Rupiah Melemah Terbatas, Pasar Menakar Respons MSCI, Tunggu Data ADP dan PMI ISM AS


  • Rupiah melemah ke sekitar 16.773, dengan ruang gerak terbatas di tengah kehati-hatian pasar pasca volatilitas bursa saham.
  • OJK menyiapkan draf aturan pasar merespons sorotan MSCI; Menkeu menilai rupiah masih berpeluang menguat.
  • Dari global, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve menahan dolar; fokus ke ADP Employment dan PMI Jasa ISM karena NFP AS tak dirilis Jumat ini.

Rupiah bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, dengan pasangan mata uang USD/IDR naik ke sekitar 16.773, menguat 0,17% dibanding penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah kehati-hatian pelaku pasar yang masih menakar kombinasi sentimen global dan domestik, setelah volatilitas tajam pekan lalu menyusul sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap bursa saham Indonesia. Ruang gerak rupiah tampak cenderung terbatas, dengan pasar memilih bersikap selektif sambil menunggu kejelasan arah kebijakan dan respons regulator ke depan.

OJK Siapkan Aturan Pasar Baru Merespons MSCI, Purbaya Nilai Rupiah Masih Berpeluang Menguat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Bursa Efek Indonesia akan merilis draf aturan pasar baru pada Rabu, sebagai respons cepat atas sorotan MSCI terkait tata kelola dan transparansi perdagangan. Aturan tersebut mencakup rencana kenaikan batas minimum free float saham dan akan dibuka untuk masukan publik selama 10 hari, dengan target implementasi pada Maret 2026. Langkah ini menyusul peringatan MSCI yang memicu aksi jual tajam, membuat Jakarta Composite Index sempat anjlok hingga 16,7% dalam dua hari perdagangan pekan lalu.

Sementara itu, menurut Tempo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia dan masih memiliki ruang penguatan, bahkan berpotensi mengarah ke kisaran Rp15.000 per dolar AS. Ia menegaskan pandangan tersebut bersifat personal dan bukan sikap resmi Bank Indonesia, seraya mencatat pergerakan rupiah yang belum sepenuhnya selaras dengan penguatan mata uang kawasan meski arus modal tercatat masuk.

Purbaya juga menegaskan komitmen pemerintah dan regulator untuk menyesuaikan kerangka pasar modal domestik dengan standar global, dengan fokus pada penguatan transparansi perdagangan serta penataan kepemilikan saham publik, termasuk peningkatan porsi free float. Seluruh agenda reformasi tersebut ditargetkan berjalan bertahap dan rampung sebelum Mei 2026, sebagai upaya meredam risiko penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market ke frontier market.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menahan Dolar, Tekanan Global ke Rupiah Tetap Terbatas

Dari eksternal, sentimen global memberi tekanan terbatas pada rupiah. Nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump memicu spekulasi kebijakan moneter AS yang berpotensi kurang dovish. Namun, ekspektasi pasar terhadap hingga dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini menahan penguatan dolar, sehingga membatasi tekanan lanjutan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Pernyataan pejabat The Fed yang beragam turut menjaga volatilitas tetap terkendali, dengan Stephen Miran menilai inflasi inti relatif jinak, sementara Thomas Barkin menyebut inflasi masih di atas target namun jalur perbaikannya berlanjut seiring ketahanan ekonomi AS.

Sementara itu, meredanya ketidakpastian fiskal AS setelah pengesahan undang-undang belanja yang mengakhiri penutupan sebagian pemerintah turut mengurangi risiko jangka pendek. Dengan Nonfarm Payrolls (NFP) AS tidak dirilis pada Jumat ini, fokus pasar kini mengarah ke Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan PMI Jasa ISM pada Rabu sebagai penentu arah dolar AS berikutnya – faktor yang akan sangat memengaruhi ruang gerak rupiah dalam jangka sangat pendek.

Indikator Ekonomi

Perubahan Ketenagakerjaan ADP

Perubahan Ketenagakerjaan ADP merupakan pengukur ketenagakerjaan di sektor swasta yang dirilis oleh pemroses payrolls terbesar di AS, Automatic Data Processing Inc. Alat ini mengukur perubahan jumlah orang yang bekerja secara swasta di AS. Secara umum, kenaikan indikator ini memiliki implikasi positif bagi belanja konsumen dan merupakan stimulator pertumbuhan ekonomi. Jadi, pembacaan yang tinggi secara tradisional dianggap sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Feb 04, 2026 13.15

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 48Rb

Sebelumnya: 41Rb

Sumber: ADP Research Institute

Pedagang sering mempertimbangkan data ketenagakerjaan dari ADP, penyedia payrolls terbesar di Amerika ini, melaporkan sebagai pertanda dari rilis Biro Statistik Tenaga Kerja tentang Nonfarm Payrolls (biasanya diterbitkan dua hari kemudian), karena korelasi antara keduanya. Terjadinya tumpang tindih kedua seri tersebut cukup tinggi, tetapi pada bulan-bulan tertentu, perbedaannya bisa sangat besar. Alasan lain pedagang Valas mengikuti laporan ini sama dengan NFP – pertumbuhan angka ketenagakerjaan yang kuat dan terus-menerus meningkatkan tekanan inflasi, dan bersamaan dengan itu, kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.




Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Laporan Ketenagakerjaan ADP Diprakirakan akan Soroti Bulan Lain dengan Perekrutan yang Moderat

Laporan Ketenagakerjaan ADP Diprakirakan akan Soroti Bulan Lain dengan Perekrutan yang Moderat

Institut Penelitian Automatic Data Processing (ADP) akan merilis laporan bulanan tentang penciptaan lapangan kerja sektor swasta untuk bulan Januari pada hari Rabu.

Rupiah Melemah Terbatas, Pasar Menakar Respons MSCI, Tunggu Data ADP dan PMI ISM AS

Rupiah Melemah Terbatas, Pasar Menakar Respons MSCI, Tunggu Data ADP dan PMI ISM AS

Rupiah bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, dengan pasangan mata uang USD/IDR naik ke sekitar 16.773, menguat 0,17% dibanding penutupan sebelumnya.

Emas Tetap Kuat di Atas $5.000, Ketegangan Global Picu Lonjakan Minat Safe-Haven

Emas Tetap Kuat di Atas $5.000, Ketegangan Global Picu Lonjakan Minat Safe-Haven

Emas (XAUUSD) bertahan di atas level $5.000 seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan yang mendorong permintaan safe haven.

Laporan Ketenagakerjaan ADP diperkirakan menunjukkan perekrutan moderat yang berlanjut hingga Januari

Laporan Ketenagakerjaan ADP diperkirakan menunjukkan perekrutan moderat yang berlanjut hingga Januari

Institut Penelitian Automatic Data Processing akan merilis laporan bulanan tentang penciptaan lapangan kerja sektor swasta untuk bulan Januari pada hari Rabu. Laporan yang disebut Perubahan Ketenagakerjaan ADP diprakirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi Amerika Serikat menambahkan 48 ribu lapangan pekerjaan baru, menyusul 41 ribu payrolls baru yang terlihat di bulan Desember.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 4 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 4 Februari:

Pasangan mata uang utama tetap relatif tenang di awal hari Rabu saat para investor bersiap-siap untuk rilis data ekonomi makro yang penting. Eurostat akan menerbitkan angka inflasi bulan Januari di kemudian sesi dan kalender ekonomi AS akan menampilkan laporan ketenagakerjaan sektor swasta serta data PMI Jasa ISM.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA