- Rupiah bergerak terbatas di dekat 18.000 setelah data PCE AS semalam tidak memberi kejutan baru bagi pasar.
- PDB AS yang lebih kuat dan komentar pejabat The Fed menjaga ekspektasi suku bunga tinggi tetap bertahan.
- Penurunan harga minyak membantu membatasi tekanan terhadap Rupiah, tetapi Dolar AS masih berada di level tertinggi lebih dari satu tahun.
Rupiah Indonesia (IDR) bergerak terbatas terhadap Dolar AS pada perdagangan Jumat, setelah data inflasi PCE AS semalam tidak memberikan kejutan baru bagi pasar. USD/IDR naik ke sekitar 17.970 hingga akhir sesi Asia, mengarah lagi ke level psikologis 18.000 setelah dibuka di 17.937. Pasangan mata uang tersebut sejauh ini bergerak dalam rentang tipis 17.937-17.974, naik 33 poin atau 0,18%.
Rupiah masih bergerak di bawah 18.000 di pasar spot. Namun, kurs transaksi BI sudah menunjukkan tekanan yang lebih tinggi. Pada Jumat, Bank Indonesia menetapkan kurs jual Dolar AS di Rp18.031,71 dan kurs beli di Rp17.852,29.
PDB AS dan Sikap The Fed Batasi Penguatan Rupiah
Data yang dirilis Kamis malam menunjukkan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) Amerika Serikat secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. Inflasi inti PCE bulanan bertahan di 0,3%, sementara inflasi inti tahunan berada di 3,4%, sejalan dengan prakiraan.
PDB AS kuartal pertama direvisi naik menjadi 2,1% dari 1,6%, membuat Rupiah sulit menguat lebih jauh. Angka itu menunjukkan ekonomi AS masih cukup kuat di tengah suku bunga tinggi, sehingga pasar belum melihat alasan bagi The Fed untuk segera melonggarkan kebijakan, meski ekspektasi kenaikan suku bunga AS sempat sedikit turun setelah PCE tidak lebih panas dari prakiraan.
Komentar pejabat The Fed semalam juga belum cukup untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga. Presiden The Fed New York John Williams mengatakan kebijakan moneter masih “berada pada posisi yang baik”, tetapi inflasi kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target 2%. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee juga mengatakan inflasi masih “bergerak ke arah yang salah”, meski laporan PCE “tidak semua negatif”.
Dolar AS yang masih bertahan di level tinggi juga menyulitkan Rupiah. Indeks Dolar AS (DXY) memang terkoreksi tipis pada akhir sesi Asia Jumat setelah rally tajam beberapa hari terakhir, tetapi masih bertahan di sekitar 101,4, dekat level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Minyak jadi Penopang, Data Michigan Fokus Berikutnya
Minyak mentah WTI turun sekitar 2% ke kisaran US$70 per barel, sedangkan Brent turun ke sekitar US$73 per barel di tengah kembali meningkatnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global. Harga minyak yang lebih rendah menjadi penopang tambahan bagi Rupiah.
Pasar kini menunggu apakah USD/IDR akhirnya menembus 18.000 atau kembali tertahan di bawah level tersebut. Selama DXY masih berada di level tinggi dan ekspektasi suku bunga The Fed belum berubah, ruang penguatan Rupiah diprakirakan tetap terbatas.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada survei Sentimen Konsumen University of Michigan yang akan dirilis Jumat malam 21:00 WIB. Investor terutama akan mencermati ekspektasi inflasi satu tahun, setelah data PCE Mei tidak mengubah pandangan pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve.
Indikator Ekonomi
Indeks Ekspektasi Konsumen Michigan
Pengukur Ekspektasi Inflasi dari Universitas Michigan mengukur seberapa besar konsumen mengantisipasi perubahan harga selama 12 bulan mendatang. Pengukur ini dirilis dalam dua tahap—rilis pendahuluan yang cenderung memberikan dampak yang lebih besar, diikuti oleh pembaruan yang direvisi dua minggu kemudian.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Jun 26, 2026 14.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 49.3
Sebelumnya: 49.3
Sumber: University of Michigan
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Pangkas Pelemahan di Atas $4.000 di Tengah Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed
USD/IDR: Rupiah Sulit Menjauh dari 18.000 saat Dolar AS Masih Bertahan Kuat
Iran Menyerang Kapal di Dekat Hormuz, Reaksi Terbatas
Harga Ripple bertahan di $1 saat likuidasi panjang memperdalam tren bearish
Ripple (XRP) diperdagangkan di dekat level support psikologis utama $1 setelah kehilangan lebih dari 8% sejauh minggu ini. Data likuidasi CoinGlass menunjukkan bahwa lebih dari 97% posisi beli XRP dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Selain itu, metrik derivatif terus menguntungkan para penjual.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 26 Juni
Pasar mempertahankan sikap hati-hati di pagi Eropa karena saham-saham Asia mengalami kerugian besar, tertekan oleh penjualan besar-besaran saham teknologi yang sedang berlangsung. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data berdampak tinggi. Di sesi Amerika nanti, University of Michigan akan menerbitkan revisi data Indeks Sentimen Konsumen bulan Juni dan beberapa pengambil kebijakan Federal Reserve akan menyampaikan pidato.