• Emas melanjutkan koreksi akibat aksi ambil untung.
  • Indeks Dolar menguat karena The Fed hawkish.
  • Pasar ekstra hati-hati atas kembali munculnya gejolak geopolitik.
  • Pasar memprakirakan rebound sebelum gelombang kedua koreksi.
Grafik 4 Jam oleh www.skcharting.com

Emas telah menyelesaikan gelombang impulsif bullish di ambang US$4.700 dan gelombang koreksi A-B-C lanjutan telah dimulai.

Gelombang A hampir selesai di US$4.397 dan konsolidasi bullish saat ini sedang membentuk Gelombang B yang diprakirakan akan mengalami pantulan menuju US$4.580 - US$4.620 tetapi harga perlu menunjukkan breakout kuat di atas hambatan terdekat US$4.510

Setelah Emas menyelesaikan pantulan dan menembus US$4.580–US$4.620, kami memprakirakan terbentuknya Gelombang C yang dapat melanjutkan koreksi ke bawah menuju US$4.330–US$4.250

Jika tekanan jual meningkat, penurunan koreksi jangka pendek dapat meluas ke US$4.100

Para pedagang akan mencermati reaksi terhadap tantangan langsung di US$4.510 dan breakout kuat yang diikuti oleh pantulan pemulihan menuju US$4.580–US$4.620

Penolakan di level tinggi kemungkinan akan disertai reposisi taruhan jual sementara pembelian saat harga murah akan terlihat pada koreksi yang lebih dalam di sekitar US$4.330-US$4.250

Perlu dicatat bahwa logam mulia sensitif terhadap data dan berita dalam dinamika headline fiskal dan geopolitik yang berkembang pesat yang secara langsung dan substansial berdampak pada harga Emas yang didenominasi dalam dolar.

Para pedagang Emas juga mencermati resistance pada Indeks Dolar di 99,90 yang memengaruhi harga Emas.

Penurunan Emas saat ini merupakan koreksi di tengah tren yang secara luas bullish, yang oleh banyak pedagang dipandang sebagai pembelian bernilai saat harga murah ketimbang mengejar reli yang sudah terlalu panas.

Catatan: Pandangan yang diungkapkan didasarkan pada dinamika aksi harga dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi perdagangan.

Pandangan dalam artikel ini didasarkan pada studi pergerakan harga, analisis teknikal, dan studi berbasis grafik. Penulis tidak memegang posisi apa pun terkait hal-hal yang ditulisnya. Pandangan yang diungkapkan bertujuan untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan saran perdagangan.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Emas memangkas kerugian; fokus kembali ke $4.450

Emas memangkas kerugian; fokus kembali ke $4.450

Emas menambah penurunan tajam pada Jumat, meskipun berhasil memantul dari level terendah sebelumnya di wilayah di bawah $4.400 per ons troy pada Senin. Pullback logam mulia ini terjadi meskipun sikap Dolar AS lebih lembut dan ketidakpastian yang masih berlanjut di Timur Tengah, meskipun imbal hasil yang naik untuk saat ini menahan para pembeli

WTI Tetap Kuat Menuju $85 karena Iran Menembakkan Rudal Menyusul Serangan AS

WTI Tetap Kuat Menuju $85 karena Iran Menembakkan Rudal Menyusul Serangan AS

West Texas Intermediate (WTI) bertahan kuat setelah gap pembukaan bullish, tetap mengarah ke $85 per barel pada jam-jam Asia pada hari Senin. Harga minyak mentah melonjak setelah Iran meluncurkan rentetan terkoordinasi rudal balistik dan rudal jelajah anti-kapal di berbagai lokasi, termasuk Teheran, Lorestan, Karaj, Khorramabad, dan Shiraz. Serangan-serangan ini terjadi setelah AS menyerang peluncur Iran di Pulau Larak.

GBP/USD mempertahankan bias bid di dekat 1,3550

GBP/USD mempertahankan bias bid di dekat 1,3550

GBP/USD meninggalkan sebagian dari retracement tiga hari terbaru dan bergerak di sekitar area 1,3550 pada hari Senin. Tren penurunan terbaru Greenback membantu Cable dan kompleks risk lainnya memulihkan sebagian posisi yang hilang baru-baru ini sementara perhatian tetap tertuju pada potensi jalur suku bunga The Fed.

Emas Menguat setelah Anjlok Tajam, tetapi Prospek Suku Bunga The Fed Tetap Membebani

Emas Menguat setelah Anjlok Tajam, tetapi Prospek Suku Bunga The Fed Tetap Membebani

Emas (XAU/USD) berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan pada hari Senin setelah membuka pekan lebih rendah dan sempat jatuh di bawah US$4.400, menyentuh level terendah sejak 19 Agustus selama sesi Asia. Logam mulia ini mempertahankan bias bearish jangka pendek karena ekspektasi hawkish terhadap Federal Reserve (The Fed) membuat para pembeli tetap berhati-hati.
Valas Hari Ini: Ketegangan Kembali Meningkat di Timur Tengah, USD Konsolidasikan Reli yang Dipicu The Fed

Valas Hari Ini: Ketegangan Kembali Meningkat di Timur Tengah, USD Konsolidasikan Reli yang Dipicu The Fed

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 31 Agustus: Pasar keuangan mengambil sikap hati-hati pada hari terakhir bulan Agustus karena para investor menilai perubahan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan September dan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Kalender ekonomi akan menampilkan data awal inflasi bulan Agustus dari Jerman nanti pada hari ini.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA