Geoff Yu dari BNY mencatat bahwa para pejabat Bank of Japan (BoJ) dilaporkan terbuka terhadap kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada prakiraan para ekonom, seiring pelemahan Yen Jepang (JPY) meningkatkan risiko inflasi. Kebijakan moneter masih diprakirakan tidak berubah pada pertemuan 31 Juli setelah suku bunga acuan dinaikkan menjadi 1%, tetapi pasar kini memperhitungkan peluang yang cukup signifikan untuk kenaikan lanjutan pada Oktober, sehingga menopang volatilitas USD/JPY di sekitar level 163.
Ekspektasi Kebijakan Terkait Yen Bergeser Lebih Hawkish
“Para pejabat BoJ dilaporkan terbuka untuk menaikkan suku bunga lebih cepat daripada prakiraan banyak ekonom, karena pelemahan yen menambah risiko kenaikan inflasi dan dapat mendorong perusahaan untuk kembali menaikkan harga.”
“Bank sentral masih secara luas diprakirakan mempertahankan kebijakan tidak berubah pada pertemuan 31 Juli, setelah menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 31 tahun sebesar 1% pada pertemuan bulan lalu. Namun, para pejabat dapat bertindak lebih awal daripada Desember apabila diperlukan.”
“Para pengambil kebijakan dilaporkan menilai inflasi yang mendasari semakin mendekati target 2% dan mulai mengalihkan fokus pada upaya menjaga pertumbuhan harga tetap terkendali, sementara pasar kini memperhitungkan peluang yang cukup besar untuk kenaikan suku bunga lanjutan pada Oktober.”
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Mencapai Tertinggi Dua Pekan saat Pedagang Menimbang Risiko Timur Tengah, Prospek The Fed
Harga Perak Naik Tipis karena Ketegangan Geopolitik Imbangi Kekhawatiran terhadap Inflasi
Prakiraan Harga Emas: 3 Skenario yang Dapat Menentukan Sisa Tahun 2026
XRP berkonsolidasi seiring arus masuk dan volume meningkat
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 22 Juli
Pasar tetap waspada di pertengahan minggu seiring ketegangan di Timur Tengah yang semakin meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran terus saling melancarkan serangan. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi pada hari Rabu, memungkinkan para investor tetap fokus pada berita utama seputar geopolitik.