- BBCA turun 1,20% ke 6.150, tetapi masih bertahan di atas descending channel.
- Pasar menunggu kinerja kuartal II setelah laba hingga Mei naik 2,1% YoY menjadi Rp25,68 triliun.
- Resistance terdekat di 6.350, sementara support berada di 5.900.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,20% atau 75 poin ke 6.150 pada perdagangan Selasa sesi I, setelah pada 7 Juli berhasil menembus batas atas descending channel yang membatasi pergerakan harga sejak Februari. Meski terkoreksi hari ini, BBCA masih bergerak sideways di atas garis tren tersebut dalam beberapa sesi terakhir.
BBCA dibuka di 6.225 dan sempat naik ke 6.250 sebelum berbalik turun hingga 6.100 sejauh ini. Nilai transaksi tercatat Rp497,8 miliar dengan volume 806.600 lot dan harga rata-rata di 6.171.
Pasar Menanti Kinerja Kuartal II BCA
Menjelang paruh kedua Juli 2026, perhatian pasar mulai tertuju pada musim laporan keuangan kuartal II, termasuk kinerja bank-bank berkapitalisasi besar seperti BBCA. BCA sendiri belum mempublikasikan laporan keuangan semester I 2026, sehingga hasil terbaru tersebut menjadi salah satu perkembangan fundamental berikutnya yang dinantikan investor.
Data keuangan terakhir mencatat laba bersih BCA secara bank only sebesar Rp25,68 triliun hingga Mei 2026, meningkat 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit juga tumbuh 4,9% menjadi Rp969,09 triliun. Sementara itu, entitas anak BCA Life membukukan pendapatan premi Rp1,38 triliun pada semester I 2026, naik 36,14% secara tahunan, dengan laba setelah pajak melonjak 53,75% menjadi Rp53,68 miliar.
BBCA Menghadapi Resistance 6.350
Secara teknis, setelah keluar dari descending channel, BBCA kini menghadapi resistance terdekat di 6.350, area dekat tertinggi 22 Juni. Penembusan di atas level tersebut dapat membuka ruang menuju tertinggi 17 Juni di 6.550, kemudian area 6.775 yang menjadi penahan sejak 8 April.
Sementara itu, pelemahan kembali ke bawah garis atas saluran dapat membawa perhatian ke support 5.900, yang merupakan terendah 3 Juli, diikuti 5.400, swing low 24 September 2020.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Dekati $4.050 karena Melemahnya USD; Pantau IHK AS, Ketua The Fed Warsh untuk Dorongan Baru
Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke 18.080 saat Dolar AS Terkoreksi jelang IHK AS
Kembali ke Level Tekanan
Trump mendesak Senat untuk mengesahkan Undang-Undang CLARITY saat RUU kripto mendekati pemungutan suara penting
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mendesak Senat AS untuk segera mengesahkan Digital Asset Market Clarity Act, menyusul meninggalnya Senator Lindsey Graham, yang wafat secara tak terduga selama akhir pekan pada usia 71 tahun. "Untuk menghormati Senator Lindsey Graham, seorang pendukung besar, Senat AS harus mengesahkan CLARITY Act," tulis Trump dalam sebuah posting di Truth Social.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 13 Juli
Harga minyak mentah naik tajam selama dua hari berturut-turut pada hari Selasa karena para investor semakin khawatir tentang keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pada paruh kedua hari ini, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data Indeks Harga Konsumen untuk bulan Juni. Selain itu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akan memberikan kesaksian mengenai Laporan Kebijakan Moneter Setengah Tahunan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS.