- Batu Bara ICE Newcastle turun lebih jauh dari tertinggi 2026.
- AS dan Iran menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri perang.
- Penetapan komoditas SDA strategis Indonesia dilakukan dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di $140.50 yang lebih rendah 3,10% dibandingkan penutupan minggu lalu. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah di $141,50 dan merayap turun ke terendah hari $140,50 di perdagangan sesi Eropa hari ini. Komoditas ini melanjutkan penurunan dari tertinggi 2026 di $151,75 di tengah kabar baik dari Timur Tengah.
Penurunan harga baru bara menyebabkan indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari melintasi di bawah level netral 50 ke 46,57, secara teknis mengindikasikan momentumnya berubah bearish. Meskipun dalam jangka lebih panjang, tren komoditas ini masih naik seperti yang ditunjukkan oleh posisi harga yang berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada hari Minggu kemarin menginformasikan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama hampir empat bulan antara AS-Iran. Jika penandatanganan kesepakatan dilakukan, AS akan mencabut blokade pada pelabuhan-pelabuhan Iran dan Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menganggap keberhasilan kesepakatan akan bergantung pada kesungguhan AS untuk memenuhi komitmen-komitmen yang mencakup mencabut dan mengakhiri blokade Angkatan laut, mengakhiri status perang dan operasi militer, serta melepaskan dana Iran yang dibekukan.
Meskipun demikian, masih ada risiko pada kesepakatan ini karena Presiden Trump tetap memberikan peringatan akan menyerang kembali Iran jika gagal mencapai kesepakatan nuklir. Pasar menilai perkembangan ini akan memulihkan distribusi komoditas-komoditas dari Timur Tengah seperti minyak mentah dan gas alam. Pada akhirnya, itu akan membuat permintaan batu bara sebagai substitusi gas alam untuk pembangkit listrik akan perlahan berkurang sehingga menekan harganya.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Juni 2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $121,83 naik dari $116,32
- Batubara I (5.300 GAR) $84,53 naik dari $80,34
- Batubara II (4.100 GAR) $58,81 naik dari $57,61
- Batubara III (3.400 GAR) $40,32 naik dari $39,35
Kementerian Sekretariat Negara memaparkan perincian Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis yang sebelumnya diumumkan Presiden RI, Prabowo Subianto, pada bulan Mei lalu di Dewan Perwakilan Rakyat.
Secara umum isinya seperti yang sudah dijelaskan para pejabat. Batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy (paduan besi) menjadi tiga komoditas tahap awal dalam penerapan peraturan ini. Sementara untuk penetapan komoditas-komoditas SDA (sumberdaya alam alam) strategis lainnya ditetapkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk komoditas SDA strategis non pangan atau Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk komoditas SDA strategis pangan.
Pasal 3 ayat (1), "Komoditas SDA strategis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 hanya dapat diekspor oleh BUMN ekspor, baik sebagai pemilik atau sebagai perantara tunggal".
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik Didukung Kesepakatan Kerangka AS-Iran dan Pelemahan Dolar yang Mendukung Pemulihan
IHSG Melesat 3,74% ke 6.232, Kesepakatan AS-Iran Redakan Tekanan Pasar
MoU AS-Iran Disepakati
Bitcoin mengkonsolidasikan keuntungan, Ethereum mempertahankan support, XRP mendekati pemicu breakout
Bitcoin, Ethereum dan Ripple memulai pekan dengan catatan konstruktif saat tiga mata uang kripto (cryptocurrencies) teratas berusaha memperpanjang rebound setelah pulih hampir 4%, 2% dan 2,6%, secara berurutan. BTC stabil di sekitar $65.600, ETH terus bertahan kuat di atas support kunci $1.700, sementara XRP mendekati batas atas pola falling channel.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 15 Juni
Pasar menyambut baik berita Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan kerangka untuk mengakhiri perang di awal minggu. Di kemudian hari, Survei Manufaktur Empire State Federal Reserve Bank of New York untuk bulan Juni dan data Produksi Industri bulan Mei akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.