- Saham ADRO naik 3,00% ke Rp2.760 pada awal sesi II setelah sempat melesat hingga Rp2.840.
- Laba bersih semester I 2026 meningkat 76,8% YoY menjadi US$309,37 juta, sementara pendapatan tumbuh 16,5%.
- Rp2.840 menjadi hambatan terdekat; jika terlampaui, perhatian beralih ke Rp2.890 dan Rp2.970.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) bergerak menguat pada perdagangan Senin. Pada awal sesi kedua, saham berada di Rp2.760, naik 3,00% atau Rp90 dari penutupan Jumat di Rp2.670. ADRO membuka perdagangan di Rp2.710 dan sempat melonjak ke Rp2.840, tetapi tidak mampu mempertahankan seluruh kenaikannya dan kemudian bergerak kembali di sekitar Rp2.750 di sesi I.
Dorongan terhadap ADRO muncul setelah perusahaan melaporkan peningkatan kinerja yang cukup kuat pada enam bulan pertama 2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$309,37 juta, meningkat 76,8% dibandingkan US$174,94 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha juga bertambah 16,5% menjadi US$999,24 juta dari US$857,69 juta.
Pertumbuhan Laba Melampaui Kenaikan Pendapatan
Kenaikan laba ADRO berlangsung jauh lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatannya. Beban pokok pendapatan hanya meningkat tipis menjadi sekitar US$576,55 juta dari US$573,42 juta, sehingga laba bruto terdorong naik menjadi US$422,68 juta, sekitar 48,7% lebih tinggi dibandingkan semester I tahun lalu.
Perbaikan juga terlihat pada tingkat operasional. Laba usaha mencapai sekitar US$381,76 juta, meningkat hampir 88% secara tahunan. Dengan pertumbuhan biaya yang relatif terbatas dibandingkan kenaikan pendapatan, ekspansi margin ikut memperkuat peningkatan laba perusahaan.
Rp2.840 Menjadi Ujian Terdekat ADRO
Pada grafik harian, struktur teknis ADRO masih menunjukkan kecenderungan positif setelah harga berhasil melewati tertinggi 30 Maret Rp2.640, yang sebelumnya menjadi area resistance. Saham saat ini juga berada di atas sejumlah Moving Average utama, dengan MA terdekat berada di sekitar Rp2.561, sementara MA lainnya berada di Rp2.459, Rp2.434, dan Rp2.261.
Namun, reli Senin tertahan tepat di sekitar Rp2.840. Level tersebut menjadi resistance terdekat dan berdekatan dengan sisi atas saluran kenaikan pada grafik harian. Jika ADRO mampu menembus dan mempertahankan harga di atas area tersebut, target berikutnya berada di sekitar tertinggi 13 Mei Rp2.970. Level psikologis Rp3.000 dapat menjadi perhatian berikutnya apabila momentum tetap kuat.
Indikator momentum mulai mendekati wilayah yang lebih tinggi. Relative Strength Index (RSI) harian berada di 69,39, sedikit di bawah ambang jenuh jual 70. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan beli masih dominan, tetapi sekaligus membuat saham lebih rentan terhadap konsolidasi atau aksi ambil untung setelah kenaikan cepat.
Jika harga kembali terkoreksi, Rp2.640 menjadi support pertama yang perlu diperhatikan. Di bawahnya, area pembatas beberapa pergerakan pada Agustus dan MA 20 di Rp2.550–Rp2.561 menjadi penyangga berikutnya, kemudian terendah 3 Agustus di 2.450 sebelum level psikologis Rp2.400.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tetap Tertekan di Bawah US$4.450 saat Taruhan Kenaikan The Fed Imbangi Pelemahan USD
Rupiah Indonesia Melemah meskipun Dolar AS Lebih Lemah
Prakiraan untuk Pekan Depan: Pekan yang Sibuk dengan Fokus pada Pasar Tenaga Kerja AS
Whales Dogecoin Ambil Untung saat Rally Kehilangan Momentum
Dogecoin diperdagangkan di dekat support utama di sekitar $0,081 setelah turun lebih dari 12% pekan lalu. Data on-chain mengindikasikan bahwa beberapa dompet whale sedang mengambil untung setelah lonjakan DOGE baru-baru ini. Sementara itu, data derivatif menunjukkan kekuatan dasar yang ringan, sementara indikator teknis menunjukkan momentum bullish kehilangan kekuatan, sehingga prospek jangka pendek koin meme ini beragam.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 31 Agustus:
Pasar keuangan mengambil sikap hati-hati pada hari terakhir bulan Agustus karena para investor menilai perubahan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September dan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Agenda ekonomi akan menampilkan data awal inflasi bulan Agustus dari Jerman pada hari ini.