- ADRO melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut sebelumnya.
- Perseroan akan menyampaikan laporan keuangan yang telah ditelaah.
- Saham ini baru saja keluar dari kisaran sideways yang berusia hampir dua bulan.
ADRO diperdagangkan di 2.480 yang lebih tinggi 1,22% dari penutupan kemarin pada saat berita ini ditulis. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dibuka di 2.450 dan turun untuk mencatatkan terendah hari 2.430 dalam satu jam pertama perdagangan. Setelah itu, saham ini berbalik arah dan merayap naik ke tertinggi hari 2.490 menuju penutupan. Level tersebut juga tertinggi baru Juli dan level tertinggi sejak 19 Mei 2026. ADRO menuju ditutup positif untuk tiga hari berturut-turut, keluar dari kisaran sideways menyusul informasi bahwa perseroan akan menyampaikan laporan keuangan yang telah ditelaah.
Diinformasikan pada akhir hari kemarin bahwa perseroan akan menyampaikan laporan keuangan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. untuk Kuartal II 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik. Namun, belum ada informasi secara terperinci kapan laporan tersebut akan disampaikan.
Laporan keuangan terakhir yang dirilis perseroan adalah untuk periode Kuartal I 2026. Dalam periode tersebut, perseroan mencatakan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar $128,13 juta yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar $76,69 juta. Salah satu penyebab kenaikan tersebut adalah penjualan dan pendapatan usaha pada periode pelaporan sebesar $470,90 juta dibandingkan $381,61 juta para Kuartal I 2025. Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset perseroan bertambah menjadi $7,18 miliar pada akhir Maret 2026 dari $6,81 miliar pada akhir tahun 2025.
Kenaikan tiga hari berturut-turut ADRO sejauh hari ini membawa Relative Strength Index (RSI) 14-hari ke 64,57, mengindikasikan momentumnya bullish karena bergerak di atas level netral 50. Tren jangka lebih panjang saham ini bullish, seperti ditunjukkan oleh Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang menopang di bawah harga sejak awal tahun. Saham ini juga sedang mencoba menindaklanjuti penembusan dari kisaran sideways 2.110–2.360 yang terbentuk sejak akhir Mei. Level 2.600 (tertinggi 12 Mei) menjadi penghalang sisi atas terdekat jika saham ini terus naik, sementara 2.360 (ujung atas kisaran sebelumnya) bertindak sebagai batas sisi bawah.

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Data IHK AS Diprakirakan Menunjukkan Inflasi Melambat pada Juni akibat Anjloknya Harga Bahan Bakar
Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke 18.080 saat Dolar AS Terkoreksi jelang IHK AS
Kembali ke Level Tekanan
Altcoin Utama: XRP, ADA dan SOL tetap rentan seiring genggaman bearish yang menguat
Altcoin-altcoin utama di pasar kripto, seperti Ripple, Cardano, dan Solana, diperdagangkan di zona merah pada hari Selasa, memperpanjang penurunan mereka sebesar 2% hingga 3% dari hari sebelumnya. Prospek teknis untuk XRP, ADA, dan SOL menunjukkan kecenderungan bearish jangka pendek, dengan harga bergerak di bawah EMA 50 hari masing-masing.
Inflasi AS Diprakirakan Mereda dari Level Tertinggi Tiga Tahun yang Ditetapkan pada Bulan Mei
Laporan diprakirakan akan menunjukkan penurunan inflasi konsumen, didorong oleh meredanya harga Minyak Mentah menyusul pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa tersebut hari ini pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB)