• Saham BBCA menguat 1,95% ke Rp6.525 pada sesi I, melampaui kenaikan LQ45 dan IHSG.
  • Cum dividen interim Rp25 per saham menjadi salah satu katalis jangka pendek, dengan ex-dividend dimulai Senin, 31 Agustus.
  • BBCA mengarah ke resistance Rp6.625, sementara support terdekat berada di Rp6.450.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat pada perdagangan Jumat, naik 1,95% atau Rp125 ke Rp6.525 setelah sesi pertama. BBCA dibuka di Rp6.425, sempat turun menyentuh Rp6.400, kemudian berbalik naik hingga menutup sesi I tepat di level tertinggi hariannya Rp6.525. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp567,9 miliar. Kenaikan BBCA melampaui Indeks LQ45 yang bertambah 0,22%, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,42% ke 6.548.

Cum Dividen Menjadi Katalis Jangka Pendek

Minat beli terhadap BBCA muncul bertepatan dengan hari terakhir perdagangan yang masih memberikan hak atas dividen interim (cum deviden) kedua tahun buku 2026. BCA membagikan dividen Rp25 per saham dengan nilai total sekitar Rp3,07 triliun, sementara saham akan memasuki periode ex-dividend pada Senin, 31 Agustus. Namun, imbal hasil dividen sekitar 0,38% pada harga Rp6.525 menunjukkan bahwa faktor tersebut kemungkinan hanya menjadi salah satu katalis bagi kenaikan BBCA pada sesi pertama.

Di luar dividen, perhatian pasar tetap tertuju pada prospek kinerja perbankan di tengah perubahan suku bunga dan biaya pendanaan. Untuk BBCA, faktor tersebut lebih relevan sebagai latar belakang sentimen, sementara arah harga dalam jangka pendek saat ini lebih banyak ditentukan oleh kemampuan saham mempertahankan penembusan area teknis penting.

BBCA Mengarah ke Resistance di Rp6.625

Pada grafik harian, kenaikan Jumat membawa BBCA keluar dari konsolidasi jangka pendek dan menembus area yang membatasi beberapa pergerakan sebelumnya Rp6.450. Harga kini bergerak di atas rangkaian Moving Average (MA) di sekitar Rp6.381, Rp6.248, dan Rp6.179, memperkuat bias pemulihan jangka pendek. Relative Strength Index (RSI) naik ke 59,76, menunjukkan momentum beli meningkat tetapi masih berada di bawah wilayah jenuh beli.

Pergerakan BBCA mengarah ke resistance di Rp6.625. Penembusan dan penutupan harian di atas level tersebut dapat membuka ruang menuju area ascending trendline di sekitar Rp6.800–6.825, sebelum MA 200 hari di sekitar Rp7.016 menjadi target berikutnya. Namun, harga yang masih berada di bawah MA 200 hari menunjukkan bahwa pemulihan saat ini belum sepenuhnya mengubah tren jangka panjang.

Pada sisi bawah, Rp6.450 menjadi support terdekat setelah ditembus pada sesi I. Jika harga kembali turun di bawah level tersebut, perhatian beralih ke MA di sekitar Rp6.381 dan support psikologis Rp6.300, diikuti level terendah 11 Agustus sekaligus level psikologis Rp6.200.

Grafik Harian BBCA
Grafik Harian BBCA
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Merosot di Bawah US$4.600 saat Perhatian Beralih ke Simposium Jackson Hole

Emas Merosot di Bawah US$4.600 saat Perhatian Beralih ke Simposium Jackson Hole

Harga emas (XAU/USD) menarik beberapa penjual di bawah US$4.600 selama awal sesi perdagangan Eropa pada hari Jumat. Logam mulia ini mundur dari level tertinggi tiga bulan karena data inflasi AS yang sesuai prakiraan telah memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut.
Rupiah Indonesia Menguat meskipun Pasar Berhati-hati

Rupiah Indonesia Menguat meskipun Pasar Berhati-hati

USD/IDR melemah dua hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 17.750 selama awal sesi perdagangan Eropa pada hari Jumat.
Seluruh Fokus Tertuju pada Warsh, The Fed

Seluruh Fokus Tertuju pada Warsh, The Fed

Pratinjau: Warsh naik ke podium di Jackson Hole hari ini, tetapi jangan berharap ada kejutan besar. Di tempat lain, masih ada pertunjukan Nvidia. Meskipun simposium tahunan Jackson Hole dibuka kemarin, pasar kini memusatkan perhatian pada satu orang: Ketua The Fed Kevin Warsh.
Pi bertahan stabil saat Tim Inti fokus pada infrastruktur AI terdistribusi

Pi bertahan stabil saat Tim Inti fokus pada infrastruktur AI terdistribusi

Harga Pi Network (PI) bergerak di atas $0,0900 pada hari Jumat, mempertahankan kenaikan ringan 3% yang dibukukan selama dua hari terakhir. Pi Core Team mengumumkan peluncuran aplikasi SoloHost baru, OpenClaw dan Atlassian MCP Server, pada hari Kamis, dengan harapan memperluas ekosistem Pi. Token PI harus merebut kembali ambang psikologis $0,1000 untuk pemulihan yang berkelanjutan
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 28 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 28 Agustus:

Dolar AS (USD) telah bergerak dalam kisaran yang tidak meyakinkan pada hari Kamis, kesulitan untuk melanjutkan kenaikan hari sebelumnya dan sempat mencapai puncak tertinggi dalam beberapa hari. Sementara itu, ketegangan geopolitik terus memanas di latar belakang, sementara para investor bersiap menghadapi revisi NFP AS pada hari Jumat dan pidato Warsh dari The Fed

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA