Trader emas terus mengabaikan pelemahan Dolar - dan justru sama-sama melemah selama sesi Asia hingga Eropa pada Rabu (21/10). Ini terjadi selama masa tenang the Fed jelang keputusan suku bunga bank setral minggu depan.
Namun, kekhawatiran krisis kredit Prancis mulai membantu harga emas pulih dari titik terendah minggu ini - dan berakhir dengan kenaikan tipis.
*Key Highlights*
- Indeks Dolar AS terkoreksi untuk hari ke-2, bertahan dibawah 102 karena minimnya data. Fokus pasar hanya tertuju pada probailitas kenaikan suku bunga the Fed untuk pertemuan Oktober dan Desember.
- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, harapan kenaikan Oktober bertahan dibawah 20% dan sekitar 90% pada Desember mendatang.
- Di Eropa, krisis kredit Prancis menjadi focus Utama - membebani kenaikan Euro sepanjang minggu ini.
- Imbal hasil obligasi 10Y Prancis meroket mencapai tertinggi sejak 2002. Mendorong selisih imbal hasil (spread) dengan obligasi pemerintah Jerman (Bund) terus melebar hingga 160 basis poin, karena meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya krisis utang.
- Utang pemerintah Prancis mencapai EUR 3,596 triliun pada kuartal kedua tahun ini atau setara dengan 119% dari PDB. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak periode pasca-perang.
- Kondisi ini semakin memburuk ditengah pemerintahan yang lemah dan tidak memiliki dukungan parlemen yang cukup untuk mengesahkan rencana penghematan yang berarti.
- Disisi lain, Kerusuhan meluas ke seluruh negeri, menambah tantangan bagi pemerintah.
- Pada Kamis (22/10), pasar akan memusatkan perhatiannya pada geopolitik AS-Iran, Krisis di Prancis dan Laporan Klaim Pengangguran Amerika malam nanti pukul 19:30 WIB.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Rabu (21/10), harga emas berakhir menguat tipis - karean aliran safehaven ditengah kekhawatiran krisis kredit. Berikut adalah posisi harga emas dan silver pada penutupan Rabu (21/10) pada pukul 04:00 WIB:
• XAUUSD : $4,140.45 , +$15.81 / +0.38%
• GOLD FUTURES : $4,150.00 , +$7.40 / +0.18%
• XAGUSD : $57.496 , -$0.449 / -0.77%
Harga minyak bergejolak - capai titik tertinggi sebelum akhirnya dibanting turun di level $96 pe barrel. Berikut adalah posisi harga minyak pada penutupan Rabu (21/10) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $98.62 , -$0.49 / -0.49%
• WTI : $97.15 , -$0.67 / -0.68%
• BRENT : $108.82 , +$0.03 / +0.03%
• NGAS : $3.1580 , -$0.113 / -3.45%
Dollar melemah dengan USDX mencatatkan penurunan untuk hari ke-2 - berakhir pada 101.70. Berikut adalah posisi pasar matauang pada penutupan Rabu (21/10) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.70268 , +25 / +0.36%
• EURUSD : 1.12308 , -5 / -0.04%
• GBPUSD : 1.33935 , +16 / +0.12%
• NZDUSD : 0.57006 , +17 / +0.30%
• USDJPY : 158.193 , +4 / +0.02%
• USDCAD : 1.40454 , -12 / -0.08%
• USDCHF : 0.82420 , -4 / -0.05%
• USDCNH : 6.67328 , -8 / -0.01%
*Sentimen*
"Quiet Periode" - selama periode ini, tidak ada jadwal pidato dari sejumlah pejabat the Fed hingga menjelang pertemuan FOMC 27-28 Oktober mendatang. Pasar diperkirakan hanya akan memusatkan perhatiannya pada probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve AS, geopolitik dan Harga minyak dunia.
Pada Kamis (22/10), pasar akan memusatkan perhatiannya pada geopolitik AS-Iran, Krisis di Prancis dan Laporan Klaim Pengangguran Amerika malam nanti pukul 19:30 WIB.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Melemah ke Dekat 0,7000 meskipun Sikap RBA Hawkish
Valas Hari Ini: Fokus Tetap tertuju pada Data AS dan Geopolitik
Emas Melemah ke Dekat US$4.110 di Tengah Penguatan Harga Minyak
Pemulihan XRP dan XLM Terhenti di Bawah EMA
Valas Hari Ini: Fokus Tetap tertuju pada Data AS dan Geopolitik
Dolar AS (USD) telah bergerak dalam kisaran yang tidak meyakinkan, kesulitan membalikkan koreksi mingguan, sementara para pelaku pasar terus menilai perkembangan dari lanskap geopolitik, semuanya di tengah jeda pra-The Fed yang stabil. Indeks Dolar AS (DXY) telah diperdagangkan dalam kisaran ketat, naik dan turun di kisaran 101,80-101,60.