Menurut risalah rapat pada 30-31 Juli, para penentu suku bunga The Fed cenderung ke arah pemangkasan suku bunga pada rapat kebijakan September mendatang, dengan beberapa anggota bahkan bersedia segera memangkas biaya pinjaman. Risalah rapat tersebut juga mengindikasikan bahwa "sebagian besar" pengambil kebijakan percaya bahwa jika data yang masuk terus memenuhi ekspektasi, pelonggaran kebijakan pada rapat berikutnya kemungkinan tepat dilakukan.

Selain itu, risalah rapat tersebut menyoroti bahwa "banyak" pejabat The Fed menganggap sikap suku bunga saat ini bersifat restriktif, sementara "beberapa peserta" berpendapat bahwa, mengingat tekanan inflasi yang terus mereda, membiarkan suku bunga tidak berubah akan semakin menghambat aktivitas ekonomi.

Meskipun semua pejabat The Fed sepakat untuk mempertahankan suku bunga pada bulan Juli, risalah rapat tersebut mencatat bahwa "beberapa" pengambil kebijakan percaya bahwa kemajuan dalam mengurangi inflasi, ditambah dengan peningkatan pengangguran, "telah memberikan alasan yang masuk akal untuk mengurangi kisaran target sebesar 25 basis poin pada pertemuan ini atau bahwa mereka dapat mendukung keputusan tersebut."


Bagian di bawah ini diterbitkan sebagai pratinjau Risalah Rapat FOMC pada Pertemuan 31 Juli pukul 08:00 GMT.

  • Risalah pertemuan kebijakan The Fed pada 30-31 Juli akan dipublikasikan pada hari Rabu.
  • Perincian diskusi Jerome Powell dan kawan-kawan tentang pelonggaran kebijakan akan diteliti.
  • Pasar bertaruh sekitar 27% probabilitas penurunan suku bunga The Fed sebesar 50 bp pada bulan September.

Risalah pertemuan kebijakan moneter The Fed pada 30-31 Juli akan dipublikasikan pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Para investor akan mencari rincian dalam diskusi para pengambil kebijakan The Fed soal strategi pelonggaran kebijakan dan prospek ekonomi.

Jerome Powell Mengakui Para Pejabat Membahas Penurunan Suku Bunga pada Pertemuan Bulan Juli

The Fed mempertahankan pengaturan kebijakan moneternya untuk pertemuan kedelapan berturut-turut pada bulan Juli, seperti prakiraan secara luas. Dalam pernyataan kebijakannya, bank sentral AS mengatakan bahwa pihaknya memperhatikan risiko di kedua sisi mandat gandanya, sebuah perubahan dari pernyataan bulan Juni, di mana bank mengatakan bahwa bank 'sangat memperhatikan' risiko inflasi.

Meskipun The Fed mengulangi bahwa mereka tidak memprakirakan akan tepat jika menurunkan suku bunga hingga mereka memperoleh keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2%, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pasca-pertemuan hampir mengonfirmasi penurunan suku bunga pada bulan September.

"Kita semakin dekat untuk mencapai titik penurunan suku bunga," kata Powell dan menambahkan bahwa penurunan suku bunga dapat dilakukan pada bulan September. Lebih jauh, ia mencatat bahwa ada "diskusi nyata" tentang kasus penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Juli.

Dua hari setelah The Fed mengumumkan keputusan kebijakan moneter, laporan bulanan yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan pendinginan lebih lanjut di pasar tenaga kerja pada bulan Juli. Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 114.000 pada bulan Juli dan kenaikan 206.000 yang tercatat pada bulan Juni direvisi lebih rendah menjadi 179.000. Selain itu, Tingkat Pengangguran naik ke 4,3% dari 4,1%.

Pernyataan Powell yang dovish dan laporan tenaga kerja yang lemah memungkinkan pasar untuk sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga sebesar 25 bp pada bulan September. Menurut FedWatch Tool dari CME, probablitas penurunan suku bunga sebesar 50 bp hampir mencapai 50% pada awal Agustus. Dengan Penjualan Ritel Juli yang optimis dan data Klaim Pengangguran mingguan meredakan kekhawatiran terhadap penurunan ekonomi di AS, probabilitas penurunan suku bunga yang besar mundur hingga mendekati 25%.

Kapan Risalah FOMC akan Dirilis dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Dolar AS?

The Fed akan merilis risalah pertemuan kebijakan 30-31 Juli pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB) pada hari Rabu. Investor akan mencermati diskusi seputar penurunan suku bunga dan prospek ekonomi.

Jika Risalah menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan yang menganjurkan penurunan suku bunga pada bulan Juli juga menyuarakan keinginan mereka pada penurunan suku bunga lagi di bulan September, investor dapat memulai kembali prakiraan penurunan suku bunga yang besar pada bulan September. Dalam skenario ini, reaksi langsung pasar dapat menyebabkan Dolar AS (USD) melemah terhadap mata uang utama lainnya. Selain itu, USD kemungkinan akan tetap melemah jika laporan menunjukkan bahwa para pejabat kini lebih khawatir terhadap dampak negatif dari kebijakan ketat terhadap prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja daripada inflasi.

Di sisi lain, USD dapat menguat jika publikasi tersebut mengungkapkan bahwa para pejabat yang lebih suka menurunkan suku bunga kebijakan pada bulan Juli ingin melewatkan penurunan suku bunga pada bulan September agar memiliki lebih banyak waktu untuk menilai data yang masuk.

Eren Sengezer, Analis Utama Sesi Eropa, membagikan prospek teknis singkat untuk Indeks Dolar AS (DXY):

“Indeks Dolar AS tetap bearish dalam waktu dekat, dengan indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian bergerak turun mendekati 30. Di sisi bawah, 101,70 (level statis dari Desember 2023) sejajar sebagai support interim sebelum 100,60 (terendah 28 Desember).”

“Di sisi lain, Simple Moving Average 20-hari sejajar sebagai resistance dinamis di 103,50 di depan 104,10 (SMA 200-hari). Penutupan harian di atas level tersebut dapat menarik pembeli teknis dan membuka peluang untuk naik lebih jauh menuju 104,75 (SMA 100-hari).”

Indikator Ekonomi

Berita Acara FOMC

FOMC singkatan dari Federal Open Market Committee yang mengatur 8 pertemuan dalam setahun dan ulasan kondisi ekonomi dan keuangan, menentukan sikap yang tepat dalam kebijakan moneter dan menilai risiko terhadap tujuan jangka panjang atas stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. FOMC Minutes yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve dan panduan yang jelas untuk kebijakan suku bunga AS di masa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Agu 21, 2024 18.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: -

Sumber: Federal Reserve

Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diterbitkan tiga minggu setelah hari keputusan kebijakan. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan dalam publikasi ini di samping pembagian suara. Nada bullish kemungkinan akan memberikan dorongan bagi greenback sementara sikap dovish dipandang sebagai USD-negatif. Perlu dicatat bahwa reaksi pasar terhadap Risalah Rapat FOMC dapat tertunda karena outlet berita tidak memiliki akses ke publikasi sebelum rilis, tidak seperti Pernyataan Kebijakan FOMC.

 

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Inflasi EU Melampaui Pertumbuhan Harga AS saat Pertemuan ECB, The Fed Semakin Dekat

EUR/USD: Inflasi EU Melampaui Pertumbuhan Harga AS saat Pertemuan ECB, The Fed Semakin Dekat

Dolar AS (USD) kembali mencatatkan pekan positif lainnya, menguat tajam terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya. Pasangan mata uang EUR/USD turun selama empat minggu berturut-turut dan diperdagangkan serendah 1,1215, level yang terakhir terlihat pada Mei 2025. Menjelang akhir pekan, pasangan mata uang ini berada di kisaran 1,1280 seiring Indeks Dolar AS (DXY) sedikit melemah dari level tertinggi lebih dari satu tahun.
Emas: Logam mulia melanjutkan penurunan tetapi arus safe-haven membatasi penurunan

Emas: Logam mulia melanjutkan penurunan tetapi arus safe-haven membatasi penurunan

Emas (XAU/USD) memulai pekan ini di bawah tekanan bearish yang sangat besar tetapi berhasil stabil. Para investor akan tetap fokus pada pergerakan di pasar obligasi global dalam waktu dekat. Sementara itu, prospek teknis logam mulia ini menunjukkan bahwa para penjual kemungkinan akan tetap memegang kendali
Imbal Hasil 10 Tahun Prancis Mencapai Level Tertinggi Sejak 2002: Grafik Ini Menunjukkan Pasar Kehilangan Kepercayaan

Imbal Hasil 10 Tahun Prancis Mencapai Level Tertinggi Sejak 2002: Grafik Ini Menunjukkan Pasar Kehilangan Kepercayaan

Pasar obligasi Prancis mengirimkan pesan yang semakin tidak nyaman. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun naik setinggi 4,96% pada hari Kamis, mencapai level tertinggi sejak Juli 2002 dan bergerak sangat dekat dengan ambang 5% yang penting secara psikologis.
Bitcoin: Apakah BTC Sedang Bersiap untuk Reli Uptober?

Bitcoin: Apakah BTC Sedang Bersiap untuk Reli Uptober?

Bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikannya, diperdagangkan di dekat US$86.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat setelah menutup September naik 6,33%, membalikkan kelemahan musiman. Data historis menunjukkan Oktober bisa menjadi bulan yang kuat bagi BTC, terutama setelah September yang positif.
Breaking: Nonfarm Payrolls AS naik 29 Ribu pada September versus 90 Ribu yang diprakirakan

Breaking: Nonfarm Payrolls AS naik 29 Ribu pada September versus 90 Ribu yang diprakirakan

Nonfarm Payrolls (NFP) di Amerika Serikat (AS) naik 29 Ribu pada bulan September, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA