• ANTM mundur lebih jauh setelah meraih tertinggi harian.
  • Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp8,83 triliun dari Januari hingga September 2026.
  • Mode perdagangan dalam kisaran dari 18 Mei berlanjut hingga hari ini.

ANTM lebih rendah 0,72% dari penutupan Selasa untuk menutup sesi I hari ini di 2.750. Saham PT Antam (Persero) Tbk membuka hari di 2.780 dan naik untuk mencatatkan tertinggi hari 2.840 dalam satu jam pertama perdagangan menyusul rilis laporan keuangan terbaru perseroan. Namun, saham ini kesulitan menemukan tindak lanjut aksi beli dan malah memangkas seluruh kenaikan untuk kemudian diperdagangkan di bawah level pembukaan.

Kinerja ANTM yang memangkas kenaikan hariannya terjadi di tengah penurunan 1,33% indeks LQ45, berpotensi ditutup merah untuk tiga hari berturut-turut jika mempertahankan keadaan saat ini. Indeks ini terutama ditekan oleh saham Indosat (ISAT, -6,82%), Barito Pacific (BRPT, -6,79%), dan Solusi Sinergi Digital (WIFI, -6,70%)

Laba Perseroan Lebih Tinggi dari Sebelumnya

Perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp8,83 triliun selama periode Januari–September 2026 yang lebih tinggi jika dibandingkan Rp5,97 triliun pada periode yang sama pada tahun lalu, seperti diinformasikan dalam keterbukaan informasi yang dirilis malam kemarin. Salah satu penyebabnya adalah penjualan dan pendapatan usaha yang lebih tinggi di Rp88,48 triliun daripada Rp72,02 triliun. Laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan juga meningkat menjadi Rp367,78 dari Rp248,62.

Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset bertambah menjadi Rp59,73 triliun pada akhir September 2026 dari Rp52,53 triliun pada akhir tahun 2025. Hal yang sama diikuti oleh jumlah ekuitas yang meningkat menjadi Rp41,21 triliun dari Rp36,59 triliun dan jumlah liabilitas dari Rp15,93 triliun menjadi Rp18,52 triliun.

Dalam laporan terpisah, perseroan mencatatkan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp13,48 triliun atau tumbuh 45% dalam periode pelaporan dibandingkan Rp9,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Emas adalah produk yang dominan dalam penjualan ANTAM yang mencapai 77% dalam total penjualan pada periode pelaporan yaitu sebesar Rp68,41 triliun yang naik 17% dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp58,67 triliun. Berdasarkan volume, penjualan emas sebesar 25.217 kg (810.745 troy ons).

ANTM Pertahankan Konsolidasi

Dalam gambaran yang lebih besar, ANTM masih berada dalam kisaran sideways lebar antara 2.550 dan 3.300 yang terbentuk sejak 18 Mei 2026. Namun dari sisi teknis, tren jangka panjang saham ini adalah turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, didukung oleh Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 40,57 yang mengindikasikan momentum bearish karena berada di bawah level netral 50.

Level-level teknis yang perlu diamati di sisi atas untuk saham ini adalah 2.990 (penutupan 15 Oktober untuk menutup gap), 3.300 (level angka bulat, batas atas kisaran sideways), dan 3.397 (SMA 200-hari). Sementara untuk sisi bawah, support terdekat muncul di 2.640 (terendah 27 Oktober), 2.550 (batas bawah kisaran sideways), dan 2.380 (terendah 2026 yang diraih pada 19 Oktober).

ANTM
Grafik harian ANTM

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Lemah di Bawah US$4.050 saat USD Pertahankan Bias Bullish jelang FOMC

Emas Tetap Lemah di Bawah US$4.050 saat USD Pertahankan Bias Bullish jelang FOMC

Emas (XAU/USD) tetap ditawarkan di bawah US$4.050 selama awal sesi Eropa hari Rabu, menghentikan reli kenaikan dua hari berturut-turut menjelang acara penting bank sentral. Federal Reserve (The Fed) AS dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakannya nanti hari ini dan secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Valas Hari Ini: Diprakirakan Tidak Ada Kejutan dari The Fed

Valas Hari Ini: Diprakirakan Tidak Ada Kejutan dari The Fed

Dolar AS (USD) telah menambah optimisme Senin, naik ke area tertinggi baru dua minggu di tengah imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang beragam dan kelanjutan sikap hati-hati menjelang The Fed di pasar global. Indeks Dolar AS (DXY) semakin memperpanjang penembusan terbarunya di atas rintangan penting 102,00, mencapai puncak baru dua minggu.
Emas Turun saat Harga Minyak Rebound, Kebijakan The Fed Menjadi Sorotan

Emas Turun saat Harga Minyak Rebound, Kebijakan The Fed Menjadi Sorotan

Emas turun 0,3% ke dekat US$4.050 dalam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, saat harga minyak bangkit kembali setelah koreksi dua hari. Logam mulia ini diprakirakan akan menghadapi volatilitas tinggi karena Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneter pada hari ini pada pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).
Bitcoin, Ethereum dan XRP pulih saat laporan pendapatan Big Tech menjadi sorotan utama

Bitcoin, Ethereum dan XRP pulih saat laporan pendapatan Big Tech menjadi sorotan utama

Zcash memperpanjang pemulihan stabil di atas US$1.300 pada hari Rabu, mendekati resistance utama di dekat US$1.373. Exchange-Traded Fund yang berfokus pada ZEC milik Grayscale melihat tekanan beli yang berlanjut, dengan enam hari berturut-turut arus masuk, termasuk lebih dari US$3 Juta pada hari Selasa.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 28 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 28 Oktober:

Dolar AS (USD) menambah optimisme pada hari Senin, naik ke area tertinggi baru dua minggu di tengah imbal hasil obligasi pemerintah AS yang beragam dan kelanjutan sikap hati-hati menjelang The Fed di pasar global. Indeks Dolar AS (DXY) semakin memperpanjang penembusannya baru-baru ini di atas penghalang utama 102,00, mencapai puncak baru dua minggu

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA