang lebih tinggi 5,79% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. membuka hari dengan gap atas di 3.300 dan merayap sepanjang hari hingga mencapai tertinggi hari 3.470 menuju penutupan, juga level tertinggi baru Juli 2026. Saham ini menuju ditutup naik untuk empat hari perdagangan berturut-turut, memperlebar jarak dengan terendah 2026 yang dicapai di 2.990 pada 9 Juni. Kelanjutan kenaikan saham perbankan ini menyusul pengumuman bahwa perseroan menghentikan aksi pembelian kembali sahamnya.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pasca penutupan pasar kemarin, perseroan menginformasikan bahwa mereka telah menghentikan dan menyelesaikan transaksi buyback saham 2026. Total saham yang telah dibeli kembali dalam aksi ini adalah sebesar 77.856.100 lembar saham yang kemudian akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai. Uang yang dikeluarkan untuk aksi ini sebesar Rp905,48 miliar termasuk biaya-biaya terkait. Perseroan mengklaim penghentian ini tidak mempengaruhi aktivitas bisnis.

Uang yang digunakan ternyata lebih sedikit dan periode aksi lebih cepat dari prakiraan yang diungkapkan dalam keterbukaan informasi akhir Januari 2026. Pada saat itu, perseroan memprakirakan uang yang diperlukan sebesar Rp1,5 triliun dan periodenya dari 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027. Dalam laporan yang sama, buyback dimaksudkan untuk mengurangi tekanan jual di pasar. Dalam konteks saat itu, saham-saham perbankan tertekan sepanjang 2025 yang sebagian besar dipengaruhi risiko geopolitik dan ancaman perang tarif.

Secara teknis BBNI berada dalam tren menurun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 51,18 menembus level netral 50, mengindikasikan momentum baru saja berubah bullish setelah berada dalam momentum bearish sejak pertengahan bulan lalu. Namun, momentumnya masih rentan sehingga perlu kenaikan lebih lanjut ke depan.

BBNI
Grafik harian BBNI

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz

Emas Tetap Turun karena Kekhawatiran Inflasi Dongkrak Imbal Hasil Obligasi AS dan USD di Tengah Risiko Hormuz

Emas (XAU/USD) mempertahankan nada penawaran jual menjelang sesi Eropa pada hari Selasa, meskipun bertahan di atas level $4.100. Harga minyak mentah naik tipis di tengah ketegangan yang diperbarui di Selat Hormuz, yang membangkitkan kekhawatiran inflasi.
IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Properti dan Bank Dorong Indeks Semakin Dekat ke 6.000

IHSG Ditutup Menguat ke 5.986, Properti dan Bank Dorong Indeks Semakin Dekat ke 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa dan semakin dekat ke level psikologis 6.000. Kenaikan ditopang saham-saham properti dan perbankan, sementara kenaikan cadangan devisa Indonesia membantu menjaga persepsi positif terhadap aset domestik. IHSG naik 70 poin atau 1,19% ke 5.986, dari penutupan sebelumnya di 5.916.
Akhir Era Forward Guidance: Strategi Perdagangan saat Bank Sentral Memilih untuk Bungkam

Akhir Era Forward Guidance: Strategi Perdagangan saat Bank Sentral Memilih untuk Bungkam

Bank sentral telah menghabiskan bertahun-tahun untuk memberi tahu pasar apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Kini, pedagang menghadapi kemungkinan bahwa bank sentral akan berbicara jauh lebih sedikit.
Bonk melanjutkan koreksi setelah peretasan senilai 20 Juta Dolar dari kas BonkDAO

Bonk melanjutkan koreksi setelah peretasan senilai 20 Juta Dolar dari kas BonkDAO

Bonk masih berada di bawah tekanan, diperdagangkan di bawah $0,0000044 setelah kehilangan lebih dari 10% pada hari sebelumnya. Koreksi hari Senin terjadi saat Organisasi Otonom Terdesentralisasi Bonk mengumumkan eksploitasi tata kelola yang mengakibatkan pencurian token BONK senilai 20 Juta dolar dari kasnya.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Pasar menjadi berhati-hati pada hari Selasa karena para investor memperhatikan dengan seksama headline yang keluar dari Timur Tengah di tengah tidak adanya rilis data berdampak tinggi. Pada paruh kedua hari ini, data Neraca Perdagangan Barang Amerika Serikat untuk bulan Mei akan ditampilkan dalam kalender ekonomi, bersama dengan Rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan 4-minggu dari Automatic Data Processing.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA