Gubernur Bank Rakyat Tiongkok (People Bank of China's atau PBOC), Pan Gongsheng, mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral Tiongkok akan lebih sedikit mengandalkan target pertumbuhan pinjaman dan lebih banyak menggunakan instrumen suku bunga untuk memandu kebijakan.
Pan juga menyatakan bahwa pertumbuhan yang lebih lambat dalam total volume keuangan justru membantu menjaga rasio leverage makro Tiongkok, yaitu beban utang keseluruhan relatif terhadap perekonomian, tetap stabil. Gubernur PBOC juga menyerukan komunikasi bank sentral yang lebih jelas dan lebih konsisten dengan pasar.
Reaksi Pasar
Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang AUD/USD turun 0,13% pada hari ini di 0,7122.
Pertanyaan Umum Seputar PBOC
Tujuan utama kebijakan moneter People's Bank of China (PBoC) adalah untuk menjaga stabilitas harga, termasuk stabilitas nilai tukar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank sentral Tiongkok juga bertujuan untuk melaksanakan reformasi keuangan, seperti membuka dan mengembangkan pasar keuangan.
PBoC dimiliki oleh negara Republik Rakyat Tiongkok (PRT), sehingga tidak dianggap sebagai lembaga otonom. Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok (Chinese Communist Party.CCP), yang dinyatakan oleh Ketua Dewan Negara, memiliki pengaruh penting terhadap manajemen dan arah PBoC, bukan gubernur. Namun, Bapak Pan Gongsheng saat ini memegang kedua jabatan tersebut.
Tidak seperti ekonomi Barat, PBoC menggunakan seperangkat instrumen kebijakan moneter yang lebih luas untuk mencapai tujuannya. Alat utama termasuk Suku Bunga Reverse Repo Rate (RRR) tujuh hari, Fasilitas Pinjaman Jangka Menengah (MLF), intervensi valuta asing, dan Rasio Cadangan Wajib (RRR). Namun, Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) adalah suku bunga acuan Tiongkok. Perubahan pada LPR secara langsung mempengaruhi suku bunga yang perlu dibayar di pasar untuk pinjaman dan hipotek serta bunga yang dibayarkan atas tabungan. Dengan mengubah LPR, bank sentral Tiongkok juga dapat mempengaruhi nilai tukar Renminbi Tiongkok.
Ya, Tiongkok memiliki 19 bank swasta – sebuah fraksi kecil dari sistem keuangan. Bank swasta terbesar adalah pemberi pinjaman digital WeBank dan MYbank, yang didukung oleh raksasa teknologi Tencent dan Ant Group, menurut The Straits Times. Pada tahun 2014, Tiongkok mengizinkan pemberi pinjaman domestik yang sepenuhnya dibiayai oleh dana swasta untuk beroperasi di sektor keuangan yang didominasi negara.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Melemah di Tengah Sentimen Risk-Off Jelang FOMC
Yen Jepang Datar Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Emas Siap Jatuh Menuju US$4.000 saat Warsh Hadapi Dilema Kenaikan Suku Bunga The Fed
Ethereum terus menarik modal meskipun kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi dan kegagalan Clarity Act
Ethereum turun ke $2.400 pada hari Selasa setelah Clarity Act gagal melaju di Senat. Meski demikian dan dengan hampir pastinya pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) berikutnya, altcoin teratas ini terus menarik modal baru. Para pembeli Ethereum telah mendominasi para penjual selama beberapa hari terakhir.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 16 September:
Indeks Dolar AS menguat ke level 99,60 pada hari Selasa, dan pasar obligasi mendorong pergerakan tersebut. Imbal hasil Treasury Amerika Serikat tenor 10 tahun menyentuh 5,04% untuk pertama kalinya sejak 2007, terdorong naik oleh lonjakan hampir 4% pada Minyak karena biaya energi yang melonjak kembali memicu kekhawatiran inflasi tepat saat Federal Reserve bersiap memutuskan suku bunga.