- USD/IDR menguat saat Rupiah Indonesia melemah meskipun ada ekspektasi kenaikan suku bunga BI pada hari Rabu.
- Bank Indonesia diprakirakan akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bp menjadi 6,0% untuk mendukung Rupiah yang sedang tertekan.
- Meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran mendorong penghindaran risiko, meningkatkan permintaan safe-haven terhadap Dolar AS.
Pasangan mata uang USD/IDR naik tipis di kisaran Rp17.960 pada sesi perdagangan Asia, Rabu, setelah menguat selama enam hari. Pasangan mata uang ini menguat seiring tertekannya Rupiah (IDR) menjelang keputusan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan dirilis hari ini. Bank sentral diprakirakan luas akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 6,0%, menyusul pengetatan kumulatif 100 basis poin sepanjang Mei dan Juni demi menopang mata uang domestik.
Menanggapi dinamika pasar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menegaskan ketahanan fiskal Indonesia dengan menyoroti prospek sovereign yang stabil serta defisit anggaran yang tetap terkendali. Di saat bersamaan, otoritas memperketat langkah pengendalian inflasi setelah angka inflasi Juni menyentuh batas atas kisaran target BI di level 1,5%-3,5%.
Pasangan mata uang USD/CHF berpotensi menguat lebih lanjut seiring Dolar AS (USD) mendapat sokongan dari meningkatnya aksi risk-off akibat eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump menepis opsi negosiasi dalam waktu dekat dengan Teheran dan berjanji akan merespons tegas jika kelompok milisi Houthi mengganggu jalur pelayaran strategis. Merespons hal tersebut, komando militer tertinggi Iran menyatakan melalui kantor berita Xinhua bahwa Teheran siap memperluas jangkauan serangan ke aset AS dan sekutunya di kawasan apabila fasilitas nuklir mereka diserang.
Ketua The Fed Warsh berulang kali menegaskan bahwa penanganan inflasi masih menjadi prioritas utama bank sentral. Sikap hati-hati ini turut diamini sejumlah pejabat The Fed lainnya dalam beberapa pekan terakhir di tengah berlanjutnya tekanan ekonomi. Saat ini, para pengambil kebijakan telah memasuki masa hening (blackout period) menjelang pertemuan FOMC pekan depan.
Bank sentral AS diprakirakan luas akan mempertahankan suku bunga acuan (Federal Funds Rate) pada pertemuan tersebut. Kendati demikian, ekspektasi terhadap pengetatan moneter lanjutan usai Juli tetap tinggi. Data CME FedWatch Tool bahkan menunjukkan pasar kini memperhitungkan peluang lebih dari 71% bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.
Pertanyaan Umum Seputar Suku Bunga AS
Suku bunga dibebankan oleh lembaga keuangan atas pinjaman kepada peminjam dan dibayarkan sebagai bunga kepada penabung dan deposan. Suku bunga dipengaruhi oleh suku bunga pinjaman dasar, yang ditetapkan oleh bank sentral sebagai respons terhadap perubahan ekonomi. Bank sentral biasanya memiliki mandat untuk memastikan stabilitas harga, yang dalam banyak kasus berarti menargetkan tingkat inflasi inti sekitar 2%. Jika inflasi turun di bawah target, bank sentral dapat memangkas suku bunga pinjaman dasar, dengan tujuan untuk merangsang pinjaman dan meningkatkan ekonomi. Jika inflasi naik jauh di atas 2%, biasanya bank sentral akan menaikkan suku bunga pinjaman dasar dalam upaya untuk menurunkan inflasi.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membantu memperkuat mata uang suatu negara karena menjadikannya tempat yang lebih menarik bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka
Suku bunga yang lebih tinggi secara keseluruhan membebani harga Emas karena suku bunga tersebut meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan Emas daripada berinvestasi pada aset berbunga atau menyimpan uang tunai di bank. Jika suku bunga tinggi, biasanya harga Dolar AS (USD) akan naik, dan karena Emas dihargai dalam Dolar, hal ini berdampak pada penurunan harga Emas.
Suku bunga dana The Fed adalah suku bunga yang berlaku pada saat bank-bank AS saling meminjamkan uang. Suku bunga ini adalah suku bunga acuan yang sering dikutip yang ditetapkan oleh Federal Reserve pada pertemuan FOMC. Suku bunga ini ditetapkan dalam kisaran tertentu, misalnya 4,75%-5,00%, meskipun batas atas (dalam hal ini 5,00%) adalah angka yang dikutip. Ekspektasi pasar terhadap suku bunga dana The Fed di masa mendatang dilacak oleh alat CME FedWatch, yang membentuk perilaku banyak pasar keuangan dalam mengantisipasi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve di masa mendatang.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Pertahankan Penguatan Dekat Puncak Dua Pekan, Pembeli Dolar AS Absen di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Bergerak di Rp17.917 saat Tunggu Keputusan BI-Rate
Pemulihan Kuat Emas mungkin Menghadapi Hambatan saat Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan
Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikan beruntunnya selama tiga hari perdagangan pada hari Rabu, diperdagangkan 1,5% lebih tinggi mendekati $4.140 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini pulih kuat dalam beberapa sesi perdagangan terakhir dari level terendah tiga minggu $3.959,80 saat para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Bitcoin Bertahan Kuat saat ONDO dan GRAM Memimpin Rally
Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas menyaksikan meredanya momentum bearish, dengan Bitcoin bertahan di atas $66.000 pada hari Rabu. Altcoin termasuk Ondo dan Gram, yang sebelumnya dikenal sebagai Toncoin, memimpin kenaikan dalam 24 jam terakhir, didorong oleh fitur-fitur baru. Bitcoin bertahan di atas $66.000 pada hari Rabu, setelah melonjak 2% pada hari sebelumnya.