- Rupiah turun 0,21% ke 17.852,9 per Dolar AS pada Selasa siang.
- DXY bertahan dekat level tertinggi tahun ini di tengah taruhan kenaikan suku bunga The Fed.
- Pasar menunggu PMI AS, keputusan MSCI menambah kehati-hatian terhadap aset Indonesia.
Rupiah melemah 0,21% terhadap Dolar AS pada perdagangan Selasa dan masih berkutat di sekitar 17.800. Kuotasi internasional USD/IDR naik 37,2 poin ke 17.852,9 pada pukul 12.21 WIB.
Pasangan mata uang USD/IDR dibuka di 17.825 dan bergerak dalam kisaran 17.825,4-17.932,1. Rupiah sempat melewati 17.900 pada awal perdagangan. Kurs transaksi Bank Indonesia menempatkan harga jual Dolar AS di Rp17.908,10 dan harga beli di Rp17.729,90, sedangkan JISDOR Senin berada di Rp17.819.
Taruhan Kenaikan Suku Bunga Menopang Dolar
Indeks Dolar AS naik tipis 0,04% ke 101,05, dekat level tertinggi tahun berjalan di 101,13. Kontrak Fed funds menunjukkan peluang sekitar 75% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. BofA Global Research dan Deutsche Bank juga mulai memprakirakan kenaikan tahun ini.
Pasar malam ini menunggu data ketenagakerjaan ADP dan PMI pendahuluan S&P Global AS. PMI jasa diprakirakan naik ke 51, sedangkan PMI manufaktur diprediksi turun ke 54,7. Perhatian berikutnya tertuju pada inflasi PCE AS pada Kamis.
MSCI Membayangi, Harga Minyak Menahan Tekanan
Sementara itu, kekhawatiran terhadap MSCI turut menekan rupiah melalui risiko arus keluar modal. Kurangnya transparansi kepemilikan saham dan free float membuat investor sulit menilai likuiditas serta kewajaran harga di pasar Indonesia. Pasar kini menunggu MSCI 2026 Annual Market Classification Review untuk melihat apakah Indonesia tetap berstatus emerging market atau masuk peninjauan menuju frontier market.
Dari dalam negeri, data BI menunjukkan uang beredar dalam arti luas tumbuh 10,8% secara tahunan menjadi Rp10.415,9 triliun pada Mei, lebih cepat dari 9,2% pada April. Penyaluran kredit meningkat 10,8%, sementara aktiva luar negeri bersih tumbuh 5,2%.
Tekanan terhadap rupiah sedikit tertahan oleh penurunan harga minyak. Brent turun ke sekitar US$77,61 per barel setelah kemajuan perundingan AS-Iran dan meningkatnya arus kapal melalui Selat Hormuz meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.
Indikator Ekonomi
PMI Jasa S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa S&P Global, yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS. Karena sektor jasa mendominasi sebagian besar perekonomian, PMI Jasa merupakan indikator penting yang mengukur keadaan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Data tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif senior di perusahaan swasta dari sektor jasa. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya dan dapat mengantisipasi perubahan tren dalam rangkaian data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, lapangan kerja, dan inflasi. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa perekonomian jasa secara umum berkembang, sebuah tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Sementara itu, angka di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas di antara penyedia jasa secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Jun 23, 2026 13.45 (Pendahuluan)
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 51
Sebelumnya: 50.7
Sumber: S&P Global
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Harga Emas Turun ke Terendah Dua Minggu, Rentan saat Taruhan Kenaikan The Fed Dukung USD
USD/IDR: Rupiah Melemah ke 17.853, Dolar Tangguh, Pasar Tunggu PMI AS
Hari Besar PMI di Depan
Penjual membatasi kapitalisasi Solana di bawah $75 karena permintaan ETF dan ritel menurun
Solana turun di bawah $72 berisiko mengalami kerugian tiga hari berturut-turut yang dapat menghapus kenaikan 5% dari hari Jumat. Exchange Traded Fund (ETF) yang berfokus pada SOL mencerminkan permintaan yang lemah dari investor institusional setelah pemulihan kecil minggu lalu. Sementara itu, aktivitas perdagangan ritel menunjukkan adanya penumpukan posisi bearish.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 23 Juni:
Dolar AS mendapat manfaat dari sentimen pasar yang menghindari risiko pada hari Selasa dan tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya. Kalender ekonomi akan menampilkan data awal Indeks Manajer Pembelian (IMP) Juni untuk Jerman, Zona Euro, Inggris, dan Amerika Serikat pada hari Selasa