- Rupiah menguat 35 poin dan menutup perdagangan di level terkuat harian.
- Penurunan harga minyak membantu IDR bertahan meski Dolar AS kembali menguat.
- Inflasi PCE AS akan menentukan apakah USD/IDR kembali menguji 18.000.
Rupiah Indonesia (IDR) menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Kamis dan menutup sesi di level terkuat hari ini. USD/IDR turun 35 poin atau 0,19% ke 17.915 setelah dibuka sekaligus menyentuh level tertinggi di 17.950. Penguatan tersebut membawa Rupiah menjauh dari level psikologis 18.000 menjelang rilis inflasi PCE Amerika Serikat.
Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga turun menjadi 17.942 pada Kamis dari 17.955 sehari sebelumnya. USD/IDR berusaha mengarah kembali ke level psikologis 18.000 dalam dua hari terakhir, tetapi gagal bergerak melampaui 17.950 dan akhirnya ditutup di level terendah hari ini.
Penguatan Rupiah berlangsung ketika Dolar AS sempat terkoreksi sepanjang sesi Asia hingga pertengahan perdagangan Eropa. Namun, greenback kemudian berbalik menguat dan kembali bertahan dekat level tertinggi terbarunya, dengan DXY bergerak di sekitar 101,61 setelah menyentuh 101,66. Di tengah kuatnya Dolar, harga minyak yang terus melemah hingga kembali ke level sebelum perang Iran membantu menopang Rupiah dengan meredakan tekanan terhadap kebutuhan valas untuk impor energi.
Pasar belum agresif membeli Rupiah menjelang rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS pada pukul 19.30 WIB. PCE utama Mei diprakirakan meningkat 0,5% secara bulanan dan 4,1% secara tahunan, terutama akibat lonjakan harga bensin pada bulan tersebut. PCE inti diprakirakan naik 0,3% bulanan dan 3,4% tahunan.
Karena kenaikan inflasi utama diprakirakan banyak berasal dari energi, reaksi Dolar kemungkinan lebih ditentukan oleh PCE inti. Data yang melampaui estimasi dapat menguatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, membuka jalan bagi USD/IDR untuk kembali menguji 18.000. Sebaliknya, angka yang lebih rendah dapat meredakan tekanan Dolar dan memberi Rupiah ruang untuk bergerak lebih jauh di bawah 17.900.
Indikator Ekonomi
Belanja Konsumsi Perorangan Inti - Indeks Harga (Thn/Thn)
Belanja Konsumsi Perorangan (Personal Consumption Expenditures/PCE) Inti, yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi, mengukur perubahan nilai semua barang dan jasa yang dibeli oleh penduduk AS pada periode tertentu, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif. Data triwulanan dirilis dalam laporan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih luas. Data tersebut merupakan proksi untuk belanja konsumen, pendorong utama ekonomi AS. Secara umum, pembacaan yang tinggi dianggap sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Kam Jun 25, 2026 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 3.4%
Sebelumnya: 3.3%
Sumber: US Bureau of Economic Analysis
Setelah menerbitkan laporan PDB, Biro Analisis Ekonomi AS merilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bersama dengan perubahan bulanan dalam Pengeluaran Pribadi dan Pendapatan Pribadi. Pembuat kebijakan FOMC menggunakan Indeks Harga PCE Inti tahunan, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, sebagai pengukur utama inflasi mereka. Pembacaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat membantu USD mengungguli para pesaingnya karena akan mengisyaratkan kemungkinan pergeseran hawkish dalam panduan ke depan The Fed dan sebaliknya.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Inflasi PCE Inti AS Diprakirakan Naik pada Mei di Tengah Ekspektasi Hawkish The Fed
IHSG Rebound 1,96% ke 5.999, Bayang-Bayang MSCI Tahan Kenaikan
Potensi Death Cross Indikasikan Penurunan Lebih Lanjut pada XAU/USD
Bitcoin menguji $60.000 saat paus melakukan aksi jual – Aave dan Jupiter menunjukkan ketahanan
Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas tetap berada di bawah tekanan jual yang intens, dengan Bitcoin kembali di $60.000 untuk ketiga kalinya tahun ini. Data on-chain menunjukkan tekanan jual dari para investor dompet besar, yang biasa disebut whales, sementara total likuidasi mencapai hampir $1 miliar dalam 24 jam
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 25 Juni
Setelah membukukan kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam 13 bulan di 101,80 pada hari Rabu, Indeks Dolar AS terkoreksi turun tetapi bertahan stabil di atas 101,50 pada awal hari Kamis. Pada paruh kedua hari ini, Biro Analisis Ekonomi AS akan mempublikasikan data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi, bersamaan dengan angka Belanja Pribadi, Pendapatan Pribadi untuk bulan Mei, dan revisi akhir pertumbuhan Produk Domestik Bruto kuartal pertama. Kalender ekonomi AS juga akan menampilkan Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan Mei dan data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan.