Emas (XAU/USD) menutup perdagangan hari jumat pada level 4339.45, setelah sempat menyentuh level terendah harian dan berada pada level 4371.73. Reli tajam yang terjadi pada perdagangan Jumat, dimana kenaikan harian melampaui 2,30%,  membuat performa mingguan emas menjadi lebih dari 7%, didukung oleh laporan Non Farm Payrolls memberikan sinyal beragam. Nilai Non Farm Payrolls yang lebih lemah, meskipun Tingkat Pengangguran masih bertahan stabil.

Laporan NFP terbaru mencatat bahwa pasar tenada kerja mulai kehilangan momentum dimana pada bulan Juli menyusut sebesar 23.000 jauh dari ekspetasi. Hal ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin kecil sehingga nenberikan angin segar buat Emas.

Di sisi lain, Tingkat Pengangguran AS secara mengejutkan melandai ke 4,1%. Namun, penurunan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan pasar tenaga kerja karena lebih banyak orang keluar dari angkatan kerja, baik tidak lagi bekerja maupun berhenti aktif mencari pekerjaan. Dengan demikian, angka pengangguran yang lebih rendah justru menyimpan sinyal bahwa kondisi ketenagakerjaan AS masih rapuh.

Laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan langsung mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga pada September kini menyusut menjadi 44%, setelah sebelumnya berada di kisaran 55%. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa investor semakin meragukan ruang bagi The Fed untuk melanjutkan pengetatan di tengah melemahnya momentum pasar tenaga kerja.

Akan tetapi koreksi terbaru pada Emas terjadi seiring bangkitnya kembali permintaan terhadap Dolar AS. Eskalasi ketidakpastian mengenai rencana pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong pasar mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke Dolar AS sebagai instrumen perlindungan. Penguatan yang terjadi pada Dolar AS membatasi momentum kenaikan XAU/USD dan memicu aksi “profit taking” di pasar emas.

Emas membuka perdagangan hari senin dalam tekanan karena meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mendorong investor kembali memburu Dolar AS sebagai aset safe haven. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan mempertahankan peluang pengetatan lanjutan oleh Federal Reserve. Kombinasi penguatan USD dan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi akhirnya membatasi daya tarik emas dan menyerat logam mulia ini ke zona negatif.

Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS-Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Pasar menanti rilis data Inflasi yang akan dikeluarkan di pertengahan minggu ini, dimana rilis data tersebut akan sangat berpengaruh penting bagi pergerakan kedepan

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD sedikit koreksi dalam membuka perdagangannya akan tetapi masih tetap berada dalam tendensi bullish untuk melanjutkan perdagangan akhir minggu lalu, tapi peluang pelemahan masih mengintip selama perdagangan hari ini. Pergerakan diperkirakan bervolatilitas tinggi dan berusaha untuk mencoba menembus level 4400.00.

XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga. Pasar saat ini berada dalam tendensi “High Bullish” walaupun masih tetap berada dalam posisi “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4348.93 dan mengalami pelemahan hingga menembus level 4313.26, XAU/USD mencoba kembali untuk melanjutkan ralinya dan saat ini berada pada level 4339.20. Diprediksi bahwa XAU/USD akan terus berflutuatif sengan tinggi tapi tendensi penguatan diperkirakan akan terjadi saat memasuki pasar Eropa nanti

Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, emas masih memperlihatkan kecenderungan positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup. Namun, pelaku pasar tampaknya belum berani mengambil posisi secara agresif. Pergerakan yang lebih kuat kemungkinan baru terbentuk setelah munculnya sentimen baru yang mampu memberikan kepastian arah pada sesi hari ini.

Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4279.81 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4247.55. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4297.34.

Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4408.85. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4360.00 dan terus menguat hingga menembus level 4375.52

 

Trading Plan

Range XAU/USD: 4280.51 - 4373.32

S1 = 4279.81

S2 = 4247.55

R1 = 4375.52

R2 = 4408.85


Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Emas Naik Kembali ke US$4.350; Tetap di Bawah Level Tertinggi 17 Juni karena USD Bertahan di Zona Kenaikan

Emas Naik Kembali ke US$4.350; Tetap di Bawah Level Tertinggi 17 Juni karena USD Bertahan di Zona Kenaikan

Emas (XAU/USD) membalik penurunan moderat pada awal perdagangan dan naik ke batas atas kisaran hariannya, mendekati US$4.350 menjelang sesi Eropa pada Senin. Namun, logam mulia ini masih berada di bawah level tertinggi sejak 17 Juni yang disentuh pada Jumat setelah rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS.
Rupiah Indonesia Tertekan saat Keyakinan Konsumen Turun ke Level Terlemah Sejak September 2025

Rupiah Indonesia Tertekan saat Keyakinan Konsumen Turun ke Level Terlemah Sejak September 2025

USD/IDR mempertahankan kenaikan setelah mencatat penurunan lebih dari 0,5% pada hari perdagangan sebelumnya, melayang di sekitar 17.860 selama sesi Asia pada hari Senin. Pasangan mata uang ini terus diperdagangkan dengan bias naik karena Rupiah Indonesia (IDR) menghadapi tekanan setelah rilis data Keyakinan Konsumen domestik.
NFP Lemah, namun Tingkat Pengangguran Lebih Rendah

NFP Lemah, namun Tingkat Pengangguran Lebih Rendah

Di Norwegia, kami memprakirakan inflasi inti telah naik menjadi 2,9% pada bulan Juli, didorong oleh pemulihan parsial pada teknologi informasi dan komunikasi, serta tiket pesawat. Inflasi pangan yang lebih rendah seharusnya sedikit bergerak ke arah sebaliknya.
Cardano: Pembeli Mengincar Kenaikan Kedua saat Paus Membeli

Cardano: Pembeli Mengincar Kenaikan Kedua saat Paus Membeli

Cardano diperdagangkan di atas $0,196 pada awal pekan setelah membukukan kenaikan dua digit selama dua minggu terakhir. Aksi harga bullish ADA didukung oleh akumulasi whale yang stabil. Sementara itu, sentimen derivatif menunjukkan kemiringan bullish yang sedikit, mengindikasikan kenaikan lanjutan kedua untuk ADA.

Valas Hari Ini: Aksi Jual Dolar AS Pasca-NFP Terhenti

Valas Hari Ini: Aksi Jual Dolar AS Pasca-NFP Terhenti

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 10 Agustus: Dolar AS (USD) bertahan stabil pada awal pekan yang baru setelah mengalami pelemahan tajam terhadap mata uang utama lainnya menyusul data pasar tenaga kerja yang mengecewakan pada hari Jumat. Data Keyakinan Investor Sentix untuk bulan Agustus akan menjadi sorotan dalam kalender ekonomi Eropa pada hari Senin.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA