- Yen Jepang melemah secara keseluruhan setelah BoJ mengumumkan keputusan kebijakannya.
- Lonjakan Yen yang terjadi dalam waktu singkat mungkin merupakan bukti upaya pemerintah Jepang melakukan intervensi.
- Indeks Harga PCE AS menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari prakiraan namun tidak banyak berdampak pada USD/JPY yang hampir menyentuh 157,00.
Yen Jepang (JPY) anjlok ke terendah baru multi-dekade, melampaui 156,99 terhadap mata uang Amerika pada hari Jumat, setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk membiarkan pengaturan kebijakan tidak berubah.
Yen gagal mendapatkan dukungan dari pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda selama konferensi pers pasca pertemuan. Meskipun tampaknya ada upaya intervensi pada Jumat pagi, JPY hanya pulih sementara dan bias jual yang kuat masih ada. Prospek suku bunga BoJ yang tidak menentu, tanda-tanda bahwa inflasi di Jepang sedang mereda, dan nada di pasar ekuitas yang secara umum positif ternyata menjadi sejumlah faktor utama yang melemahkan safe-haven JPY.
Selain itu, ekspektasi bahwa perbedaan suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan tetap lebar untuk beberapa waktu mengindikasikan bahwa jalur yang paling mudah untuk JPY setidaknya adalah ke bawah. Sementara itu, Dolar AS (USD) menarik pembeli baru dan membalikkan penurunan yang dipicu oleh melemahnya PDB AS pada hari sebelumnya ke terendah dua minggu di tengah spekulasi Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
USD/JPY Terus Naik Setelah Data PCE Inti AS
USD/JPY terus naik, sedikit berubah, setelah rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) inti bulan Maret, pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve (The Fed) AS.
PCE Inti menunjukkan angka yang lebih tinggi dari prakiraan 2,8% YoY, ketika para analis memprakirakan 2,6% dari 2,8% sebelumnya, menurut Biro Analisis Ekonomi AS. Untuk data bulanan, PCE inti naik 0,3% sesuai ekspektasi dan sama seperti sebelumnya.
Data tersebut hanya sedikit mengubah kemungkinan Federal Reserve melakukan penurunan suku bunga pada bulan September dari 59% pada Jumat pagi sebelum data menjadi 60% setelahnya.
Data lain dalam laporan PCE menunjukkan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi naik ke 2,7%, mengalahkan estimasi 2,6% dan sebelumnya 2,5%. Untuk data bulanan, PCE naik 0,3% seperti yang diprakirakan dan sama seperti sebelumnya.
Pendapatan Pribadi naik 0,5% sesuai prakiraan dan Belanja Pribadi 0,8%, mengalahkan prakiraan 0,6% dan sama dengan 0,8% sebelumnya.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Yen Jepang Terus Melemah karena Pembeli Tampaknya Tidak Terkesan oleh Prospek Kebijakan BoJ
- Data pemerintah menunjukkan pada hari Jumat bahwa inflasi konsumen di Tokyo melambat tajam di bulan April dan memupuskan harapan akan adanya sinyal hawkish dari Bank of Japan, sehingga melemahkan Yen Jepang.
- Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Tokyo naik 1,8% YoY di bulan April, sementara IHK inti (non makanan segara dan energi) naik 1,8% YoY selama bulan yang dilaporkan, keduanya meleset dari estimasi konsensus.
- Indeks IHK inti yang tidak termasuk harga makanan segar dan energi dan diawasi secara ketat oleh BoJ sebagai pengukur inflasi yang mendasari turun di bawah target 2% untuk pertama kalinya sejak September 2022.
- Bank sentral Jepang, seperti yang telah diantisipasi secara luas, mempertahankan suku bunga jangka pendeknya tidak berubah pada 0%-0,10% dan memprakirakan kondisi moneter yang akomodatif akan terus berlanjut untuk saat ini.
- Sementara itu, BoJ menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal berjalan 2024 menjadi 0,8% dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,2%, sementara IHK selain makanan segar untuk tahun fiskal 2024 diprakirakan sebesar 2,8% versus 2,4% sebelumnya.
- Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Kamis bahwa Produk Domestik Bruto tumbuh pada tingkat tahunan 1,6% pada periode Januari-Maret, mencatatkan angka terlemah sejak pertengahan 2022.
- Hal ini menunjukkan hilangnya momentum yang signifikan pada awal 2024, meskipun diimbangi oleh kenaikan inflasi yang mendasarinya, yang menegaskan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
- Sebuah laporan Jiji mengindikasikan bahwa BoJ mungkin akan membeli lebih sedikit obligasi, mendorong imbal hasil obligasi lima tahun Jepang ke level tertinggi sejak April 2011, meskipun tidak banyak memberikan dorongan yang berarti bagi JPY.
- Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menegaskan kembali bahwa ia memantau dengan seksama fluktuasi mata uang asing dan bahwa ia akan bersiap untuk mengambil langkah penuh terhadap mata uang tersebut, meskipun ia menolak untuk mengomentari perincian kebijakan tersebut. Tanda-tanda selama beberapa jam terakhir dalam upaya untuk menopang Yen tampaknya telah gagal dengan USD/JPY kembali ke tertinggi sesinya.
Analisis Teknis: USD/JPY Perlu Berhenti Sejenak dan Konsolidasi Sebelum Kenaikan Berikutnya di Tengah RSI yang Sangat Overbought
Dari sudut pandang teknis, momentum di luar 156,00 dapat dilihat sebagai pemicu baru bagi para pedagang bullish dan mendukung prospek kenaikan lebih lanjut. Meskipun demikian, dengan Relative Strength Index (RSI) yang sangat overbought pada grafik harian akan lebih bijaksana untuk menunggu beberapa konsolidasi jangka pendek atau pullback kecil sebelum bersiap untuk pergerakan positif berikutnya.
Sementara itu, setiap koreksi turun di bawah 156,00 tampaknya akan menemukan support yang layak di dekat wilayah 155,35-155,30. Wilayah itu diikuti oleh level psikologis 155,00 dan titik tembus resistance kisaran perdagangan jangka pendek, di sekitar area 154,70. Penembusan di bawah level tersebut berpotensi menyeret pasangan USD/JPY ke angka bulat 154,00 kemudian swing low Jumat lalu, di sekitar zona 153,60-153,55.
(Berita ini dikoreksi pada tanggal 26 April pukul 14:50 GMT/21:50 menjadi pasangan USD mencapai 157,00 bukan 167,00)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Bitcoin Tembus $85.000 untuk Pertama Kalinya dalam Delapan Bulan
EUR/USD tetap ditawarkan di sekitar 1,1460
EUR/USD masih berada di bawah tekanan bearish di bawah penghalang 1,1500 pada hari Senin. Meningkatnya ketegangan geopolitik terus membebani mata uang tunggal, sementara ekspektasi pengetatan The Fed lebih lanjut menjaga Dolar AS tetap ditopang, mendorong spot untuk berbalik arah setelah dua kenaikan harian berturut-turut.
Emas menghadapi resistance di sekitar US$4.400
Emas memulai perdagangan baru dengan melemah, mempertahankan perdagangannya di dekat US$4.350 per troy ons. Koreksi logam mulia ini terjadi di tengah penguatan Dolar AS dan meskipun imbal hasil obligasi Pemerintah AS menurun di seluruh kurva.
GBP/USD: Kenaikan Tampak Dibatasi oleh $1,3400
GBP/USD diperdagangkan dengan kerugian moderat di bawah 1,3400 pada awal pekan. Pullback Cable mengikuti membaiknya sentimen seputar Greenback di tengah spekulasi yang terus berlanjut mengenai pengetatan lebih lanjut oleh The Fed.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 21 September:
Indeks Dolar AS mempertahankan posisinya dan bertahan pada kenaikan tipis di atas 100,00 pada awal perdagangan Senin setelah naik lebih dari 1% pada pekan sebelumnya, didorong oleh prospek hawkish Federal Reserve. Kalender ekonomi AS akan menampilkan data Indeks Aktivitas Nasional The Fed Chicago untuk bulan Agustus. Para investor juga akan memperhatikan komentar-komentar dari para pejabat bank sentral sepanjang hari.