Rupiah Melemah ke 16.918 Menjelang Keputusan Suku Bunga BI, Dekati 17.000


  • USD/IDR naik 0,4% ke 16.918, bergerak di 16.868-16.955.
  • Kurs mendekati puncak 52 pekan 16.987 dan level psikologis 17.000.
  • Pasar menunggu keputusan BI-Rate, dengan konsensus tetap di 4,75%.

Rupiah melemah pada perdagangan Kamis siang menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia, dengan USD/IDR naik sekitar 0,4% ke kisaran 16.918 pada sesi siang. Sejauh ini, pergerakan berada dalam rentang 16.868-16.955. Posisi ini menempatkan mata uang domestik semakin dekat ke puncak 52 pekan di 16.987 serta ambang psikologis 17.000 yang kini menjadi perhatian utama pelaku pasar. Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah penguatan dolar global menyusul risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang bernada relatif hawkish.

Pergerakan yang bertahan di atas 16.900 menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih terasa. Jika dolar mampu menembus 16.955, ruang penguatan berpotensi mengarah kembali ke 16.987 sebelum menguji 17.000. Sebaliknya, jika tekanan mereda, area 16.900 dipandang sebagai penopang awal, dengan 16.850 hingga 16.800 menjadi kisaran bawah yang diamati pelaku pasar.

Dari dalam negeri, investor menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan pukul 14:30 WIB. Konsensus memperkirakan BI-Rate tetap di 4,75%, dengan suku bunga fasilitas simpanan di 3,75% dan fasilitas pinjaman di 5,50%. Pertumbuhan kredit Januari diproyeksikan sekitar 9,6% secara tahunan, sedikit di bawah capaian sebelumnya 9,69%. Hasil rapat tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan pasar obligasi, terutama terkait stabilitas nilai tukar dan likuiditas.

Sentimen eksternal turut membayangi. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) akhir Januari menunjukkan mayoritas anggota memilih mempertahankan suku bunga, namun tetap membuka peluang pelonggaran bila inflasi turun sesuai proyeksi. Komite menegaskan pendekatan kebijakan yang fleksibel, dengan kemungkinan penurunan maupun kenaikan suku bunga bergantung pada arah inflasi yang ditargetkan kembali ke 2%.

Sementara itu, data ekonomi AS terbaru memperlihatkan gambaran yang relatif solid. Izin pendirian bangunan Desember naik menjadi 1,448 juta unit dan perumahan baru mencapai 1,404 juta unit, keduanya melampaui ekspektasi. Pesanan barang tahan lama memang turun 1,4%, tetapi lebih baik dari perkiraan, sementara komponen inti non-pertahanan dan non-transportasi mencatat kenaikan masing-masing 0,6% dan 0,9%. Produksi industri Januari juga tumbuh 0,7%, melebihi estimasi.

Pasar global malam ini juga akan mencermati klaim tunjangan pengangguran awal AS, Survei Manufaktur The Fed Philadelphia, serta penjualan rumah tertunda. Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan menyampaikan pidato, yang dapat membentuk kembali ekspektasi suku bunga dan arah dolar AS dalam jangka pendek.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Feb 19, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 4.75%

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Berkonsolidasi di Bawah $5.000 di Tengah Risiko Geopolitik, Risalah FOMC Hawkish

Emas Berkonsolidasi di Bawah $5.000 di Tengah Risiko Geopolitik, Risalah FOMC Hawkish

Emas (XAU/USD) melanjutkan pergerakan harga konsolidatif sideways-nya melalui sesi Asia pada hari Kamis dan tetap di bawah level psikologis $5.000 saat para pedagang tampak ragu di tengah sinyal yang beragam.

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75% pada Februari, Kredit Tumbuh 9,96%

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75% pada Februari, Kredit Tumbuh 9,96%

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam keputusan yang diumumkan Kamis. Langkah ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan mencerminkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar serta inflasi di tengah dinamika global.

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Mendambakan Penerimaan di Atas Level $5.000

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Mendambakan Penerimaan di Atas Level $5.000

Emas kesulitan di bawah $5.000 dalam perdagangan sesi Asia pada hari Kamis saat para pembeli mengambil napas setelah rally 2% pada hari Rabu. Emas berdiri kokoh pada hari Rabu, meskipun ada pemulihan yang solid dalam Dolar AS (USD) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang didorong oleh Risalah Rapat kebijakan moneter The Fed bulan Januari yang sedikit hawkish.

Token Injective melonjak lebih dari 13% setelah disetujuinya proposal peningkatan mainnet

Token Injective melonjak lebih dari 13% setelah disetujuinya proposal peningkatan mainnet

Harga Injective melonjak lebih dari 13% pada hari Kamis setelah jaringan mengonfirmasi persetujuan proposal IIP-619. Lampu hijau untuk peningkatan mainnet telah meningkatkan sentimen para trader, karena peningkatan ini bertujuan untuk meningkatkan arsitektur Ethereum Virtual Machine secara real-time dan meningkatkan kemampuannya untuk mendukung pembayaran generasi berikutnya. Prospek teknis menunjukkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut jika INJ menembus di atas resistance utama.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 19 Februari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 19 Februari:

Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Christine Lagarde mungkin akan mengundurkan diri dari jabatannya lebih awal dari rencana pensiunnya pada bulan Oktober 2027, menurut laporan dari Financial Times.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA