Ekonom DBS Group Research Radhika Rao menganalisis data inflasi India bulan Juli dan implikasinya terhadap kebijakan Reserve Bank of India (RBI). Ia mencatat bahwa inflasi inti yang tetap jinak serta terbatasnya dampak rambatan dari guncangan eksternal mendukung berlanjutnya jeda kebijakan RBI. Laporan tersebut juga membahas risiko monsun terkait El Niño, bantalan dari suku bunga kebijakan riil, serta imbal hasil obligasi 10-tahun yang stabil di kisaran 6,75%–6,85%.
IHK yang Jinak Mendukung Penahanan RBI yang Lebih Lama
"Rilis inflasi bulan Juli memvalidasi keputusan komite kebijakan moneter RBI untuk mempertahankan suku bunga bulan ini."
"Meskipun harga minyak Brent tetap berada di atas level tahun lalu secara year-to-date, kami tidak memperkirakan kenaikan lebih lanjut pada harga pompa domestik."
"Ukuran inflasi inti yang jinak dan tidak adanya kenaikan tekanan harga yang meluas mendukung pandangan dasar kami bahwa bank sentral akan tetap menahan suku bunga pada tinjauan berikutnya."
"Proyeksi inflasi resmi mengindikasikan inflasi sekitar 5,3–5,5% selama setahun ke depan, dibandingkan dengan suku bunga repo 5,25%, yang mengindikasikan bantalan suku bunga kebijakan riil yang nyaris nol."
"Pasar domestik relatif tidak terpengaruh oleh pergerakan volatil pada acuan minyak global dalam beberapa pekan terakhir, sementara imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun bertahan di kisaran 6,75–6,85%."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD Meningkat Pesat; Kembali ke 1,1530
EUR/USD diperdagangkan dengan kenaikan yang cukup baik di atas tolok ukur 1,1500 pada hari Kamis. Ketidakpastian yang terus berlanjut di Timur Tengah memicu penghindaran risiko, membatasi potensi penurunan Dolar AS. Sebelumnya pada hari itu, baik Harga Produsen AS maupun Klaim mingguan meleset dari konsensus pasar, menambah nada lemah pada dolar.
GBP/USD Tak Bergerak di Sekitar 1,3500
GBP/USD terus berfluktuasi di sekitar area 1,3500 di tengah kenaikan tipis pada hari Kamis. Sementara itu, aksi harga Cable yang ragu-ragu terjadi ketika para investor terus menilai data Inggris yang beragam, hasil AS yang buruk, serta ketidakpastian yang terus berlanjut seputar konflik AS-Iran.
Emas menghadapi resistance di sekitar US$4.450
Emas memperpanjang pullback intraday pada Kamis, menguji ulang zona $4.370 per troy ons dan menghapus kenaikan pada Rabu. Sementara itu, logam mulia ini terus memantau perkembangan dari Timur Tengah serta taruhan seputar potensi jalur suku bunga The Fed.
Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Tetap Lesu di Tengah Arus ETF yang Beragam
Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) terus diperdagangkan sideways pada hari Kamis, dengan Bitcoin berjuang untuk merebut kembali level $64.000. Ethereum berupaya membangun momentum di dekat resistance penting $1.900, sementara Ripple mempertahankan support di atas $1,00, namun pergerakan naik tetap terbatas.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 13 Agustus:
Aksi di pasar finansial tetap relatif tenang pada awal hari Kamis, dengan pasangan-pasangan mata uang utama berfluktuasi dalam kisaran mingguan yang sempit. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Indeks Harga Produsen untuk bulan Juli akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.