Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Prospek Moody’s, BI Intervensi Pasar, Data Konsumen AS Jadi Sorotan


  • Rupiah bergerak stabil di kisaran 16.818-16.896 per dolar AS meski dibayangi prospek kredit negatif dari Moody’s.
  • Intervensi BI, cadangan devisa yang masih kuat, serta arus dana asing membentuk arah jangka pendek USD/IDR.
  • Moderasi pasar tenaga kerja AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjaga fokus pasar global.

Rupiah pada perdagangan Jumat bergerak relatif stabil namun masih berada dalam tekanan moderat menyusul perubahan prospek kredit Indonesia oleh Moody’s. Di awal sesi Eropa, pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 16.883 per dolar AS, melemah tipis sekitar 0,49% dibanding penutupan sebelumnya. Sepanjang hari, pergerakan tercatat dalam rentang 16.818-16.896, mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. Posisi tersebut juga mendekati area atas kisaran tahunan 16.085-16.987, sehingga pelaku pasar mulai menyeimbangkan kembali eksposur sambil menunggu katalis baru dari arah kebijakan maupun perkembangan ekonomi global.

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Prospek Negatif Moody’s, Cadangan Devisa Turun Tipis dan Sentimen Global Membayangi

Dinamika transaksi valas domestik turut memengaruhi arah rupiah, dengan Bank Indonesia dilaporkan tetap aktif menjaga stabilitas nilai tukar di tengah fluktuasi dolar AS. Aliran pembelian dari bank asing sempat mengangkat rupiah hingga sekitar 16.850 per dolar AS, sementara analis memprakirakan USD/IDR bergerak dalam kisaran 16.830-16.910, seiring sensitivitas pasar terhadap arus dana global dan persepsi risiko investor.

Data terbaru menunjukkan cadangan devisa Indonesia Januari tercatat sekitar USD154,6 miliar, sedikit turun dibanding posisi sebelumnya USD156,5 miliar, namun masih dinilai cukup kuat untuk menopang stabilitas sektor eksternal. Sementara itu, Indeks Harga Properti kuartal IV tumbuh sekitar 0,83% YoY, relatif stabil meski sedikit lebih rendah dari periode sebelumnya, mencerminkan aktivitas sektor properti yang masih bergerak moderat di tengah dinamika suku bunga dan daya beli masyarakat.

Sentimen eksternal juga mendapat tambahan tekanan setelah Moody’s merevisi prospek kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat utang tetap dipertahankan di Baa2. Lembaga tersebut menekankan pentingnya penguatan basis penerimaan negara guna menjaga ruang fiskal dan kesinambungan pertumbuhan, sekaligus menyoroti kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan dan kualitas tata kelola. Pada saat yang sama, pelemahan saham Asia akibat aksi pengurangan risiko di sektor teknologi global sempat menyeret IHSG turun lebih dari 2% dan menekan rupiah ke atas16.850 per dolar AS, di tengah meningkatnya kehati-hatian investor serta arus keluar dana asing.

Moderasi Pasar Tenaga Kerja AS Perkuat Ekspektasi Pelonggaran The Fed, Data Sentimen Konsumen Jadi Fokus Pasar

Dari sisi global, sejumlah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan moderasi bertahap pada pasar tenaga kerja. PHK versi Challenger Januari melonjak ke 108.435, Klaim Tunjangan Pengangguran awal naik ke 231 ribu melampaui ekspektasi, sementara lowongan kerja JOLTS Desember turun ke sekitar 6,542 juta dari kisaran 6,93 juta sebelumnya. Kombinasi indikator tersebut mengisyaratkan permintaan tenaga kerja mulai melunak, sehingga membuka ruang bagi Federal Reserve untuk bersikap lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Sejalan dengan itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve pada 2026 mulai meningkat seiring tanda moderasi pasar tenaga kerja AS. Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memprakirakan peluang setidaknya dua pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin. Perkembangan ini mendorong investor meninjau ulang prospek dolar AS serta posisi pada aset berisiko, termasuk mata uang emerging markets seperti rupiah..

Malam ini pasar global menantikan data sentimen konsumen AS dari survei University of Michigan, termasuk indeks sentimen, ekspektasi konsumen, dan proyeksi inflasi. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi arah suku bunga Federal Reserve, sementara pidato pejabat The Fed juga akan dicermati untuk petunjuk tambahan terkait prospek kebijakan moneter.

Indikator Ekonomi

Indeks Sentimen Konsumen Michigan

Indeks Sentimen Konsumen Michigan, yang dirilis setiap bulan oleh University of Michigan, adalah survei yang mengukur sentimen di antara konsumen di Amerika Serikat. Pertanyaannya mencakup tiga area luas: keuangan pribadi, kondisi bisnis, dan kondisi pembelian. Data menunjukkan gambaran apakah konsumen bersedia atau tidak untuk membelanjakan uang, faktor kunci karena belanja konsumen merupakan pendorong utama ekonomi AS. Survei Universitas Michigan telah terbukti menjadi indikator akurat tentang arah masa depan ekonomi AS. Survei menerbitkan pembacaan pra-bulanan, pertengahan bulan, dan cetakan akhir di akhir bulan. Secara umum, pembacaan tinggi adalah bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan rendah adalah bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Feb 06, 2026 15.00 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 55

Sebelumnya: 56.4

Sumber: University of Michigan

Kegembiraan konsumen dapat diterjemahkan ke dalam pengeluaran yang lebih besar dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, menyiratkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dan potensi kenaikan inflasi, membantu mengubah The Fed menjadi hawkish. Popularitas survei ini di kalangan analis (disebutkan lebih sering daripada Keyakinan Konsumen CB) dibenarkan karena data di sini mencakup wawancara yang dilakukan hingga satu atau dua hari sebelum rilis resmi, menjadikannya ukuran tepat waktu dari sentimen konsumen, tetapi terutama karena mengukur sikap konsumen pada situasi keuangan dan pendapatan. Data aktual yang mengalahkan konsensus cenderung USD bullish.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Hadapi Penolakan Dekat $4.900 saat Taruhan The Fed yang Kurang Dovish Imbangi Faktor Pendukung

Emas Hadapi Penolakan Dekat $4.900 saat Taruhan The Fed yang Kurang Dovish Imbangi Faktor Pendukung

Emas (XAU/USD) berusaha keras untuk memanfaatkan pemulihan harian yang baik dari sekitar pertengahan $4.600-an, atau level terendah empat hari, dan menghadapi penolakan di dekat level $4.900 di tengah sinyal yang bervariasi

Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Prospek Moody’s, BI Intervensi Pasar, Data Konsumen AS Jadi Sorotan

Rupiah Stabil di Tengah Tekanan Prospek Moody’s, BI Intervensi Pasar, Data Konsumen AS Jadi Sorotan

Rupiah pada perdagangan Jumat bergerak relatif stabil namun masih berada dalam tekanan moderat menyusul perubahan prospek kredit Indonesia oleh Moody’s.

Prakiraan Harga USD/CAD: Para Pembeli Menjadi Berhati-hati Dekat SMA 200 Periode Menjelang Data Tenaga Kerja Kanada

Prakiraan Harga USD/CAD: Para Pembeli Menjadi Berhati-hati Dekat SMA 200 Periode Menjelang Data Tenaga Kerja Kanada

Pasangan mata uang USD/CAD menarik beberapa penjual setelah kenaikan dalam perdagangan harian ke wilayah 1,3725, atau level tertinggi hampir dua minggu yang disentuh pada hari Jumat ini, dan, untuk saat ini, tampaknya telah menghentikan tren kemenangan dua hari di tengah kombinasi faktor-faktor negatif.

Bitcoin dan kripto teratas terjun lebih jauh saat analis menyebut crash pasar sebagai 'struktural'

Bitcoin dan kripto teratas terjun lebih jauh saat analis menyebut crash pasar sebagai 'struktural'

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple turun ke level terendah multi-bulan, menghapus semua kenaikan sejak kandidat yang ramah terhadap kripto, Donald Trump, memenangkan pemilihan presiden AS pada November 2024. BTC mencapai terendah $60.000 pada hari Jumat, sementara ETH terjun ke $1.750 dan XRP ke $1,11.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 6 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 6 Februari:

Pada paruh kedua hari ini, Universitas Michigan akan menerbitkan data awal Keyakinan Konsumen untuk bulan Februari. Kalender ekonomi Kanada akan menampilkan data ketenagakerjaan bulan Januari dan para investor akan memperhatikan komentar-komentar dari para pejabat bank sentral sepanjang hari.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA