Charlie Lay dari Commerzbank dan Dr. Henry Hao menyoroti rebound tajam pada Yen Jepang, dengan USD/JPY turun sekitar 150 poin seiring pasar bereaksi terhadap panduan Bank of Japan yang semakin hawkish dan spekulasi intervensi. Harga OIS kini mengimplikasikan kenaikan suku bunga BoJ sebesar 25 bp pada September dan pengetatan sekitar 44 bp hingga akhir tahun, membuat pasangan mata uang ini sangat sensitif terhadap sinyal resmi lebih lanjut.
Yen Melonjak karena Pembicaraan Hawkish BoJ
"Tema utama semalam adalah rebound tajam pada yen Jepang dan sedikit stabilisasi dalam sentimen risiko global seiring laju reli minyak terbaru melambat."
"USD/JPY sempat turun lebih dari 1% ke area 158,20, sebelum berakhir di sekitar 158,70, karena pasar bereaksi terhadap sinyal yang semakin hawkish dari Bank of Japan (BoJ) dan spekulasi bahwa otoritas Jepang mungkin kembali bersiap untuk melakukan intervensi."
"Pergerakan tajam yen sempat memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang telah melakukan rate check, meskipun tidak ada bukti jelas adanya intervensi baru. Anggota dewan BoJ Hajime Takata mengatakan kenaikan suku bunga standar sebesar 25 bp "tidak harus dianggap sudah pasti" dan bahwa kenaikan berturut-turut juga dapat dipertimbangkan. Ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, secara terbuka mendesak Jepang untuk menormalkan kebijakan."
"Pasar OIS sepenuhnya memprakirakan kenaikan suku bunga BoJ sebesar 25 bp pada September dan total kenaikan 44 bp hingga akhir tahun."
"Pasangan mata uang ini tetap sangat sensitif terhadap setiap tanda baru intervensi resmi atau panduan BoJ lebih lanjut."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Pertahankan Kenaikan di Tengah Pelemahan USD dan Imbal Hasil Obligasi; Tetap di Bawah US$4.450
Rupiah Indonesia Menguat karena Dolar AS Melemah di Tengah Potensi Intervensi Yen
Pertumbuhan, Inflasi, dan Pengangguran Diprakirakan akan Berkumpul di Sekitar Level Struktural
XRP Mempertahankan Support Utama, XLM Menanti Penembusan Saat Derivatif Menguat