Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari senin diawal bulan September pada level 4328.07, setelah sempat menyentuh level terendah harian dan berada pada level 4321.75. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari kemarin dipicu oleh tingginya imbal hasil obligasi Pemerintah AS serta penguatan Dolar AS, yang membuat emas kurang menarik bagi investor.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS pada perdagangan sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan tersebut terjadi pasca meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memperkuat kekhawatiran terhadap risiko inflasi, sekaligus memicu gelombang aksi jual di pasar obligasi global.
Serangan yang dilakukan oleh Amerika di sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz kembali meningkatkan eskalasi peperangan tang terjadi di Timur Tengah, sementara Teheran mengklaim telah melancarkan operasi balasan terhadap kepentingan Amerika di berbagai wilayah.
Kondisi ini justru menjadi tekanan bagi harga emas. Meskipun ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan permintaan aset safe haven, lonjakan imbal hasil obligasi AS dapat membatasi daya tarik logam mulia. Sebagai aset yang tidak memberikan bunga, emas cenderung kehilangan minat ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat karena biaya peluang untuk memilikinya menjadi lebih tinggi.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mengangkat harga minyak mentah hingga menyentuh level tertinggi sejak 24 Juli. Lonjakan harga energi tersebut memperbesar risiko inflasi sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertahankan sikap hawkish, termasuk membuka peluang kenaikan suku bunga. Di saat yang sama, berlanjutnya permintaan terhadap Dolar AS turut menambah tekanan terhadap harga emas.
Emas membuka perdagangan hari rabu dan kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Asia hingga menyentuh level terendah dalam hampir empat pekan. Dengan sentimen fundamental yang masih cenderung bearish, pelemahan logam mulia berisiko berlanjut dan membawa harga bergerak semakin jauh di bawah level psikologis 4300.00
Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS-Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Pasar menanti rilis data Non Farm Payrolls yang akan dikeluarkan di penghujung minggu ini. Harap diperhatikan rilis data utama hari yaitu rilis Perubahan Tenaga Kerja Non-Pertanian ADP (Ags) pada pukul 19.15 WIB.

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD tetap melanjutkan pelemahan dalam perdagangannya walaupun potensi bullish secara teknikal masih sangat berpeluang selama perdagangan hari ini. Pergerakan diperkirakan bervolatilitas tinggi dan berusaha untuk mencoba bertahan di level 4300.00.
XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga ditengah pelemahan yang terjadi sejak jumat lalu. Pasar saat ini berada dalam tendensi “High Bearish” walaupun masih tetap berada dalam posisi “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4334.79 dan mengalami pelemahan hingga menembus level 4281.03, XAU/USD mencoba rebound dan mencoba menguat serta menembus level 4305.11. Diprediksi bahwa XAU/USD akan terus berflutuatif sengan tinggi tapi tendensi penguatan diperkirakan akan terjadi saat memasuki pasar Eropa nanti
Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, emas masih memperlihatkan kecenderungan positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup. Namun, pelaku pasar tampaknya belum berani mengambil posisi secara agresif. Pergerakan yang lebih kuat kemungkinan baru terbentuk setelah munculnya sentimen baru yang mampu memberikan kepastian arah pada sesi hari ini.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4252.13 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4219.53. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4280.00.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4386.33. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4350.00 dan terus menguat hingga menembus level 4355.65
Trading Plan
Range XAU/USD: 4282.44 - 4387.50
S1 = 4252.13
S2 = 4219.53
R1 = 4355.65
R2 = 4386.33
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Laporan Ketenagakerjaan ADP Diprakirakan Tunjukkan Kenaikan Moderat dalam Payrolls Swasta Agustus
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.750 saat Dolar dan Imbal Hasil AS Naik, Minyak Dekati US$95 jelang ADP AS
Kenaikan Harga Minyak Meluas ke Pasar Lainnya
WTI Maju ke Pertengahan $90,00-an, Tertinggi Baru Sejak 24 Juli di Tengah Meningkatnya Ketegangan AS-Iran
West Texas Intermediate (WTI) – patokan harga Minyak Mentah AS – naik lebih tinggi selama tiga hari berturut-turut – sekaligus menandai hari kelima pergerakan positif dalam enam hari terakhir – dan naik ke level tertinggi baru sejak 24 Juli selama sesi Asia pada hari Rabu.
Valas Hari Ini: Penghindaran Risiko Mencengkeram Pasar saat Tensi di Timur Tengah Semakin Meningkat
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 2 September: Pasar mengambil sikap hati-hati di pertengahan pekan karena krisis di Timur Tengah semakin dalam. Pada paruh kedua hari ini, data ketenagakerjaan sektor swasta dari Amerika Serikat (AS) akan diawasi dengan cermat oleh para investor. Selain itu, Bank of Canada (BoC) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya.