- Saham TLKM turun 0,36% ke 2.730 menjelang akhir sesi I Selasa setelah melonjak 4,18% pada perdagangan sebelumnya.
- TLKM sempat mencapai 2.760, tetapi berbalik turun sebelum menyentuh resistance 2.770–2.800.
- Kinerja Semester I 2026 masih menjadi penopang, sementara area 2.670 menjadi support terdekat
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 0,36% atau 10 poin ke 2.730 dari harga pembukaan di 2.740 menjelang akhir sesi I perdagangan Selasa, setelah melonjak 4,18% pada sesi sebelumnya. Saham sempat naik ke 2.760 pada awal perdagangan, tetapi kemudian berbalik hingga menyentuh 2.710, sementara pasar masih mencerna kinerja Semester I 2026. Volume perdagangan pada 11:33 WIB mencapai sekitar 20,79 juta saham atau 207.900 lot, dengan nilai transaksi Rp56,8 miliar.
Pelemahan tersebut menunjukkan kenaikan TLKM mulai tertahan ketika mendekati resistance 2.770. Pada Senin, saham dibuka di 2.600 dan bergerak naik hingga ditutup tepat di level tertinggi harian 2.740, dalam sesi pertama Telkom merilis laporan keuangan Semester I 2026.
Kinerja Semester I Masih jadi Penopang
Telkom membukukan pendapatan Semester I 2026 sebesar Rp75,9 triliun, naik 3,9% secara tahunan, sementara laba bersih bertambah 1,4% menjadi Rp10,6 triliun. Laba bersih yang dinormalisasi tumbuh lebih tinggi sebesar 6,2% menjadi Rp11,3 triliun, Kinerja tersebut turut ditopang pendapatan Telkomsel yang meningkat 3,3%, dengan pendapatan data digital tumbuh 11% dan ARPU seluler naik 9% menjadi Rp45.600.
Resistance 2.770 Belum Terlampaui
Secara teknis, kenaikan TLKM pagi ini terhenti di 2.760, sedikit di bawah resistance 2.770–2.800, yang merupakan tertinggi 21 Juli dan level psikologis. Harga kemudian kembali di bawah penutupan Senin di 2.740, mengindikasikan momentum lanjutan belum cukup kuat setelah lonjakan sesi sebelumnya.
Selama bertahan di atas 2.670, struktur pemulihan jangka pendek masih terjaga, dengan support berikutnya berada di level psikologis 2.600. Penembusan 2.800 diperlukan untuk membuka peluang kenaikan menuju SMA 100 di sekitar 2.864, sedangkan Relative Strength Index (RSI) harian di 58,21 masih menunjukkan momentum positif dan belum memasuki wilayah jenuh beli.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tertahan karena Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan AS–Iran Topang Dolar AS
Rupiah Indonesia Tertekan di Tengah Volatilitas Geopolitik dan Risiko Defisit Kembar
AI Tantang Pedoman Disinflasi: Minyak Murah Belum Tentu Redakan Inflasi Inti
Ripple dan Stellar stabil saat data derivatif menunjukkan tekanan penurunan yang mereda
Ripple dan Stellar menunjukkan aksi harga yang beragam, dengan XRP bertahan di atas zona support utama $1 sementara XLM menghadapi penolakan di $0,173. Sementara itu, metrik derivatif yang membaik bersamaan dengan memudarnya momentum bearish menunjukkan bahwa tekanan sisi bawah mungkin mulai mereda untuk kedua altcoin tersebut. Data derivatif menunjukkan sentimen bullish ringan di antara para pedagang.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 4 Agustus
Harga minyak jatuh tajam pada hari Senin di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa perundingan antara AS dan Iran akan segera dilanjutkan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung setelah Teheran mengatakan tidak memiliki rencana untuk negosiasi langsung. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,1% dan diperdagangkan dekat 99,90, bertahan tepat di bawah ambang 100,00