Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Indonesia untuk bulan Desember 2025 turun ke 51,2 dari 53,3 pada bulan sebelumnya. Angkanya lebih buruk dari prakiraan 53,6. Namun demikian, angkanya tetap dalam wilayah ekspansi karena berada di atas level 50 yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.
Usamah Bhatti, Ekonomi di S&P Global Maret Intelligence, mengatakan, "Sektor manufaktur Indonesia menandai akhir tahun 2025 dengan peningkatan berkelanjutan dalam kondisi operasional, melanjutkan periode pertumbuhan saat ini untuk bulan kelima. Perusahaan-perusahaan mencatat ekspansi moderat lebih lanjut dalam pesanan baru, lapangan kerja, dan pembelian, meskipun produksi hanya meningkat sedikit karena beberapa perusahaan mencatat dampak kelangkaan bahan baku. Prospek untuk tahun mendatang juga membaik, karena para produsen menunjukkan tingkat optimisme terkuat dalam tiga bulan terakhir. Sebagai hasil dari ekspektasi positif, perusahaan-perusahaan berupaya meningkatkan persediaan barang pra-produksi dan pasca-produksi agar tetap efisien dalam produksi dan penyelesaian pesanan."
Reaksi Pasar
Baik IHSG maupun Rupiah belum menunjukkan reaksi terhadap data karena pasar masih ditutup dan akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Jum Jan 02, 2026 00.30
Frekuensi: Bulanan
Aktual: -
Konsensus: -
Sebelumnya: 53.3
Sumber: S&P Global
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
USD/JPY Menguat di Atas 156,50 saat Pengetatan Hati-hati BoJ Memberatkan Yen Jepang
Pasangan mata uang USD/JPY menguat ke dekat 156,75 selama awal sesi Asia pada hari Senin. Yen Jepang melemah terhadap Dolar AS karena para trader merasa kecewa dengan laju pengetatan moneter Bank of Japan yang lambat dan hati-hati.
EUR/USD Menembus di Atas 1,1750 karena Perbedaan Kebijakan ECB-The Fed
EUR/USD telah memulihkan pelemahan terbarunya yang tercatat di sesi sebelumnya, diperdagangkan sekitar 1,1760 selama jam perdagangan sesi Asia pada hari Jumat. Para pedagang kemungkinan akan mengamati data Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Jerman yang akan dirilis pada hari ini.
Emas Naik Mendekati $4.350 karena Taruhan Penurunan Suku Bunga The Fed dan Risiko Geopolitik
Harga emas naik mendekati $4.345 selama awal sesi Asia pada hari Jumat. Emas mengakhiri tahun 2025 dengan rally yang signifikan, mencapai kenaikan tahunan sekitar 65%, kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Rally logam mulia ini didorong oleh prospek penurunan suku bunga AS lebih lanjut pada tahun 2026 dan aliran safe-haven.
Bitcoin, Ethereum, dan XRP Bersiap untuk Potensi Pemulihan Tahun Baru
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple bertahan stabil pada hari Rabu setelah mencatatkan kenaikan kecil pada hari sebelumnya. Secara teknis, Bitcoin dapat melanjutkan kenaikan dalam pola segitiga sementara Ethereum dan Ripple menghadapi resistance overhead yang kritis.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 31 Desember:
Indeks Dolar AS (USD) melanjutkan pemulihannya menjelang akhir tahun dan diperdagangkan di level tertinggi baru sembilan hari di atas 98,30 pada hari Rabu. Departemen Tenaga Kerja AS akan menerbitkan data mingguan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal nanti hari ini. Bursa Saham New York dan Nasdaq akan beroperasi sesuai jadwal reguler pada Malam Tahun Baru tetapi pasar obligasi AS akan tutup lebih awal. Kedua pasar akan tutup pada 1 Januari.