Penjualan Ritel Indonesia April 2025 235,5 Sedikit Turun dari 236,3 Tahun Sebelumnya


Penjualan ritel Indonesia untuk bulan April 2025 yang diukur dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) berada di 235,5 yang cukup stabil dari 236,3 pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka ini ditopang oleh pertumbuhan pada kelompok suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, dan barang budaya dan rekreasi, seperti dilansir oleh Bank Indonesia

Namun pada basis bulanan, penjualan ritel Indonesia pada April 2025 menunjukkan kontraksi 5,1% bulan-ke-bulan. Penurunan ini dipengaruhi oleh normalisasi konsumsi pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijrian.

Reaksi Pasar

Rupiah berada di 16.305 terhadap Dolar AS, tidak menunjukkan pergerakan signifikan terhadap data. IHSG Indonesia berada di 7.181, juga tidak bereaksi secara signifikan, namun demikian, indeks dibuka dengan turun ke terendah hari 7.160,87 dalam satu jam pertama pembukaan untuk kemudian memangkas penurunan tersebut ke level-level saat ini.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Ketidakpastian The Fed dan Gejolak Geopolitik di Balik Perdagangan yang Lesu

EUR/USD: Ketidakpastian The Fed dan Gejolak Geopolitik di Balik Perdagangan yang Lesu

Pasangan mata uang EUR/USD turun ke level terendah Januari yang baru di 1,1593, menutup minggu ini beberapa poin di atas level 1,1600. Para penjual mempertahankan sisi atas di sekitar level 1,1700 untuk minggu kedua berturut-turut, meskipun ada pelemahan Dolar AS (USD) secara luas.

GBP/USD: Akankah Pound Sterling Melanjutkan Penurunan Korektif?

GBP/USD: Akankah Pound Sterling Melanjutkan Penurunan Korektif?

Pound Sterling (GBP) mengalami koreksi tajam terhadap Dolar AS (USD), mengirim GBP/USD turun dari level tertinggi empat bulan di 1,3568 untuk menguji terendah mingguan di dekat 1,3400.

Emas: Taruhan Penurunan Suku Bunga The Fed, Ketegangan Geopolitik Mendukung Impuls Bullish

Emas: Taruhan Penurunan Suku Bunga The Fed, Ketegangan Geopolitik Mendukung Impuls Bullish

Emas (XAU/USD) melanjutkan performa positifnya minggu ini, pada suatu titik mencapai level tertinggi sepanjang masa sedikit di atas level $4.640 per troy ons. Sejak saat itu, logam kuning tampaknya telah memasuki suasana korektif, sambil mencoba pada saat yang sama beberapa konsolidasi di ujung atas kisaran.

Bitcoin: Para Pembeli BTC Tetap Kuat di Tengah Permintaan Institusional, Sentimen Risk-On Meningkat

Bitcoin: Para Pembeli BTC Tetap Kuat di Tengah Permintaan Institusional, Sentimen Risk-On Meningkat

Harga Bitcoin (BTC) bertahan di atas $95.500 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat setelah rally lebih dari 5% sejauh ini minggu ini. Meningkatnya permintaan institusional dan korporasi mendukung aksi harga bullish di BTC.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 16 Januari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 16 Januari:

Para pedagang menunggu rilis laporan Produksi Industri AS untuk bulan Desember nanti pada hari Jumat, bersama dengan pidato dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Michelle Bowman.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA